Kamis, 26 Februari 2009

Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi

Dalam tulisan ini dijelaskan bagaimana Orang Yahudi Israel dalam meningkatkan SDMnya, mungkin bisa menjadi motivasi. Namun yang menarik, semua kebiasaan mereka (Yahudi) yang dipaparkan di sini, hampir semuanya berakar dari ajaran Islam. Serasa disambar Gledek tulisan yang saya kutip dari milis Daarut Tauhid ini cukup menggelorakan jiwa. Apa iya? Ayo simak bersama...!



++++++++++++++++++++++

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"


Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?


Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.


Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.


Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.


Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"


Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."


Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.


Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.


Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.


Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.



Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),"
ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.



Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.


Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.


Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).



Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.

Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.


Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.


Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya.



Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

Anda terperanjat?


Itulah kenyataannya.


Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?


Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.


Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.


Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.


Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.



Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.


Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.



Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
"Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu.

Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ 0.7 /bungkus !!!


"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?


Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"


=========================


Quote: "Jadilah kamu manusia yang saat kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis; dan pada waktu kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum". (Mahatma Gandhi)

77 komentar:

  1. sudahkah Anda Peduli PALESTINA? silakan baca lebih lanjut http://islamarket.net

    BalasHapus
  2. yang baiknya bisa kita tiru...
    yang jeleknya kita tinggalkan ...

    salam...

    BalasHapus
  3. ya... kalo kita kan berpikirnya gak jauh.
    Orng Yahudi sudah merencanakan ide2 mereka 25-100 tahun ke depan...


    Salam

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Para pembaca semoga dirahmati Allah,,

    Tulisan yang didasarkan pada hasil penelitian DR Stephen Carr Leon,,,disebutkan bahwa "hampir semuanya berakar dari ajaran islam ", menurut pengulas.

    Ada beberapa hal dalam pandangan saya :

    Peneliti menyebutkan bahwa sejak dari dalam kandungan mereka mendidik anaknya dengan bernyanyi dan main piano,,,lha ini mah bertentangan dengan ajaran islam karena Allah mengharamkan musik. Jelas ini bukanlah berakar dari islam tapi dari si yahudi itu sendiri. Adalah sangat mustahil kalau Allah mengharamkan sesuatu lalu menurut hasil penelitian DR Stepehen adalah baik untuk meningkatkan kecerdasan anak,,,mustahil seperti "kuda masuk lobang jarum"

    Sebelum anaknya lahir mereka mulai mendidik anaknya dengan mengerjakan soal metematika walau anaknya masih dalam kandungan,,,ini menurut saya tidaklah ilmiah tapi "tahayul". Bagaimana mungkin mendidik matematik, wong otaknya aja belum sempurna dan pendengarannyapun belum sempurna pula,,,ini jelas sebuah dugaan yang jauh dari ilmiah. Saya punya bukti bahwa seorang anak yang tidak mendapatkan perlakuan demikian dari orangtuanya namun setelah masuk masa sekolah dia bisa menyelesaikan insinyur sipilnya dari ITB,,apa matematika di ITB lebih rendah dari yang di israel? tentu tidaklah, bahkan" anak" tersebut sekarang bekerja di singapur sebagai civil engineer di sebuah perusahaan milik perancis yaitu VSL, ditengah betapa banyaknya insinyur sipil dan matematika yang ada di sinngapura.

    Kalau memanah dan lari, nah ini baru ilmiah,,,karena ini adalah latihan konsentrasi dan disiplin,,,saya 100% setuju ini adalah ilmiah.

    Kita kaum muslimin harus berhati hati terhadap tulisan tulisan orang yahudi atau yang pro yahudi yang mereka menulis seolah olah ilmiah yang membuat orang islam yang maaf "belum paham" tercengang dan tertarik membaca lalu barangkali ingin mengikuti apa yang ditulis oleh mereka tapi sebenarnya itu semua adalah tipuan mereka belaka agar apa ?? YAITU AGAR KITA MAU MENGIKUTI GAYA HIDUP MEREKA SEHINGGA KITA TETAP AKAN DIKALAHKAN OLEH MEREKA SEPERTI SEKARANG INI"
    Cobalah liat sekarang ini,, dirumah kaum muslimin yang kaya kita akan gampang menemukan diruangan tamu mereka atau diruangan lainnya sebuah piano atau orgen atau satu set drum,,,,persis gaya hidup yahudi!!!

    Simaklah apa kata Allah di AlBaqarah ayat 120 :
    "Orang orang yahudi dan nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : " Sesungguhgnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang benar.
    Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah petunjuk datang kepada mu maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagmu"

    Lihatlah,,, sekarang dalam banyak hal kita sudah mengikuti kemauan yahudi seperti: sistem politik kita mengikuti yahudi yaitu berpartai partai dan ini sesuatu yang dilarang Allah dan tidak pernah dilakukan Rasul dan sahabatnya dan para ulama salaf,,,musik kita jadikan santapan dalam hidup kita sekian jam dalam sehari semalam hidup kita,,,,,pemuda pemuda islam saat ini gaya hidupnya persis seperti yahudi, pamer aurat , berpacaran dll,,,banyak sekali.

    Ingin anak kita menjadi "PINTAR"???,,,tak perlu kita mendidik mereka dengan cara yahudi tapi ikutilah bagaimana Allah dan Rasulnya mengajarkan kita mendidik anak. Kerana manusia "terpintar" adalah para sahabat Nabi, kemudian tabiin dan tabiut tabiin,,,yang mereka lansung dididik oleh Rasul ,,begitu seterusnya,,,mereka dididik dengan Wahyu ( Al Quran dan Hadis")

    Karena orang" pintar" adalah orang yang dirahmati Allah dan dimasukkannya ke sorga kelak Insya Allah,,,,,semoga kita termasuk orang yang "pintar" dalam pandangan Allah bukan dalam pandangan si yahudi

    Whallahu Alam

    maaf


    sunardi nurdin

    BalasHapus
  5. Assalaamu'alaykum
    Menarik sekali. Jika umat Islam bersatu, dengan sumber daya melimpah seperti di Indonesia, mungkin terwujud sebuah bangsa yang maju dan kuat, yang ditakutkan oleh Israel dan semacamnya? Bolehkah saya copy ke email, dengan mencantumkan sumber blog ini, dan saya link ke blog saya?

    BalasHapus
  6. takutlah kita kalo mewariskan generasi asap

    BalasHapus
  7. jangan sampe kita ninggalin di belakang kita generasi rokok

    BalasHapus
  8. yups....
    mubannnnnnnnnnnnnnnnnnnnjiiiir eh MUBAZIR

    Salam Kenal

    BalasHapus
  9. Balasan ...
    tentang: "hampir semuanya berakar dari ajaran islam “

    Maksudnya, jika org Yahudi menyanyi & piano, kita sudah ada bekal agar saat istri hamil, banyak baca Qur'an, lantunan al Qur'an itu memiliki irama khusus yag terbaik jika dibaca dengan makhraj dan tajwid yg benar. jd bukannya kita harus ikut main piano pak Nurdin..

    Contohnya, si Bocah 3 tahun hafal Qur'an di Iran, bukankah bapak dan ibunya belomba2 menghafal Qur'an saat hamil? Lihat hasilnya..

    Untuk Matematika, coba tanyakan teman2 yang hamil saat masih (sedang kuliah), umumnya anak2 mereka lahir dengan kemampuan yang lebih dari anak lainnya. Ini boleh dikatakan bukti (rahasia) umum.

    Untuk skill, kita dianjurkan untuk mengajari anak memanah, mengunggang kuda dan berenang. Sekarang bukan memanah, namun menembak, kapal selam dan kenderaan lainnya.

    Jadi, saat ini org Yahudi mengamalkan ajaran Islam (secara tidak langsung), sementara kita hanya bisa mengatakan, ada di Qur'an, Hadits dsb.

    Dan yg pasti, dalam tulisan ini tidak dianjurkan mengajar anak seperti org Yahudi. Tulisan ini hanya untuk menggairahkan kita dalam kembali ke ajaran Islam. Bukankah Yahudi sering mengambil inspirasi Sains-Tekno nya dari Qur'an?

    Salam, maaf jika kurang berkenan...

    BalasHapus
  10. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Pak Vandha semoga dirahmati Allah.

