Tampilkan postingan dengan label ujian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ujian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Juni 2014

UJIAN MID & UAS

SOAL MID GEOMETRI ANALITIK


IAIN - GEOMETRI ANALITIK - Soal MID 2014


===========================================================


SOAL UAS GEOMETRI ANALITIK


IAIN - GEOMETRI ANALITIK - Soal FINAL 2014


SOAL - MID - MATEMATIKA SEKOLAH 2014


IAIN - MATEMATIKA SEKOLAH - Soal MID 2014


===================================================


SOAL - UAS - MATEMATIKA SEKOLAH 2014


IAIN - MATEMATIKA SEKOLAH - Soal FINAL 2014

Kamis, 04 Desember 2008

UMUMNYA ADA 10 KESALAHAN PESERTA TES CPNS


Sampai bulan Desember nanti, dunia kerja akan di dominasi oleh tes-tes CPNS dari berbagai institusi pemerintahan Indonesia. Beratnya beban ekonomi dan sempitnya peluang kerja membuat CPNS berpamor mencrang. Meski gajinya kecil, namun tetap saja menjadi favorit bagi para pencari kerja. Mungkin karna sabetannya lebih gede dari gajinya.


Jumlah SDM yang dibutuhkan dalam perekrutan CPNS sangat-sangatlah kecil. Ini sesuai dengan kemampuan anggaran pemerintah. Kondisi ini tentu membuat peluang keberhasilan juga menjadi sangat sulit diharapkan. Meski begitu, menyerah sebelum berjuang adalah kebodohan. Yang paling penting adalah mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan menyediakan plan B atau haluan baru jika pintu keberhasilan CPNS tertutup.


Dibawah ini adalah 10 kesalahan peserta tes CPNS :


1. Tidak percaya diri. Mungkin ini penyakit kebanyakan dari masyarakat kita. Sudah saatnya perasaan tidak percaya diri ini dipupus tuntas. Bukti adanya ketidakpercayaan diri ini terlihat dari peserta CPNS yang mempersiapkan diri dengan cara mencari bocoran soal. Kalau perlu dengan ongkos mahal. Juga ketika berlangsung tes tertulis, peserta akan sibuk mencari jawaban dari peserta lain alias nyontek. Mungkin kebiasaan dari sekolah ya…. Yang paling parah adalah bekerja sama dengan pihak dalam melalui koneksi atau menyuap petugas yang bisa meloloskan. Nah, ini nih yang nanti jadi koruptor.



2. Sistem Kebut Semalam (SKS). Banyak di antara generasi-generasi kita yang memiliki pola belajar buruk. Ini yang membuat bangsa kita kalah di bidang pendidikan. Pola belajar yang jelek yaitu melahap semua materi dalam waktu sekejap. Bisa dalam hitungan hari atau bahkan semalam. Dalam kalangan mahasiswa dikenal istilah SKS yaitu kependekan dari Sistem Kebut Semalam. Artinya, semua materi ujian digeder semalam suntuk. Ingat, otak kita memiliki stamina yang terbatas sehingga pemaksaan seperti disebutkan tadi hanya akan membuat otak menjadi lelah. Alih-alih materi bisa dikuasai. Jadi, kalau mau menguasai materi, ada baiknya mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelumnya. Bisa saja satu tahun sebelumnya. Mengingat tes CPNS telah menjadi rutinitas, maka ada baiknya dari sekarang juga belajar soal dan materi yang relevan.


3. Datang ngaret. Apapun alasannya, datanglah setidaknya 30 menit sebelum jadual tes dilaksanakan. Jangan mencari-cari alasan untuk datang telat. Kesempatan belum tentu datang dua kali. Datang diawal waktu akan menyiapkan diri lebih siap secara emosional karna peserta bisa beristirahat sejenak menjelang ujian dilaknakan. Ini adalah keunggulan pertama. Menenangkan diri. Selain itu, datang lebih awal membuat penyesuaian diri terhadap tempat baru menjadi lebih baik sehingga bisa mempelajari situasi lebih jernih.