    Hal yang mendasar bagi seorang muslim adalah kita harus merasa cukup dengan apa yang Allah berikan petunjuk pada kita. Yaitu cukuplah islam itu sendiri sebagai satu satunya panduan dalam hidup di dunia ini,,,apa perlunya kita mengambil ibroh dari tulisan orang yang pro yahudi dan juga tidak ilmiah. Kecuali bila itu memang ilmiah dan empirik tentu kita boleh mengambil dari mana saja asal tak bertentangan dengan islam seperti musik yang diharamkan islam

    Tolong berikan bukti ilmiah pada saya kalau anak yang dalam kandungan ibu itu nantinya juga bakal hebat baca Al Quran seperti yang di iran itu. Yang ilmiah adalah ketika anak tersebut telah lahir dan telah sempurna pendengarannya dan otaknya maka barulah dikondisikan dalam lingkungan yang biasa membaca dan mempelajari Al Quran. Buktinya sahabat sahabat Nabi ketika mereka dalam kandungan tak biasa dibacakan ibu mereka Al quran wong mereka masih jahil dan jauh dari islam, tapi setelah mereka dewasa barulah mereka menghapal Al Quran langsung dari rasul sehingga hapalan dan bacaan al quran mereka adalah yang terbaik dan jadi acuan sampai saat ini.

    Jadi hal yang dikatakan ilmiah ketika bayi dalam kandungan kemudian apa yang menjadi kebiasaan ibunya ketika mengandung maka akan begitu pula anak itu nantinya setelah lahir,,, ini menurut saya hanyalah dugaan dugaan yang tak ilmiah.

    Anak akan menjadi pintar baca Al quran atau pintar matematik adalah bila setelah lahir kita kondisikan mereka dalam lingkungan Al Quran dan dalam lingkungan matematik ,,,tapi bukan ketika mereka masih dalam kandungan. Disamping hal yang sangat menentukan adalah kecerdasan yang memang Allah berikan pada otak seseorang yang sifatnya given dan tak sama untuk setiap orang sehingga kita didik kayak apapun anak kita dengan metematika tapi kalau emang otaknya "segitu" ya hasilnya juga akan "segitu" pula

    Cobalah ketika anak yang Bapak sebut pintar matematk itu setelah lahir lalu jauhkanlah dia dari lingkungan orang orang yang gemar matematik misalnya tarok dia di daerah terpencil yang matematiknya sangat buruk apa otomais dia akan jadi ahli matematik ?

    Jika dijawab bisa aja seperti para penemu penemu dalam bidang fisika dan matematika toh mereka bisa menemukan hal hal baru yang belum pernah ada,,,betul tapi itu kan hasil belajar setelah dia lahir didunia dan hasil dari dia bersungguh sungguh dan berminat akan hal itu,,,jadi bukan hasil dari lingkungan ketika dia masih dalam perut ibunya

    Saya tertarik merespon tulisan ini karena kenyataannya banyak sekali orang islam yang mendidik anaknya dengan cara yahudi itu,, yaitu dengan musik. Ada lagu lagu piano , lagu lagu biola dan musik apapun katanya untuk penyembuhan dan rileksasi atau agar anaknya jadi cerdas katanya, bahkan sekarangpun saya punya VCD bacaan doa untuk mengajari anak anak yang diiringi musik seperti musik yang mengiringi lagu pop seperti doa doa orang nasrani yang diiringi musik,,,masya Allah betapa jauhnya kita dari cara cara islam dalam mendidik anak.
    Belum lagi kalau kita bicara betapa saat ini kaum muslimin telah benar benar terbelit oleh musik dalam banyak kegiatan hidupnya sehari hari sementara Allah mengharamkan itu.

    Tampaknya memang orang orang yahudi telah berhasil mengelabui umat islam

    sunardi nurdin

    BalasHapus
  11. Maaf mas/pak Nurdin,

    Kalo bapak mau bukti, gak usah pake ilmiah2an jg bisa.
    Lingkungan kita bisa kita eksplorasi sendiri.
    Seperti yg saya utarakan sebelumnya, kita ambil yang terbaik.
    Tidak semua ilmiah itu benar pak,
    lawong saya di Prodi Fisika PPS - FMIPA ITB sudah terbiasa dengan yg namanya ilmiah.
    Jargon Ilmiah pun sering keliru pak, bukankah baru2 ini profesor di Jepang bunuh diri?
    Bukankah Evolusi yg katanya ilmiah mulai terlihat bobroknya?

    Masalah musik haram juga menurut Fikih, dan Fikih jg relatif kebenarannya.
    Fikih jg memperhatikan zaman, tidak semua pendapat dalam Fikih klasik benar mutlak.

    Masalah mendidik anak sejak kandungan,
    meskipun otaknya belum sempurnya itu bisa-bisa saja.
    Bagi Allah Swt apa yg tidak mungkin?
    Kalo saya berpendapat, sedangkan dididik dengan baik dari hamil aja
    hasilnya belum tentu baik, apalagi tidak?

    Jika mendidik sebelum lahir itu tidak memberi "warna",
    untuk apa nabi menyuruh kita memilih pasangan/jodoh dengan
    beberapa kriteria islami? Bukankah dengan bebet, bobot dan bibit
    akan mempengaruhi hasil?

    Terkait dengan piano dan sejenis, sy tidak manganjurkan, namun
    hikmah yg harus kita petik adalah, jika irama piano bisa memberi warna,
    kenapa tidak menggunakan irama al Qur'an dari sang Maha Irama?

    Maaf sekali lagi, mungkin kita sering mendengar dan membaca
    "berapa banyak golongan yg sedikit bs mengalahkan golongan yg banyak?"
    Kita selalu menggunakannya menurut persepsi kita, padahal coba kita balik,
    bukankah Yahudi itu sedikit? kenapa mereka bisa menguasai dunia?
    jawabnya:
    - mereka paham maksud "IQRAnya" al Qur'an, [hampir tidak ada mrk buta huruf]
    - mereka paham maksud "silih bergantinya siang dst ... ulil albaab " [mereka menguasai teknologi satelit dsb]
    - mereka paham bahwa rezeki turun 9/10 kepada pedagang, [mereka menguasai perdagangan]
    banyak ayat/hadits lainnya ...
    jd mereka mencoba menguasai ilmu pengetahuan, teknologi & informasi serta media dan perdagangan.

    Terkait dengan sahabat, generasi unggul itu (anak2nya) adalah hasil gemblengan
    para sahabat dengan perjuangan mereka. Saya berpendapat, anak2 unggul tidak jauh
    dari peran orang tua mereka di dalam kehidupan.

    Salam kenal kembali... maaf jika kurang berkenan

    BalasHapus
  12. Assalamualaikum ,,,Pak Vandha

    Tolong penjelasannya apa itu fikih klasik , apa itu benar mutlak dan apa yang Bapak maksudkan sang Maha irama

    Musik haram ada di surat Lukman ayat 6 lalu lihat tafsir Ibnu Katsir dan ada hadis dari Imam Buchori tentang haramnya musik

    TKS

    BalasHapus
  13. vandha INI YAHUDI GAK SI ?
    kok macam org yahudi ?
    kalau bukan yahudi ,kenapa gak perna menunjukan kemuslimannya dengan ucapan assalamualaikum terlebih dahulu ....

    diakah pemilik ini web ?

    vandha, kamu yahudi ya ?

    BalasHapus
  14. Terima kasih mak Rizki (Garut),
    Memang saya jarang menggunakan salam dan menunjukkan kemusliman sy di sini.
    Karena blog sy ini bukan membahas masalah agama. Ntar jadi rame dan sara, sy khawatir jd terpeleset.
    Satu lagi ... bidang keahlian saya bukan di "situ".