4. Peralatan tidak lengkap. Banyak peserta CPNS yang mengandalkan temannya bahkan untuk hal-hal kecil. Misalnya pengahapus atau serutan pensil. Komunikasi yang terjadi kecil meminjam peralatan ini dapat mengganggu atau merepotkan peserta lain. Belum lagi waktu yang terbuang sia-sia. Untuk itu, persiapkan diri lebih baik terutama alat-alat tulis seperti pensil 2b, ballpoint, penghapus, serutan, penggaris, alas tulis, tipex. Jika perlu, untuk pensil dan ballpoint sediakan masing-masing 3 buah yang siap pakai.


5. Mengerjakan soal terlalu cepat. Semudah apapun soal yang dihadapi, kerjakan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. Jika, hitunglah dulu antara lama waktu yang disediakan dan banyaknya jumlah soal sehingga bisa memperkirakan kecepatan ideal untuk mengerjakan satu soal. Jika sudah selesai tetapi masih tersisa banyak waktu, lakukan evaluasi lagi terhadap jawaban-jawaban yang sudah dikerjakan. Teliti lagi. Biasanya ada beberapa soal yang saling berhubungan ini. Tidak ada salahnya jika soal-soal ini dibaca lagi untuk menemukan jawaban yang paling tepat.


6. Terpaku pada satu soal. Biasanya, perhitungan waktu untuk mengerjakan satu soal adalah satu menit. Paling lama 3 menit. Jika sebuah soal dalam hitungan kira-kira 10 detik belum bisa ditemukan arah jawabannya, sebaiknya tinggalkan. Kerjakan yang soal berikutnya, terutama yang paling mudah. Ini penting untuk memanfaatkan waktu seefisien mungkin. Jangan sampai waktu yang disediakan habis hanya untuk beberapa soal yang belum tentu diketahui secara tepat jawabannya. Udah waktu habis, salah pula.


7. Membiarkan jawaban kosong. Berbeda dengan tes masuk perguruan tinggi negeri. Tes CPNS tidak menggunakan sistem jawaban yang salah menjadi minus. Sehingga, jangan sekali-kali meninggalkan jawaban kosong. Pertanyaan yang sulit memang sebaiknya dikerjakan diakhir, namun jika tidak keburu karna waktunya habis, sebaiknya ditebak saja. Asal jawab lebih baik daripada lembar jawaban kosong.


8. Tidak mau tahu lembaga apa yang dilamar. Ada banyak intitusi pemerintah dengan fungsinya masing-masing. Carilah tahu tentang institusi-institusi yang dilamar. Ini penting, terutama untuk menyiapkan bahan/materi ujian yang berkaitan. Misalnya, jika yang dilamar intitusi pemkot, siapkan bahan ujian berkaitan dengan ilmu pemerintahan kota, hukum, politik, atau perturan-peraturan terkait. Jika institusi yang dilamar adalah pendidikan, baca lagi materi-materi berkaitan dengan ilmu-ilmu kependidikan. Begitu seterusnya. Materi ujian biasanya justru lebih banyak menyentuh ilmu-ilmu dasar. Jadi, perbanyaklah baca buku-buku pengantar. Mengetahui institusi pemerintah ini penting juga untuk persiapan nanti jika ada tes wawancara.


9. Langsung meninggalkan lokasi. Peserta yang lelah setelah tes, biasanya ingin segera pergi meninggalkan lokasi. Sebelum pergi, pastkan dulu bahwa jadual proses berikutnya sudah diketahui seperti pengumuman hasil tes atau kapan tes lanjutan dilaksanakan. Jika kurang jelas, sebaiknya tanyakan langsung ke panitia daripada terlambat mengetahui yang berakibat fatal yaitu gugurnya status peserta.


10. Lupa berdoa usai tes. Doa adalah senjata orang beriman. Berdoalah ketika akan atau selesai melakukan tes. Doa ini penting bukan saja untuk meminta diluluskan, lebih dari itu adalah mendapatkan pahalah, barakah, dan pekerjaan yang memang terbaik buat kita. Jangan sampai lulus CPNS, jadi pegawai negeri, eee…. malah korupsi. Ini namanya nggak berkah!!



==================== Advertising ====================

bsetop_tengah1DVD BSE DIKNAS Gratis, Mau?

Selasa, 08 Juli 2008

Kearifan Kolektif Pasca SNM-PTN









Oleh: SYAWAL GULTOM

SNM-PTN usai sudah. Meski ada segelintir peserta melakukan kecurangan, namun panitia SNM-PTN, khususnya pengawas ujian, cukup handal mengantisipasinya. Komitmen dan kejelian para pengawas pantas diacungi jempol. Mungkin berbeda dengan UN yang justru kecurangan melibatkan oknum guru yang kita yakini tidak akan terulang lagi.