    Terkadang untuk menjawab komentar2 di sini harus cepat2, maklum dengan sempitnya waktu...
    Terkait masalah Assalamu'alaikum sy tidak mencantumkannya.
    Termasuk si mbak/ibu Rizki (Garut) jg tidak mencantumkannya, ya kan...? Hehehe

    Kemudian, kalo langsung kita menilai spt "kata si mbak", bisa repot,
    contoh:
    orang tua sy tidak memanjangkan Janggutnya
    (sementara kata nabi/hadits, janggut itu termasuk pembeda dengan Yahudi)
    terus orang tua si mbak spt ortu sy, apakah ortu sy & si mbak Yahudi?
    Wah, kalo begini... diskusinya jd rame nantinya ... dan menyimpang

    Kalo sy ditanya apakah sy Yahudi? secara agama jelas tidak,
    tapi mungkin tindak-tanduk saya sedikit banyak pasti ada (atau mendukung) meskipun kecil...
    Contoh:
    Saya belum bisa mengganti HP Nokia CDMA sy dengan merek lain (blm ada duit, hehehe) ...
    Karena setahu sy Nokia pendukung Zionis-Yahudi (jd terkait dengan produk tsb)
    Begitu jg terkadang kepingin sih beli air mineral yg bukan merek AQUA
    (soalnya DANON-produsennya) termasuk donatur Yahudi ... dsb
    Selain itu mungkin janji ada yg tidak sy tepati ...
    Hutang2 mgkn ada yg belum lunas (lupa x) ...
    Termasuk saya masih menggunakan bank konvensional & kartu kredit
    (sistem bunga/ribadan lainnya) untuk transaksi ...

    Mudah2an si mbak Rizki (garut) sudah murni dalam hidupnya ... (amiin)

    Saya pribadi ... maunya sih belajar dan belajar lagi,
    mudah2an tidak terkait lagi dlm mendukung "mereka"
    tidak menyerupai mereka ...

    Terus, saat ini jg orang non-muslim banyak dan bisa ucap salam,
    jd sy kira itu bukan hal yg sangat Urgen dibicarakan di sini...
    Contoh:
    Di kampung sy, 1 keluarga (1 rumah) aja ada 3 agama, apakah sy akan membahasnya? tentu tidak!

    Salam,
    maaf jika kurang berkenan ...

    BalasHapus
  15. Salam Wrwb
    Mungkin yg pertama sy jawab ttg sang Maha Irama
    sang Maha Irama? Allah itu yg menciptakan segala sesuatunya
    termasuk irama dan musik dariNya berasal
    pernah gak, dengar suara gerimis hujan? aliran sungai, ombak di laut?
    bukankah itu semua irama?

    sekarang tinggal kita aja ... silakan pilih mau iramaNya atau irama Syetan
    Saat ini ulama berbeda pendapat masalah musik
    bisa dilihat dari sisi irama dan syair

    yg pasti kita kan bisa membedakan antara Inul dan Ebit
    antara dewi persik (+syetan lainnya) dengan Raihan

    Fikih klasik, fikih yang membahas permasalahan sesuai zamannya ...
    Meskipun banyak produk fikih tsb yg masih kita pakai sekarang,
    terdapat sebagian yg bisa ditinggalkan
    contoh:
    Dalam fikih Imam Syafi'i syarat menjamak sholat: jarak perjalanan = l.k. 80 km
    tentunya pada moment2 tertentu hal ini bisa direvisi (lebih dipertimbangkan),
    kita bisa lihat pekerja2 dari luar kota Jakarta, meskipun jarak Bogor-Jakarta l.k. 40-60 km
    dengan kemacetan dan segala hal lainnya, perlu pertimbangan fikih kontemporer
    untuk bs menjamak sholat dengan rentang jarak tsb
    dsb ...
    belum lagi kalo dari Jakarta-Medan = l.k. 2000 km dengan pesawat cukup 2 jam
    bgm dengan syarat jarak (80 km) tadi? apakah tetap kita gunakan?
    tentunya tidak, lihat kondisinya ya kan?

    namun demikian, kaidah2 Fikih (klasik) tetap saja berlaku,
    karena itulah yg fundamental

    Ttg dalam tafsir Ibnu Katsir ada diungkapkan haramnya musik,
    apakah dijelaskan jenis musik dan syairnya?
    +kalo semua musik diharamkan,
    nabi jg saat pulang dari perang Badar disambut dengan musik
    So?

    Thanks ...

    BalasHapus
  16. Assalamualaikum

    Pak Vandha,,

    Bapak menyebut Allah dengan Sang Maha irama, ini mana dalilnya dari Quran atau hadis tolong sebutkan ya ,,bukan dalil akal Pak Vandha karena itu tak bisa,, masalah nya ini menyangkut Nama atau sebutan yang Maha gaib tidak bisa kita sendiri yang menetapkannya, harus dari Allah sendiri atau dari hadis karena Quran dan hadis adalah wahyu dari Allah,,jadi tolong saya minta dalilnya penyebutan Allah sebagai Sang Maha Irama! Penyebutan Nama Allah mutlak hanya dengan dalil wahyu (Quran dan Hadis saja),,,atau memang Bapak punya dalil tolong tunjukkan ke saya.

    Fikih yang bisa ditinggalkan jaman sekarang itu maksudnya gimana Pak,,,apakah karena sekarang orang bisa menggunakan pesawat terbang lalu tak diperlukan lagi keringanan dari Allah untuk menqhosor dan menjamak sholat?sehinggga fikih seperti ini boleh dihtinggalkan ? Lalu betapa banyak nanti fikih yang bisa kita tinggalkan karena udah ngggk cocok sama jaman? Bukankah islam telah lengkap sejak Nabi Wafat dan berlaku tetap sampai hari kiamat? Saya khawatir kalau kalau Pak Vandha teracuni oleh kebodohan pemikiran Ulil Absar,,,,semoga bukan. Lihatlah orang orang JIL itu dengan fikih lintas agama mereka sebagai jawaban untuk fikih klasik yang udah tak cocok dengan kekinian kata mereka,,,juga lihatlah pemikiran orang orang Paramadina,, lihatlah Prof Musdah Mulia apa kerjaan dia dalam merusak Al Islam?,,,,semoga Bapak jauh dari itu semua.
    Kaidah Fiqih sudah selesai bahkan sejak Nabi Wafat sampai hari kiamat tak akan berubah buktinya Sahabat sahabat Nabi adalah orang yang paling paham ilmu fikih ,,makanya ulama salaf mengambil fikih dari mereka karena sahabat Nabi belajar fikih langsung pada Nabi.
    Namun unuk hal hal yang belum ditemukan pada jaman Nabi dan belum ada keterangan apa hukumnya maka ulama tentu bisa berijtihat berdasarkan kaidah fikih yang sudah selesai itu, Contoh : Rokok baru diharamkan saat ini tapi pengharamannya adalah berdasarkan Quran dan Hadis juga yang udah selesai diturunkan Allah sejak 15 abad yang lalu.

    Jadi fikih adalah fikih dan hal hal yang sebaru apapun bisa dipecahkan oleh ulama berdasarkan kaidah fikih yang udah selesai , jadi tidak ada itu produk fikih yang bisa ditinggalkan.

    Madsalahnya apakah fikih yang kita buat adalah fikih yang dipahami sahabat Nabi??? inilah inti masalahnya karena orang syiah juga bicara hikih, orang khawarij juga bicara fikih, orang JIL dan Paramadina juga bicara fikih tapi mereka jauh menyimpang dari fikihnya sahabat Nabi,,,itulah problem timbulnya kesesatan dalam memahami islam

    Kalau Nabi mengharamkan semua alat musik maka artinya semua alat musik adalah haram kecualai kalau ada hadis lain yang menunjukkan adanya pengecualian.
    Jelas musiknya Ebiet dan Musiknya Raihan juga Haram karena sama sama menggunakan alat musik.. Inul dan Persik nggak usah kita bahas toh?

    Nabi disambut dengan musik ketika pulang perang Badar?, tolong tunjukkin hadisnya Pak Vandha apakah
    shoheh?

    Memang ada pengecualian yaitu dibolehkannya anak anak menyanyi dengan iringan rebana di hari Raya Ied dan dihari pernikahan ,,,,tapi hukum asal nyanyian dan musik adalah Haram kecuali yang dibolehkan Rasul tersebut,,,namun tidak bisa itu dijadikan dasar menghalalkan musiknya Ebiet, Raihan atau Oma irama karena terkena pada pengharaman alat musik secara umum dari Nabi sendiri.,..Kalau mau,, baca buku Polemik Musik dan Lagu karya Muhammad Nashiruddin Al Albanni
    disitu dikupas tuntas perbedaan pendapat ulama.

    Begitu dulu Pak Vandha

    sunardi nurdin

    BalasHapus
  17. Salam Wrwb

    Wah kalo begini, pantesan kita tertinggal pak
    Sedikit2 dalil, sedikit2 dalil... Allah itu kan Maha dari yang Maha ...
    Maha Irama mmg bukan 1 dari 99 asmaul husna, tapi itukan turunan dari Sifat2nya...