Dalam perjalanannya yang cukup panjang, seleksi masuk PTN (dulu SPMB) telah terbukti sangat diyakini masyarakat sebagai seleksi yang akuntabel dan objektif. Ternyata tidak sulit meyakinkan rakyat sepanjang sebuah program dijalankan dengan kredibel.
Di satu sisi, fenomena kecurangan di atas merupakan bukti keinginan yang kuat masuk PTN.

Akan tetapi kecurangan amat tidak dapat ditoleransi. Sungguh peselancar kecurangan harus menjadi musuh bersama kita. Di sisi lain, peristiwa ini akan menjadi cambuk bagi panitia untuk meningkatkan kewaspadaan. Modus kecurangan juga terus berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi komunikasi. Panitia dituntut harus jeli mengendus modus baru yang mengandalkan teknologi canggih. Biarlah prestasi kita raih dengan cara-cara yang benar. Kepada segenap peserta yang telah mengikuti SNM-PTN penuh dedikasi, kita sampaikan rasa salut. Kepada segenap pengawas yang bekerja penuh tanggung jawab, tegas dan menegakkan manual prosedur (instruksi kerja) SNM-PTN, kita sampaikan terima kasih yang tulus.

Saat ini, para peserta SNM-PTN menunggu hasil penuh harap. Panitia SNM-PTN berusaha menetapkan kelulusan sesuai prinsip akuntabilitas dan objektivitas. Namun, perlu dicatat keketatan persaingan menentukan peluang kelulusan. Prodi yang sangat diminati tentu memiliki persaingan yang sangat ketat, misalnya kedokteran, teknik dan akuntansi. Akibatnya, mereka yang merasa dirinya selama ini cukup 'pintar' belum tentu lulus akibat keterbatasan daya tampung. Bandingkan dengan prodi yang persaingannya tidak terlalu ketat. Siswa yang dianggap 'biasa-biasa' saja, justru lulus sebab tidak memiliki pesaing yang tangguh.

Hal ini perlu dipahami segenap masyarakat, sehingga tidak menimbulkan prasangka. Singkatnya, kelulusan sangat tergantung dengan keketatan persaingan setiap program studi yang dipilih.

Prodi apapun yang dipilih, tentu sudah dipertimbangkan sematang mungkin. Oleh karenanya, semua peserta sudah siap menerima kenyataan pada saat pengumuman awal Agustus 2008 mendatang. Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan, 'bagiku tidak ada kalah dan menang, sebab sudah kuputuskan, bahwa kemenangan sudah pasti untukku saja. Kalah tinggal pada mereka yang lain, yang mengeluh bila terjatuh, yang menangis bila teriris, yang berjalan berputar-putar dalam belantara.

Kegagalan pada SNM-PTN bukan berarti kegagalan untuk hidup. Bagi pembelajar tangguh dan pencinta ilmu atau keterampilan, masih banyak tempat dan cara untuk belajar. Bahkan satu kegagalan biasanya bermakna positip bagi orang-orang yang mau bangkit dan berjuang lebih keras lagi. Hanya mereka yang pernah mengalami kegagalan yang terbukti tangguh dan teruji saat bekerja.

Dulu, Plato tidak membedakan tempat belajar. Yang terpenting adalah semangat untuk membaca dan terus membaca. Jadi tempat kuliah sungguh hanya sarana untuk meraih sebuah kesuksesan. Bahkan mungkin untuk kondisi saat ini, kuliah bukan lagi satu-satunya cara. Tidak mustahil mereka yang justru kuliah di PTN besar belum tentu mampu menunjukkan jati diri yang sesungguhnya. Ternyata, hal istimewa dalam hidup ini adalah manakala kita dapat menunjukkan performa yang luar biasa meski dididik dalam berbagai keterbatasan. Jadi bukan mereka yang dengan mudah memperoleh segala jenis fasilitas belajar, tetapi tidak perform saat bekerja.

Perlu Kearifan Kolektif
Salah satu persoalan mendasar negeri ini adalah menipisnya kearifan kolektif. Saling tuding, saling lempar masalah, bahkan membebani yang tidak bersalah sering kita pertontonkan. Kita berharap fenomena ini tidak terjadi pasca SNM-PTN.

Pengumuman SNM-PTN 2008 akan dinantikan oleh jutaan umat. Itu artinya akan ada jutaan umat juga yang merasa kecewa. Kecewa terhadap diri sendiri sebab tidak maksimal belajar. Bahkan, akan ada juga kekecewaan yang timbal balik, dari anak terhadap orang tua, dan dari orang tua terhadap anak, dari siswa terhadap guru dan dari guru terhadap siswa. Sebagai guru, juga akan merasakan kekecewaan manakala menyaksikan siswanya gagal meraih kursi PTN yang diidamkannya. Semoga kekecewaan ini menjadi energi baru bagi semua pihak untuk menata berbagai program belajar di masa depan.

Peristiwa pengumuman SNM-PTN 2008 akan mengingatkan kita terhadap kualitas upaya yang dilakukan selama ini. Semua pihak akan mengevaluasi kembali seluruh rangkaian perjuangan yang dilakukan untuk meraih kursi PTN. Sebagai bahan perbandingan, tahun 2007 yang lalu, dari total peserta 396.767 (naik 15,63 persen dari tahun 2006) secara nasional, hanya 98.503 (24,83 persen) dinyatakan lulus. Tentu ini sebuah persaingan yang cukup ketat. Jika melihat kondisi daya tampung seluruh perguruan tinggi negeri yang relatif stabil, maka kelulusan tahun 2008 ini dapat diprediksi.

Sungguh akan lahir sebuah 'komunitas dadakan' atas ikatan kegagalan dalam SNM-PTN. Persoalannya, bagaimana menyikapi kegagalan tersebut ? Diperlukan sebuah kearifan komunal sehingga kegagalan itu menjadi tanggung jawab bersama.

Bagi yang lulus SNM-PTN akan merasakan luapan kegembiraan apalagi lulus pada prodi yang 'favorit' sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Secara umum, latar kelulusan ada dua. Pertama, lulus atas pilihan sesuai minat dan bakat sendiri. Kedua, lulus atas pertimbangan eksternal, antara lain rendahnya persaingan di prodi pilihan dan dorongan pihak-pihak lain termasuk atas keinginan orang tua. Apapun yang menjadi pertimbangannya, tetapi kelulusan harus diikuti dengan persiapan mental untuk menghadapi perubahan baru, baik cara belajar maupun suasana belajar di Perguruan Tinggi.

Secara objektif kelulusan tersebut telah menjadi tanggung jawab banyak pihak, orang tua dan perguruan tinggi tujuan. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh perguruan tinggi untuk menyambut mahasiswa barunya. Pantas disampaikan kata-kata, 'selamat datang putra-putri terbaik bangsa di kampus PTN seluruh Indonesia '. Rasanya sebagai salah satu PTN, wajib kita memberi wawasan akademik bagi calon mahasiswa baru 2008. Saatnya kita melakukan pembaharuan strategi bagi mahasiswa baru 2008.

Pemetaan waktu belajar dalam aktivitas yang lebih melekat dengan pemangku kepentingan perguruan tinggi harus dimulai. Segenap komunitas terkait, masyarakat, dunia industri dan usaha serta perguruan tinggi perlu memiliki kesamaan persepsi terhadap performa lulusan. Tidak lagi cukup mendefinisikan performa lulusan dalam bentuk keahlian atas dasar kesesuain dengan berbagai lapangan kerja yang ada saat ini. Sudah saatnya bergeser pada performa yang lebih kompleks dalam bentuk keterlibatan dalam pemberdayaan masyarakat.

Paradigma, perguruan tinggi sebagai 'pembekalan' pengetahuan harus ditinggalkan. Asumsi bahwa membekali banyak pengetahuan kelak akan hidup lebih layak tidak lagi memadai. Jika situasi seperti ini dipertahankan, maka analog dengan pendapat Robert T. Kiyosaki akan muncul pendapat, jika anda ingin hidup lebih layak dan bahagia, tinggalkan perguruan tinggi. Tentu kritik yang amat pedas dan sedikit agitatif, namun perlu menjadi perhatian kita semua.