    Alam semesta ini berirama pak, sesuai dengan hukum2Nya
    Bukankah elektron mengelilingi inti atom dengan irama
    Bukankah 2planet mengelilingi Matahari (1 tahun sampai ratusan tahun) dengan irama?
    Bukankah matahari mengelilingi galaksi (jutaan tahun) dengan irama?
    Bukankah orang tawaf mengellingi ka'bah mengeluarkan irama (bacaan2 nya)
    Bukankah anda membaca Qur'an dengan irama

    Siapa bilang musik Ebit G Ade haram (ada2 aja) ...
    Raihan juga Haram? terus, Islam punya apa untuk menandingi gejolak Musik (yg haram di pasaran)?

    Sebaiknya bapak banyak membaca buku dan jangan hanya membaca buku2 klasik
    Apalagi buku2 dari kalangan Salafi, sy lihat banyak yg "Aneh" (=selalu membenarkan diri sendiri)
    Walaupun buku2 tersebut banyak yang bagus.

    Terkait masalah JIL, itu tidak menjadi bahasan kita, sy jg tidak sepaham dengan pikiran mereka
    Manusia ada 6 Milyar, apa bapak mau mengatur semua manusia dengan Islam (versi bpk)?
    Kalu memang bisa, kenapa Nabi pun tak bisa mengarahkan pamannya?

    Terkait dengan Nasiruddin, apakah beliau tidak lepas dari salah?
    Saya berharap beliau Rahimahullah benar
    Terus apakah cukup satu buku yg kita baca?

    Terus, kita tahu bahwa banyak org islam tahu hukum Sholat itu wajib, terus mereka tidak sholat, kita mau ngapai?
    Pernahkah bapak bilang sama mereka, kalo mereka sedang menuju NERAKA? Berapa banyak mereka tak puasa? Berapa banyak mereka menginggalkan kewajibannya?

    Selain itu, kalo semua musik haram, berarti insinyur2 pencipta alat musik jg makan uang haram karena mendukung?
    Kemudian, uangnya dibelikan belanja di toko bapak, apakah uangnya jadi haram?
    Ntar juga gaji PNS bapak bilang haram, karena didalamnya ada pajak Rokok, pajak minuman, pajak diskotik dan sebagainya

    Terus apakah bapak pakai uang kertas? uang itu dicetak dengan biaya dari pajak negara, sudahkah bapak buang uang kertas bapak?
    Bapak mungkin membangun rumah, tukangnya ada yang perokok, pemabuk, gak sholat dsb, kira2 rumah bapak layakkah untuk dijadikan tempat beribadah?

    Saat ini yg terbaik bukanlah memberikan DALIL-DALIL, yang penting adalah sejauh mana kita bermanfaat bagi orang lain. Bukan menyalahkan! Jika bapak terus begini, yakinlah Islam yg seharusnya bangkit malahan menjadi melempem. Kalopun bapak benar dengan anggapan semua musik HARAM, kira2 manfaatnya apa untuk umat yg sekarang ini lagi "berantakan"?

    OK, mungkin kita tidak sepaham, coba kita cari diskusi lain yg lebih bermanfaat

    Salam wrwb

    BalasHapus
  18. aslm
    bagaimana mereka sebegitu terperincinya dalm mempersiapkan 'senjata'2 mereka?
    saya menanggap bhwa anak2 mereka adalah senjata yang disiapkan untuk menghancurkan qta..

    kejam sekali,,

    BalasHapus
  19. ya itulah
    yang penting bagaimana kita juga harus siap2....

    BalasHapus
  20. Dari diskusi kita sebelumnya dan terakhir, sy simpulkan anda terlalu cepat menilai orang.
    kalo menurut sy, anda lebih baik banyak belajar lagi. Enak saja anda mengatakan orang jemaah Tabligh itu sesat (bid'ah).
    Syech Abdullah bin Baz aja mendukung gerakan mereka. Dan banyak gerakan lain...2Z

    Makanya pak, jangan baru belajar sedikit ilmu dan cuma ikut pengajian di Salafi anda memberikan statement yg mengada-ngada. Hampir Semua gerakan menggunakan Qur'an Hadits dalam dalil2nya. Jangan menganggap manhaj salafi itu yang benar pak. Kalo gak ikutan salafi kenapa rupanya? Emangnya tidak bisa mengamalkan islam?

    Aduh pak, saya jadi malu melihat pemikiran bapak betapa sempitnya. Kalo sy khwatir, saat pemahaman bpk atau orang Islam tdk bisa menjawab permasalahan/realita saat ini, ntar jadinya Islam bernasib sama seperti dipenggalnya kepala Galileo karena "seolah2" berseberangan dengan gereja. Padahal pihak gereja/kristen yg salah...

    Kalo masalah jemaah Tabligh, saya kira bapak + guru2 bapak terlalu "LANCANG" menilai. Emangnya bapak sdh mempelajarinya betul2 ? Jangan2 bapak cuma dapat info dari guru dan bapak telan mentah2. Memang seorang guru kalo memberikan informasi menjadi pahala (kalo benar), kalo salah? Bagaimana kalo pengajian bapak yang saya bilang BID"AH?

    Masalah kontekstual tentu saja paling penting pak, maksudnya jelas, kan berbeda zaman, beda pula kehidupannya dan masalahnya.

    Masalah pakaian melewati mata kaki itu urgen, tapi masih banyak yang lebih urgen pak. Lihat aja sekeliling bapak, berapa banyak yg gak sholat, gak puasa, gak zakat....? Masalah pakaian bisa nomor sekian pak, tp kalo masalah yang 5 utama masih berantakan bgm?

    Jadi, silakan pak banyak2 belajar,
    Jangan SUKA MENYALAHKAN ORANG!

    BalasHapus
  21. Kalo sy pak, lebih senang membicarakan masalah tetangga yang terhimpit kemiskinan, dan mencari solusinya bagaimana. Saya lebih senang membahas peningkatan kualitas hidup seseorang, ketimbang membicarakan kelemahan2 dan saling menjatuhkan.

    Saya lebih senang memberi (tidak harus materi), sy suka membahas dan mencari solusi untuk kepentingan orang banyak maupun pribadi.

    Masalah musik, saya kita tidak perlu dibahas banyak2, karena banyak orang tak sholat di sekitar saya. Dan masih banyak "pak Haji" yg berulang ke tanah suci Mekkah, sementara tetanggnya harus gali-tutup hutang untuk masalah hidupnya... Atas dasar ini, sy lebih senang dengan Daarut Tauhid ketimbang Salafi, lebih senang Kalam Salman ITB ketimbang banyak teori dan membicarakan Dalil2.

    Sy lebih senang membicarakan Ekonomi (perbankan syariah) Islam dalam praktiknya, ketimbang berdiskusi tentang teori2nya saja. Saya tetap mengatakan Perbankan Konvensional Haram, dan masih tetap menggunakan fasilitasnya sebelum Perbankan Syariah benar2 mapan/mumpuni.

    Selain itu, ada pertanyaan2 sy yg belum bapak Jawab, yakni apakah bapak masih pake bank Konvensional dan ATMnya? Saya lebih senang untuk membahas masalah BESAR ketimbang masalah2 ranting/dahan. Pasti bapak setuju dengan Haramnya RIBA (praktiknya di bank konvensional banyak), dan itu lebih besar masalahnya ketimbang masalah MUSIK & PAKAIAN di atas mata kaki.

    Jadi pak, ketimbang energi bapak habis untuk membahas masalah2 kecil, lebih baik kita membicarakan masalah2 besar. Mendingan mendirikan sebuah usaha yang bisa memberikan manfaat yg besar kepada para kepala keluarga yg ekonominya morat-marit ketimbang bapak suguhkan dalil kepada mereka. Terkadang, mereka memilih Indomie 1 kotak, ketimbang memilih dalil2 yg "mereka anggap" tak mengubah nasib mereka.

    Tambahan,
    Kenapa bapak anggap Walisongo pun sebagai cerita/dongeng? Wah bapak kelewat batas, tak perlu sy katakan bapak mengambil hak Allah, melampaui RasulNya dsb seperti seolah2 itu benar.

    Dan yg sy pelajari, Salafi lebih cenderung ke mazhab Maliki yg keras. Mungkin di Arab Saudi yg tidak lagi (mgkn sudah makmur) memikirkan masalah ekonomi, sehingga untuk penegakan Dalil-Dalil "semakin" mudah. Dan tentunya ini sangat berbeda, jika dibicarakan gamblang terhadap orang2 yg sehari mendapatkan Rp. 10.000-20.000,- untuk membiayai kehidupan anak-istrinya.