Ternyata, harta terbesar bukanlah pengetahuan yang kita miliki saat ini, tetapi seberapa cepat kita dapat mengubah pikiran. Berarti yang terpenting bagi mahasiswa baru 2008 adalah mengubah cara berpikir. PTN tempat belajar dapat saja tidak sesuai dengan harapan, baik suasana maupun fasilitas. Namun, yang terpenting adalah bagaimana anda mengubah pikiran dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar internal dan eksternal kampus.

Di India dan China terjadi perubahan yang sangat revolusioner tentang penggunaan IT dan ICT dalam pembelajaran. Bagi mahasiswa kemampuan IT dan ICT tidak mungkin lagi diabaikan. Ini juga sebuah perubahan yang memerlukan perubahan mind set meski harus hati-hati menyikapinya. Itulah sebabnya China melakukan proteksi yang sangat ketat terhadap publikasi berbasis Web. Michael Backman (2008), International Bestselling Author, dalam bukunya Asia Future Shock, menulis Open Net Initiative (ONI), sebuah persekutuan kolaboratif antar Oxford, Cambiridge, Toronto, dan Harvard University, menyatakan, sistem penapisan internet China adalah yang tercanggih di dunia.

Bila dibandingkan dengan upaya yang serupa di negara lain, sistem penapisan Cina ini menyeluruh, canggih dan efektif. Sistem ini terdiri atas berlapis-lapis peraturan hukum dan pengawasan teknis. Ribuan personel dan berbagai lembaga baik pemerintah maupun swasta dilibatkan. Seluruh isi yang akan ditansmisikan disensor ketat, termasuk halaman Web, log Web, forum diskusi on line, sistem papan buletin universitas dan pesan-pesan e-mail.

Perlu Dibangun Tradisi Akademik Baru
Tidak ada salahnya kelulusan melalui SNM-PTN dinikmati dengan rasa syukur. Namun, di dalamnya ada tanggung jawab moral yang lebih besar terhadap berbagi persoalan negeri ini.

Itulah sebabnya saya katakan perlu kearifan kolektif pasca SNM-PTN, sebab kelulusan para mahasiswa baru 2008 akan menurunkan berbagai konsekuensi. Bagi peserta yang lulus akan menghadapi situasi baru di perguruan tinggi. Belajar kolaboratif dengan dunia usaha, industri dan masyarakat akan disodorkan sebagai menu baru keharusan. Artinya, suatu tradisi akademik baru harus diciptakan untuk meyakinkan mahasiswa baru 2008. Tradisi akademik yang memberi penguatan, mereka memiliki potensi dan dapat dikembangkan bagi kemaslahatan individu dan masyarakat.

Pemberian wawasan baru akan hakekat masa depan perlu sejak dini ditanamkan. Berbagai fenomena paradoksal juga penting dipahami mahasiswa baru. Fenomena profesi guru masa depan yang sangat menuntut keahlian dan profesionalisme harus melekat bagi mahasiswa LPTK.

Membangun rasa insight yang mendorong keterlibatan mahasiswa terhadap pengentasan kemiskinan dan pengangguran harus menjadi menu belajar berbasis project. Fenomena 'berduyun-duyun' untuk berobat ke Penang juga perlu mereka pahami, sebab kita memiliki dokter-dokter yang handal. Sementara mahasiswa Malaysia berduyun-duyun belajar kedokteran di Indonesia . Ada apa sebenarnya yang terjadi mengapa lulusan pertanian dan kelautan misalnya lebih senang mengurus bank, pemerintahan dan politik parti-kelir ? Lagi-lagi kita butuhkan kearifan kolektif untuk menuntaskan semua paradoks ini. Pendeknya, tradisi akademik baru yang menekankan 'community problem solving' harus menjadi keseharian mahasiswa baru 2008. Tradisi akademik yang seluas-luasnya memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami dan berperan aktif memecahkan berbagai persoalan masyarakat harus sejak awal dimiliki mahasiswa baru 2008.

Penulis adalah Rektor Universitas Negeri Medan (UNIMED)

Sumber: WASPADA ONLINE

Sabtu, 05 Juli 2008

ANTISIPASI KECURANGAN DALAM UJIAN

Teknologi wireless dapat digunakan untuk kecurangan dalam ujian. Walaupun tujuan asalnya untuk mempermudah manusia, seperti mendengar musik dengan headset non-kabel, namun disalah gunakan dalam praktik ujian masuk Perguruan TInggi Negeri (sekarang SNMPTN). Inilah yang terjadi (dan terungkap/mungkin yang gak ketahuan lebih banyak lagi) di Solo. Demikian dimuat dalam Radar Solo, Jumat-04-07-08.

Koneksi headset wireless handphone dapat terus nyambung ke pengguna lain, dalam hal ini Joki ujian. Handphone yang ditempatkan di paha, tidak terdeteksi oleh pengawas , sementara headset tertutup oleh Jilbab. Walhasil komunikasi antar peserta ujian berjalan lancar (joki dan peserta). Pengawas berhasil menangkap ES, karena dia lupa mengecilkan volume handsfree yang berada di telinganya.
Walhasil, ES tertangkap, kuliah gagal dan uang muka yang telah diberikan juga melayang. Kini kasusnya sedang ditangani polisi.

Dari peristiwa di atas, perlu kiranya memperketat pengawasan ujian. Untuk itu merupakan tantangan bagi kita, mungkin bisa membuat detektor pelacak transmisi radio yang sedang aktif di dalam ruang ujian. Atau sekedar ide-ide mudah untuk dilaksanakan sehingga kecurangan2 bisa diatasi.

Saat ini yang terungkap adalah modus bluetooth, bisa jadi ke depan kacamata yang canggih bisa menampilkan teks sebagaimana spion  yang menampilkan nomor hp pemanggil saat mengendarai mobil (Seecode), atau pensil, pena atau apapun.

Rabu, 02 Juli 2008

Memanfaatkan SMS Untuk Pembelajaran

Jika dilihat perkembangan sehari-hari, ponsel terus berkembang baik dari segi bentuk,



teknologi, fitur danlainnya. Namun yang pasti, pemanfaatan ponsel dalam kehidupan sehari-hari tidak jauh dari SMS dantelepon yang merupakan fungsi asalnya.



Ponsel bukan merupakan barang mewah seperti di zaman saat pertama keluarnya (1990an), namun sudah seperti kacang goreng, sehingga anak sekolahan tingkat SD sudah banyak yang menggunakannya. Namun yang disayangkan, dengan semakin banyaknya siswa pengguna ponsel tetapi belum termanfaatkan untuk pembelajaran.

Dengan adanya perkembangan ponsel saat ini, ditambah dengan persaingan harga oleh beberapa operator, sebenarnya ponsel dapat digunakan untuk media pembelajaran. Hasil penelitian di Yogyakarta, siswa lebih senang membaca SMS di ponsel ketimbang membaca buku pelajaran. Dari sini dapat diambil suatu pelajaran, jika konten suatu SMS dimodifikasi, dengan isi berupa pelajaran, maka secara tidak langsung siswa akan membaca pelajarannya.

Saat ini operator seluler berlomba memberikan fasilitas SMS murah, mulai dari harga per-karakter sampai biaya SMS perbulan cuma Rp. 5000,- sesama operator. Jika fasilitas ini dapat digunakan, sebuah sekolah dapat mengirimkan SMS secara gratis kepada siswa-siswanya. Misalkan jumlah siswa 500 orang, maka dapat dikirimkan SMS berupa konten pendidikan kepada semua siswa (khususnya yang memiliki ponsel dan kartu sejenis). Dari pengalaman/keyakinan penulis, terdapat beberapa konten (isi) SMS yang dapat dikirimkan lewat SMS, diantaranya:

1) Kata-kata mutiara atau kalimat motivasi

Jika suatu sekolah mengirimkan 1 SMS di tiap pagi (katakanlah jam 05.30 WIB), maka SMS ini akan berfungsi sebagai ALARM kepada siswa (akibat/jika berbunyi). Selanjutnya, dengan membaca SMS yang mungkin berisi kata mutiara "SELAMAT PAGI, TIADA KATA SEINDAH DOA" atau "ASSALAMU ALAIKUM, TIDAK SATUPUN MAKHLUK DICIPTAKAN SIA-SIA, KAMU HARUS BERBUAT BAIK HARI INI", dan sebagainya dipastikan motivasi siswa akan bertambah.