    Jadi, mari memikirkan hal2 yg Urgen, salah satu ketinggalan umat Islam adalah memang diperdaya untuk membahas hal2 Khilafiyah, hal2 Sunat (bukan wajib), dan lucunya Hal ini telah digencarkan oleh Snouck Hurgronye dulunya dalam perang Aceh, dengan tujuan agar umat Islam terlarut dalam masalah ini aja. Ya, seperti yg bapak (+Salafi) gelontorkan, masalah "ini bid'ah, "ini haram", "ini gak boleh", ini xxxxxxxx" dsb !

    Jadi, coba bapak selidiki, kira-kira umat Islam masih dijadikan Kuda Tunggangan apa tidak? Jangan sampai strategi Snouck Hurgronye masih bapak telan mentah2 (padahal itu sudah 2 abad yg lalu). Apa kita mau kembali ke zaman batu?

    Salam untuk Perbaikan ...
    "Ya Allah, cerahkan pikiran sahabatku Sunardi Nurdin, mudahkan dia dalam memahami agamaMu, begitu jg aku"
    Aku tak bisa memberikan hukum,
    mengatakan lebih baik dan memvonish orang lain salah

    BalasHapus
  22. Salam wrwb
    Pak, sebelumnya sudah saya katakan, adalah lebih baik membicarakan yg urgen. Kalo menurut pemahaman bapak pakaian isbal (celana gantung) itu wajib, silakan. Sayangnya pemahaman saya tidak seperti itu, sy tidak memahami teks hadits dan Qur'an seperti apa yang tertulis, karena yang sering adalah SALAH. Meskipun bapak bersikeras menyatakan itu wajib, sy tetap tidak sepaham. Dulu saya seperti itu, pakai pakaian digantung, kalau panjang sy gulung. Namun karena alhamdulillah saya bisa belajar terus, akhirnya sy bisa memahami islam tidak SAKLEK atau tekstual saja.

    Dan yang sy pahami saat ini, Salafi membicarakan ISLAM hanya 4 penjuru saja, yakni: HALAL-HARAM, SURGA-NERAKA.
    Mudah-mudahan, bapak diberikan pemahaman agama yang lebih baik lagi, begitu juga saya. Amiin.

    Masalah jemaah Tabligh, sy menyatakan: BAHWA JEMAAH TABLIGH itu lebih baik ketimbang Salafi. Kalo bapak mau cari buku Fatwa Abdullah bin Baz, silakan cari sendiri. Bapak kan punya rujukan untuk itu. Sekali lagi ada baiknya bapak teruslah belajar, jangan cuma 1 saja (misal: Salafi). Alhamdulillah, sy sudah pernah mengikuti Tarbiyyah, HMI, Salafi, Tabligh, dan pengajian2 lainnya. Dan yg saya pahami, Islam membawa kebaikan, bukan menjadikan orang jauh dan takut padanya.

    Banyak jemaah salafi di sekitar sy dan teman2 sy, tapi tak satupun mengatakan spt bapak bilang, mungkin karena mereka lebih memahami Islam. Jangan2 bapak mengada2, buktinya di mesjid dekat sy tinggal banyak juga jemaah salafi dan tabligh, aman2 aja tuh.

    BalasHapus
  23. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Ok Pak Vandha terimakasih banyak Bapak telah mengizinkan saya untuk berbicara di blog Bapak ini,,,,Bapak adalah saudara saya,,,,kapan kapan boleh saya mampir lagi ?

    Tetaplah kita dalam silaturahmi ,,,

    Mohon maaf banyak banyak,,,,

    sunardi nurdin(didikohill@yahoo.com)

    BalasHapus
  24. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Alhamdulillah,,,,,,,,,

    Makasih banyak banyak dan maaf banyak banyak Pak Vandha''''''''

    Atas nasehatnya,,,,,

    Saya lahir di Bukittinggi,,S 1 dari IPB Bogor

    sunardi nurdin,,,,,,,,,,

    BalasHapus
  25. Salam Wrwb
    Tulisan ini telah saya baca dulunya, termasuk di buku Organisasi2 Kepemudaan Islam Dunia, isinya sama.
    Buku ini telah lama terbit. Tulisan yg bapak kutip ini adalah buku yang awal (lama), yang mana dalam buku ini disebutkan alasan Haram/Bid'ahnya Tabligh, tp sayang informasi yg diberikan kepada para Syaich di Arab (khususnya Salafi) dari orang-orang yang salah memberikan info. Sehingga beliau salah memberikan Fatwa.

    Buku berikutnya Kalo gak salah judulnya "Menyingkap Kesalahpahaman terhadap Jemaah Tablih", telah memuat permintaan maaf Syaich Abd bin Baz (sblm wafat), dan selanjutnya mendukung Gerakan Jemaah Tabligh. Alahamdulillah Jemaah Tabligh saat ini telah ada di 200+ negara, dan tiap hari kita lihat semakin banyak orang yang mendapat hidayah berkat usaha mereka.

    Pak Nurdin yang sy sayangi, terimakasih atas infonya.
    Mohon diperbanyak bacaannya, jangan dari 1 buku saja (khususnya dari kalangan salafi). Saya pribadi, mendukung Jemaah Salafy, silakan aja pak. Dengan mapannya pak Nurdin dengan dalil-dalil, sy kira bapak bisa membantu (meluruskan) jema'ah2 lainnya termasuk orang awam di Jemaah Tabligh.

    Sampai saat ini, buku Hartono Abd Jaiz jg tidak memuat JT sebagai salah satu gerakan bid'ah/sesat. Padahal dalam bukunya, beliau mencantumkan puluhan-ratusan aliran sesat di Indonesia/dunia.

    Sy pernah ikutan JT (beberapa hari), tak satupun yg dituliskan para masyaikh (yg bapak kutip itu) ada dalam amalan saat khuruj, yang ada (dan utama) "bagaimana caranya Orang2 seantero dunia mendapat hidayah", yg sdh mendapat hidayah bagaimana caranya agar ikut ambil bagian dalam usaha dakwah.

    Apalagi dikatakan masalah Tarekat, Muhammad Ilyas, kok sy lihat makin bertentangan dengan yg saya alami, banyak teman sy jg sudah ke IPB (4 bulan), gak ada masalah tarekat dibahas?

    Mungkin itulah pak, karena informasi yg kita terima hanya 1 arah, jd kita bisa terprovokasi. Yang saya tahu, JT merupakan jemaah yg paling ditakuti AS & PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) saat ini, karena gerakannya mendunia dan tak dapat dihempang. Mereka (PBB) berkeinginan agar jemaah (para ulama di IPB) ini dihentikan.

    Mungkin pak Nurdin merasa aneh ya? Lain info yg bapak terima, lain dari saya. Alangkah na'asnya pak, kalo sempat kita memberikan/menyebarkan info yg salah kepada orang lain. Begitulah, mereka (orang2 kafir) menguasai Informasi, agar bisa menguasai dunia.

    Dengan menguasai Media/Informasi, diharapkan kita jadi berpecah-belah, dan mereka akan sangat mendukung apabila ada yg "spt ini" (termasuk debat/masalah khilafiah). Bahkan mereka tidak segan2 mendukung pencetakan/penyebaran buku2 provokasi, termasuk kristenisasi dsb.

    Saat ini, mungkin yg lebih baik bagi kita (umat Islam) adalah bagaimana juga bisa menguasai informasi & media. Berapa banyak penduduk dunia yg termakan provokasi WTC 9-11 ? Ya karena media dikuasai mereka, belakangan kita lihat (informasi+data-nya), tak satupun pesawat yg menabrak gedung, gedung hanya diledakkan (bukan runtuh karena ditabrak). Berita di TV ternyata trik kamera/animasi tabrakan pesawat dll. Alhasil, dengan korban 2 gedung, mereka dapat 2 negara (Afgan + Irak), beserta isinya.

    Itu masih WTC, mungkin banyak lagi yg lain.
    Sy kira, contoh di atas bs menggairahkan kita untuk Cek & Ricek terhadap info2 yg datang darimana saja, termasuk buku dan fatwa yg beredar. Jangankan buku (media) karangan ulama pak, alQur'an pun sudah mulai disisipi untuk Ghozwul Fikri.