2) Kosa kata (vocabulary)

Bahasa asing (Inggris) merupakan salah satu momok bagi sebagian besar siswa. Jika sekolah mengirimkan 1 SMS disiang hari (katakanlah jam 14.00 WIB), berisi kosa kata bahasa Inggris, maka 1 SMS (yang terdiri l.k. 160 kata) dapat dibuat 3-4 kosa kata. Misal isi 1 SM: archipellago = kepulauan; island = pulau, gulf = teluk. Tentunya isi SMS dapat disesuaikan dengan Pokok Bahasan Bahasa Inggris kelas I, II dan III. Dapat dibayangkan jika seorang siswa membaca 3 kosa kata perhari, maka sedikitnya ada 90 kosa kata sebulan. Dan tidak salah jika sekkolah (guru) mengirimkan 10 kosa kata perharinya.

3) Nasehat, Kata Hikmah, Ayat, Hadits

Mungkin, sejalan untuk meningkatkan akhlak (pendidikan nilai) mengirimkan kata-kata nasehat, ayat atuapun hadits sangat membantu mengontrol siswa. Meskipun tidak 100% menjamin, membaca suatu yang baik sedikitnya akan memberikan bekas kepada siswa, bahkan komponen sekolah.

Selain memberikan kata nasehat, SMS dapat pula berisi pelajaran yang tidak berbau matematis, semisal Biologi, Bahasa Indonesia dan lainnya.

4) Pengumuman dan Informasi

Selain konten di atas, SMS dapat pula digunakan untuk mengumumkan Hasil Ujian Siswa, Penerimaaan Siswa Baru, Informasi Alamat instansi dan individu. Jika SMS ini dipadukan dengan teknologi komputer, maka komunikasi tidak lagi searah, namun menjadi interaktif.

5) Kemungkinan Ujian Online via SMS

Tingkat lanjut SMS ini bisa digunakan untuk ujian online (kasus tertentu), hal ini tentunya mengaitkan database komputer dan jaringannya. Jika komputer digunakan untuk pengriman SMS massal (seperti Server Dealer Pulsa online) dan penggunaan keyword-keyword tertentu untuk SMS interaktif, maka pemanfaatan SMS untuk pembelajaran semakin efektif dan efisien. Cukup menempatkan 2-3 pegawai yang mahir untuk operator dan adminnya.

Terdapat kemungkinan lain penggunaan SMS untuk pembelajaran, sejalan dengan perkembangan teknologi telekomunikasi itu sendiri, namun yang paling penting adalah bagaimana melihat peluang yang ada untuk kepentingan pembelajaran.

Peluang dan Tantangan

Tidak semua siswa memiliki ponsel, namun dari kondisi yang ada di lapangan, siswa tingkat SD saja telah memiliki ponsel. Jika melihat aktivitas mereka, penggunaan ponsel masih seputar chatting yang tidak jalas ujung pangkalnya. Jika sekolah melihat peluang ini, terdapat banyak inspirasi agar siswa semakain "belajar".

Suatu sekolah yang memiliki l.k. 1000 siswa jika 65% nya (sekitar 650 siswa) bisa membuat SMS pendukung pembelajaran ini, maka secara tidak langsung membantu operator selular, jika operator bisa memberikan keringanan kepada para siswa dalam memliki ponsel dan kartu perdananya, maka kerjasama "mutualisme" anatara pendidikan (sekolah) dan operator seluler akan terwujud. Bagaimana jika seandainya mayoritas sekolah di Indonesia menerapkan SMS pembelajaran ini? Mungkin kita sudah tahu jawabannya.

Penutup

Tidak semua pelajaran dapat diungkapkan lewat SMS, namun adanya peluang untuk SMS "sangat murah" dari suatu operator, dapat dimanfaatkan untuk pembelaran lewat SMS. Tidak hanya materi ajar saja, kegiatan konsultasi dan bimbingan dapat pula menggunakan SMS. Adanya keberatan guru/individu/siswa menggunakan SMS untuk diskusi, pada dasarnya diberatkan pada pulsa SMS yang mahal. Namun dengan peluang yang ada, hambatan SMS mahal ini sudah dapat diatasi. SMS sangat murah untuk semua operator belum tersedia saat ini, tapi setidaknya telah membantu komunikasi murah (seperti email) lewat SMS meskipun kontennya tidak bisa sepanjang email.

Gara-Gara Ntar

Rahasia Kuno Nusantara: Kenapa Kita Ngukur Waktu Pake Kedipan Mata? Pernah gak sih lo mikir, dari mana asalnya kata "sebentar" ata...