    Semoga tercerahkan.

    Pak Nurdin dari Bukit Tinggi, dulu banyak ulama di sana, dan amalan agama hidup di masjid dan rumah2, sekarang? Wallhu a'lam. Mungkin menyisakan sedikit waktu untuk memikirkan kehancuran ummat akhir zaman dan cara mengobatinya lebih baik saat ini ketimbang "bahasan kita yg lalu", Mari bahu membahu.
    Semoga ...

    Salam Wrwb

    BalasHapus
  26. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    OK Pak Vandha kita telah berdiskusi panjang lebar dan masing masing kita telah menuliskan apa yang dipahami dan masing masing kita juga udah saling mengajak,,,tiba saat nya saya kira saat ini kita sudahi dulu diskusi kita dan kalau boleh saya mampir lagi di blog Bapak dengan topik lain tentunya,,semoga Allah mengampuni kesalahan kita,,,niat saya Insya Allah dalam rangka menjalain silaturahmi sesama saudara walau kita tak pernah bersua,,,

    Semoga Bapak juga tak segan mengontak saya di email adress didikohill@yahoo.com,,dan email adress Bapak sudah saya masukkin di adress book saya kalau Bapak tak keberatan tentunya

    Semoga Allah menjaga Bapak sekeluarga

    banyak maaf,,,,,sunardi nurdin

    BalasHapus
  27. Salam Wrwb

    Terimakasih pak atas diskusinya.
    Semoga kita selalu di JalanNya

    Salam Wrwb

    Vandha
    | Educator | Motivator | Technopreneur | Internet Marketter |

    BalasHapus
  28. Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Wah wah keren ...
    tapi sayang baru baca ya aku ...
    sebenarnya singkat saja ..
    kita itu menjalani hidup itu juga tidak boleh terlalu mengacu pada agama karena kita hidup di tengah-tengah masyrakat yang menganut berbagai agama. tapi yang jelas kita harus tetap berpegang teguh pada apa yang kita yakini. klo masalah musik yang diharamkan, sekarang sudah banyak musik sholawat, hadrah, dan sebagainya. Jadi sebagai orang nasional saya hanya bisa katakan ambil baiknya saja tapi jangan sampai kita terlalu jauh meninggalkan ajaran yang kita yakini. Sekarang kita lebih banyak berpegang pada Al-Qur'an, tapi disekitar kita lebih banyak yang nasional artinya kehidupannya global saja. selanjutnya apa kita akan pergi menyendiri dengan kehidupan mereka dan memilih kehidupan sendiri. Tidak mungkin, karena kita itu makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain. kita mati saja butuh orang untuk menguburkan kita. Jadi kesimpulannya, Pegang teguh apa yang kamu yakini karena zaman sudah kembali menuju ke zaman seperti Nabi belum dilahirkan. Dan bagi siapa yang bisa bertahan, dialah yang akan menang. Mengingatkan boleh. Tapi jangan memaksa karena itu juga tidak boleh dalam setiap agama, apalagi yang lain agama. OK. Damai aja yang penting kita bisa hidup rukun. Masalah akhirat, ingatkan kalau ada yang salah, kalau tidak bisa ya sudah, berarti kewajiban kita sudah gugur untuk mengingatkan orang itu. So itu sudah menjadi tanggung jawab masing-masing.

    Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

    BalasHapus
  29. yups, terimakasih ...
    argumennya bagus dan saya setuju tuh

    salam ww

    BalasHapus
  30. Pendapat segitu aja repot...
    ha ha ha ha ha ha
    Indonesia...........
    yang pasti... Indonesia bukan negara Islam...
    Peace man......
    Saya bangga jadi warga Indonesia...
    Saya bangga dididik tidak melihat perbedaan...
    Saya bangga dididik mencintai dan menghormati orang lain... walaupun dia beda pendapat dengan saya...
    Saya bangga dididik tidak melihat atau menilai pendapat orang lain dari sudut pandang ideologi yang saya anut...
    Hidup Indonesia...
    Semoga Warga Indonesia semakin maju dan semakin dewasa... dalam iman.. dalam politik... dalam pola pikir... dalam etika... dan dalam segala hal...
    Salam

    BalasHapus
  31. senang kenalan dengan anda

    Salam Pendidikan

    BalasHapus
  32. SKIAn banyak tanggapoan ...punya mas DIdi adj yg sy bc...sy spakat dengan kata YA!!
    jang tiru yahudi
    tetap berdasar Al-Quran dan Al-Hadis

    HATI-HATI ,JAGA HATI TETAP MENGHARAP ILLAHI ROBBI MELINDUNGI!

    BalasHapus
  33. intinya kan sudah dijelaskan dalam Al Quran dan Hadist, kita hanya perlu mendalami, tidak seperti organisasi bid'ah seperti JIL yang lebih berdasar kepada hak asasi manusia yang didasari dari pernyataan JFK ato siapalah (pres. amerika)...

    mungkin klo ada dari pihak JIL yang melihat ini, mungkin dia berkata"SERINGNYA KITA MELIHAT HANYA DARI SATU SUDUT, BAGAIMANA DENGAN SUDUT YANG LAIN?"

    klo begitu LIHATLAH DARI SUDUT PANDANG ISLAM

    BalasHapus
  34. Setuju... thanks ya.. atas masukannya

    BalasHapus
  35. assalam.wr.wb
    seru sekali bacanya pak vandha...
    tak terasa aku baru baca ini setahun kemudian. tak apalah, namanya juga belajar...
    aku sepakat bahwa kita harus bisa melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda-beda. tidak harus langsung memvonish. karena kita bukan Tuhan, kita sama-sama masih harus belajar. kebenaran dan kesalahan kita dan orang lain, cukuplah Allah yang memiliki hak untuk memvonisnya. bukan kita.
    tapi kita juga harus ingat, selain menjaga hubungan baik dengan ALLah, kita juga harus menjaga hubungan baik dengan sesama makhluknya.

    ohya pak, aku tertarik dengan yang pak vandha bilang, lebih urgent membahas kasus kemiskinan daripada membahas tentang celana ngatung...

    aku aktif menjadi relawan yang mengajar banyak hal kepada anak-anak jalanan Ciroyom dan Cimahi, pengennya seh buka cabang belajar lagi di Cimindi atau tempat-tempat lainnya yang ada anak jalanannya.
    kalau bapak tertarik bapak bisa buka blog kami di rubelciroyom.wordpress.com...atau add facebooknya di rumah belajar ciroyom.
    email kami: rubel_ciroyom@yahoo.com
    untuk cimahi
    cimahibelajar.wordpress.com
    facebooknya di cimahibelajar
    email: cimahibelajar@yahoo.com
    atau bapak bisa hubungi_081809543821
    atas nama fitri muflihah
    dengan email: fitri.muflihah@yahoo.com
    facebooknya: piets morgue

    okeh bapak, kami tunggu bersama sampah juga baunya...
    ***maaf malah promosi**heheheheh

    BalasHapus
  36. kepada pak didi...,
    maaf sebelumx,
    pak, bapak tu udah ketahuan bodoh nya, msh aj mmbela diri dengan pendapat2 konyol bapak..!!!!!!!!
    masak bapak ngak bisa menganalisa maksud2 orang, jadi klu bicara sama bapak hendakx harus detail pak ya..???? baru bpk bs ngerti..........

    BalasHapus
  37. thanks ya Alvin, doakan sy biar bisa terus berkarya, untuk kepentingan ummat

    Amiin....

    BalasHapus
  38. belajar sejarah dan terima realita

    BalasHapus
  39. Assalamu alaikum.......
    Pak Vandha,
    Saya juga bodoh, jadi jangan kuatir anda masih ada temannya :)
    Karena saya bodoh, saya menjadi terpacu menjadi pandai. Memang saat ini banyak yang mudah berbicara tapi sulit untuk mendengar. Saya rasa bapak sangat mudah mendengar dan sangat teliti dalam menganalisis. Salam kenal.

    BalasHapus
  40. saya adlah orng indonesia. Saya ingin merubah nasib indonesia dari keterpurukan, akan tetapi saya ini masih siswa smp. Saya tidak tau apa yang harus saya lakukan,karena jujur saja orang-orang indonesia sangat susah sekali untuk diajak berpikir secara dewasa. Seperti teman-teman saya, saya mencoba mengajak mereka untuk menjadi generasi muda yang saling bersaing secara sehat. Akan tetapi mereka hanya berpasrahkan kepada nasib. Jadi apa yang harus saya lakukan

    BalasHapus
  41. pak vandha sdh prnah ke israel blum,trz pak vandha sdh prnh bertamu n mkn dgn kluarga disrael blum ya?????.
    maaf kl saya mengajukan prtanyaan ini,krna yg saya alamin dsana kog brbeda jauh sm yg dtulis sama si stepen itu ya.....
    Slama saya dsana kayaknya masalah merokok aman2 ja kog pak,malah saya sering merokok waktu abis mkn di acra mkn malam kluarga dsana,dan mereka welcome bngt kog ma org perokok,malah dsn jg banyak kog pak wanita perokok,tp memang disana jauh lbh tertib dr pd dindo pak....

    BalasHapus
  42. salam ukhuwah saudaraku.

    Terima kasih banyak pak atas informasinya,walupun saya baru membacanya sekarang,tpi,banyak hal yang saya kurang setuju dengan penelitian diatas dan pendapat anda,
    disini saya tidak mengatakan apa hukum musik itu,tpi Islam itu menganjurkan kita untuk menididk anak2 kita juh sebelum kehamilan yaitu pra nikah,kita disuruh untuk memilih calon ibu sianak,begitu juga waktu hamil,disuruh untuk membaca alquran,bukan bermain piano ataupun musik,mari sama2 kita lihat dan mengkaji i'jaz "Ilmi.ada penelitian menunujkkan,bahwa bayi dalam kandungan yang dibaca alquraan jauh lebih tenang dari pada bayi yang tidak dibaca alquran,ini baru sebagian kecil.

    satu lagi,sayan kurang setuju dengan pendapat anda yaitu "Jadilah kamu manusia yang saat kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis; dan pada waktu kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum”. (Mahatma Gandhi) "

    anda mengatakan mahatma Gandhi.yang mengatakan kata bijak tersebut,padahal itu berasal dari ulama islam dulu,ada syairnya didalam bahasa arab,a.

    jangan suka merngatakan kata2 itu dikatan oleh ilmuan non muslim padahal kata2 itu jauh hari telah dikatakan oleh ulama2 kita.

    BalasHapus
  43. untuk tahu sesuatu dan budaya di daerah lain, kan tidak harus pergi ke tempat tersebut. bisa baca buku, intenet dan lainnya. untuk mengukur panas permukaan Matahari jg tidak harus pergi membawa termometer ke Matahari, ya kan?

    BalasHapus
  44. buat pak Didi..
    kalau semua mengikuti saran anda,, bangsa in ngak bakal maju,,
    dan selalu menjadi bangsa yg keterbelakangan,,
    anda termasuk orang yg bodoh tidak bisa memahami maksud orang tongkosong nyaring bunyinya itu cocok buat pak didi,
    fanatik si boleh ya pak, tapi cukup bapak aja yg menjalankan,

    maksud dari pak vanda itu benar,, itu suatu pelajaran buat saya.
    untuk pak vandha thx artikel'a, brarti banget buat saya..
    disiplin dengan hal yg masuk akal itu itu yg harus di biasakan sejak dini,,

    BalasHapus
  45. Jika itu perkataan Nabi, atau Ulama, mohon dikonfirmasi referensinya.
    Thanks

    BalasHapus
  46. ya, setuju. yg baik kita patut contoh,, dan yg buruk kita tinggalkan.
    semua itu hanyalah titipan Ilahi, begitu jg dg ilmu. setiap makhluk di dunia ini akan di minta pertanggung jawabannya

    BalasHapus
  47. subhanallah...
    ternyata diskusi pak anda lebih menarik dari artikel yang bapak tulis di halaman ini...

    hamasah pak...

    BalasHapus
  48. :) trimakasih pak vanda...saya cuma pembaca yg sedang belajar agama(tak pandai)..saya pun tak tau salafi,tabligh atau apalah, yang saya tahu cuma saya beragama islam :)
    membaca artikel sampe comment beruntut...saya lebih setuju dengan pendapat pak vanda...di situ kelihatan siapa yang lebih berilmu...islam itu universal....isi kandungan dalam alquran pun sangat luas, tak bisa dilihat dari satu sudut pandang saja, itu yg menjadikan kenapa tinta sebanyak lautan pun tak akan mampu menuliskannya...

    salam
    hamassah!!!

    BalasHapus
  49. Maaf, tadi saya melihat ada comment yg bilang kalo Allah mengharamkan musik.....
    Kalau begitu, maka silahkan anda sendiri yg hidup didunia yang kosong yang sunyi senyap tanpa musik.
    Apa buktinya kalau Allah mengharamkan musik??
    Bahkan dalil shahih yang menyatakan kalau menggambar hewan dan manusia adalah haram itupun juga diperuntukkan bagi tujuan musyrik dan Pornografi....bukan larangan sebagai pengetahuan dan hobi....

    BalasHapus
  50. ya, namanya juga koment org pak/mas. Positif aja,....

    BalasHapus
  51. musik tidak haram....musik adalah ungkapan universal....qasidah juga kan musik....maka sesuatu yang benar raalita adanya bisa kita tiru untuk di budayakan....cara mendidik anak,merangsang otak anak dalam al,quran juga cukup jelas,sperti nyanyian muslim,qur'an hadits,adzan dan lain yang sifatnya bisa merangsang otak janin dalam hal yang positif....ransangan jiwa dan otak anak sejak janin sudah merasakan....bukti Ibu yang hamil mengalami kekerasan,trauma saat hamil efeknya pada anak bayi setelah lahir...maka dari itu Ibu Hamil perlu perhatian.Budaya Indoneisa pada Umumnya bukan budaya muslim seluruhnya

    BalasHapus
  52. Siapa Albert Einsteint,,,Steven ford,Mark Twain...?dan masih banyak lagi....beliau adalah ahli fisika suku Yahudi,kalau boleh saya katakan kecerdasan Yahudi menguasai dunia meski jumlah manusianya sangat sedikit,suku Yahudi 40% beragama Budha,25% Kristiani dan sisa dari itu sebagian tak beragama(Bebas)tapi suku Yahudi cukup jelas kebudayaan pola hidup mereka secara genetik melahirkan manusia cerdas,namun di sisi lain religius mereka mungkin tidak seperti orang Islam atau Kristiani...jadi saya mengajak manusia indonesia,sesuatu yang nyata kegeniusan mereka adalah pakta yang mereka lakukan secara turun temurun,Agama tetap pada keyakinan kita masing masing yang menjadi panduan hidup kita...........ITU......

    BalasHapus
  53. saya berani bertantangan keras tentang kebenaran dan realitanya...My Phone +6285319284439 .by:Rollyn

    BalasHapus
  54. Jangan pernah membenar benarkan yang salah dan menyalah nyalahkan yang benar,meski bertantangan dengan hati nurani kita,mental warga negara Indonesia pada umumnya masih sangat amat banyak sperti itu,,,,lalu kita sudah melihat di negara kita sendiri apa yang terjadi,,,,sederhana kan....?

    BalasHapus
  55. saya senang atas moment ini....Rollyn sudah banyak berjalan keliling Indonesia,banyak catatan dalam perjalanan saya,terutama Jakarta....mmmmmmm.....namun yang paling menarik catatan saya ketika berada di Korea Selatan....Salam....Rollyn sang Pemikir Realita...

    BalasHapus
  56. dan saya melihat di Jakarta ini siapa yang penipu penipu adalah saudara saudara kita yang beragama Islam,tetapi di Amerika juga siapa yang penipu penipu di sana adalah mereka yang beragam Kristiani....bahkan banyak Big Boss di Amerika serikat adalah saudara kita yang beragama Islam.....jadi sederhana Islam adalah Realita,Yahudi CERDAS atau GENIUS bukan karena paktor Agama,tapi paktor budaya dan kebiasaan....ITU....sehingga melahirkan manusia cerdas secara genetik,mulai dari makan buah buah segar,sayur mayur,dan ikan segar,,bukan ikan yang sudah di pormalin yang menyebabkan kanker pada tubuh,,,terutama otak...maka untuk saya,saya tidak tertarik hidup bersama keluarga di Jakarta....ya banyak hal.....terutama makanan,polusi,air,dan sosial budaya...ITU....

    BalasHapus
  57. saya mempunyai buku tentang pola hidup Yahudi...Penulisnya juga beragama Islam dari Makassar

    BalasHapus
  58. apalagi kalo terus dibacakan ayat al Qur'an, banyak yg cerdas2 tuh anak setelah lahir.

    BalasHapus
  59. Ada beberapa hal dalam pandangan saya :

    Peneliti menyebutkan bahwa sejak dari dalam kandungan mereka mendidik anaknya dengan bernyanyi dan main piano,,,lha ini mah bertentangan dengan ajaran islam karena Allah mengharamkan musik. Jelas ini bukanlah berakar dari islam tapi dari si yahudi itu sendiri. Adalah sangat mustahil kalau Allah mengharamkan sesuatu lalu menurut hasil penelitian DR Stepehen adalah baik untuk meningkatkan kecerdasan anak,,,mustahil seperti “kuda masuk lobang jarum”



    " Musik Diharamkan...? Apa bedanya musik dengan seni, sementara Islam membolehkan muslim berkesenian"

    BalasHapus
  60. Pada dasarnya... kita tlah ditinggalkan pedoman kehidupan. Alquran dan sunnah. Terlepas dr diskusi ini, semua org berhak berpendapat. Jika bnr alhamdulillah. Jika salah temukn kebenarannya. Islam itu rahmat. Bagaimana bangun hingga tdr kembali, ada aturannya. Bgt juga dalam adab diskusi. Jngn sampai kita saling mengganggap pemikiran kita benar sendiri. Masa2 anak ditiupkan ruhnya adalah masa dimana orng tua harus merespon anak, apalagi masa ketika pembentukan jaringan otak mereka. Pada dasarnya bgaimana mereka mendidik anak mereka sejak dini adalah karena mereka tahu islam. Mrk mengadaptasinya dr nilai2 islam...lantas? Apa solusi dr diskusi ini?

    BalasHapus
  61. Saya tiba - tiba saja tertarik dengan artikel yg ada di viva news ttg rahasia kecerdasan bangsa yahudi, setelah membrowsing di mbah gugel, ternyata blog bung vandha yg saya klik. Jujur ini adalah wawasan bg saya yg selalu tertarik dengan artikel yang berbau yahudi apalagi ini ttg pelestarian generasi mereka. Namun setelah melihat komen2nya jd terlihat tidak fokus lari kemana2 panjang seperti gerbong yg salah arah. Apakah ini salah satu ciri dari negara berkembang alias terbelakang meributkan sesuatu agar telihat lebih pintar dan lupa mengejar ketinggalan LOL al quran nur karim menjelaskan sifat2 yahudi yg memusuhi Islam, namun jgn lupa yahudi ciptaan Allah swt jg, lalu apakah kita harus membenci dan mengutuk habis2an namun secara ekonomi kt COMBRO.. Sebelum jauh ke arah fikih quran dan hadis.. Tidak ada salahnya mempelajari sistem yahudi, bagaimana kita bs menghancurkan sebuah sistem tanpa kita pernah mempelajarinya. Dan jika tidak berkenan dengan sumber yg diberikan bung Vandha ya cari saja artikel lain, semakin banyak referensi kan semakin baik, btw nice artikel bung Vanda saya setuju dngan anda ambil baiknya buang buruknya dan saya yakin anda bukan dari golongan yahudi setau saya agama ataupun ras yahudi sangat memproteksi dirinya, jd agama ini tidak disebarluaskan ke golongan lain.. Dan wajah anda sangat jelas bukan Yahudi LoL
    Salam Pancasila ( semoga ga di bilang kafir )

    Jenniless9@gmail.com

    BalasHapus
  62. AS-SALAMUALAIKUM SEMUA,,,,,,,,,,,,,,
    SEBENARNYA UMAT ISLAM ITU LEBIH CERDAS DARI UMAT YANG LAINYA APALAGI YAHUDI,DAN TERNYATA ORANG YAHUDI ITU MEMPELAJARI ILMU ITU DARI AL-QUR'AN SEDANGKA UMAT ISLAMNYA SENDIRI JARANG SEKALI MEMBACA AL-QUR'AN JADI WAJAR SAJA YAHUDI LEBIH PINTAR DARI PADA UMAT ISLAM DAN INGAT ISLAM ITU TAK AKAN HANCUR OLEH SIAPAUN,AGAMA APAPUN,KECUALI ISLAM AKAN HANCUR DENGAN UMATNYA SENDIRI,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, INGATLAH WAHAI KAWAN MUSLIM Q ,,,, MAJULAH KALIAN PELAJARILAH AL-QUR'AN DENGAN IKHLAS SEMOGA ALLAH MENYADARKAN KALIAN AMIN,,,,,,,,,,,,,,
    SAYA BERCITA2 MENJADI PENCERAMAH WANITA TERBAIK DI MASA KAPAN UMAT ISLAM TIDAK MAU BERIBADAH DENGAN BENAR SEMOGA CITA2 SAYA ALLAH RIDHA'I AMIN,,,,,

    BalasHapus
  63. hai lam kenal.........kebetulan kakek buyutku adalah keturunan yahudi. aku juga heran dari mana keluargaku bisa berdarah yahudi,padahal ibuku berdarah jawa dan ayahku etnis china. tapi keluarga kami sangat mencekal dan membenci sepak terjang bangsa yahudi yg kejam dan tak pandai menghormati agama dn budya bangsa lain.keluargaku tak mengikuti ajaranya krn kami katolik yg taat,kristen adalah salah satu agama yg sangat dibenci kaum yahudi. sungguh mereka keji dan tak bisa dimaafkan.bagaimana mungkin membenci sama sama manusia yg sudah pasti sama sama tak memiliki keabadian apapun dibumi ini. oya bro.........bicara soal kecerdasan bngsa yahudi,bagiku semua manusia itu cerdas. hanya bagaimana mereka bisa atau tdk menggali segala kepinteranya itu untuk merubah jln hdpnya kearah yg lebih baik.tau ga sih kalo tekhnologi saat ini cenderung bikin kita selangkah lebih maju dari kebanyakan orang orang yg hidup 80 thn yg lalu. bereterimakasihlah pd sipembuat tehnology yg tanpa sadar sebenaranya telah kita pakai sehari hari, contohnya laptop, google,android,kecanggihan hape touchcreen, adanya mobil atau pesawat dan sebagainya.semuanya adalah kreasi dari orang orang yahudi. akuilah bahwa mereka sangat berprrengaruh bagi kehebatan tekhnologi dunia. bayangkan jika kita tak ada komputer,mobil ,pesawat,motor,mesin pencetak uang, bla....bla....bla.....pastilah kita tak sepandai sekarang bro. oya.....ada cerita kecil nih, dari masih dlm kandungan aku selalu disuguhi musik yg diklaim keluarga sbg musik damai,diantranya jazz ,musik klasik dan instrumentalia. makan ikan adalah kewajiban bagi keluarga kami disamping sayuran hijau dan buah,secara rasional semua itu memang terbukti langsung membuat aktifitas kerja otak kita jadi lebih peka dan mandiri. kami sangat menjauhi rokok yg memang sudah terbukti sangat tidak sehat bg tubuh. soal yahudi yg pinter matematika.......wah itu sih memang sudah hobiku sejak kecil. aku tertantang dg cara ngejelimetnya ilmu pasti atau aritmetika. aku suka matematika karena justru membuatku fun. akpun sangat gila baca buku,seperti history, filsafat dan biografi. wooooow tak bisa tidur nyenyak kalo malam hr kalo blm baca buku sekali dlm sehari. hmmm....gramedia selalu jadi targetku mengumpulkan ilmu.dengan buku kita bisa mengubah dunia.aku tak sependapat kalo kita pinter lantaran ada guru,bukulah yg bikin pinter, lha wong guru juga masih harus byk baca buku kok. tapi itulah kenyataanya. dan menurutku tiap manusia memiliki hoby dan minat masing masing karena setiap individunya memiliki selera dan opini yang komplek. ok bro................. JUST REMEMBER THAT,S DON,T HATE YAHUDY PEOPLE THE ALL,KARENA TAK SEMUA ORANG YAHUDY ITU JAHAT. BANYK KAUM YAHUDY YG MEMBENCI KAUMNYA SNDIRI TERLEPAS DARI KRN TAK SEPAHAM DG SEPAK TERJANG MEREKA YG KEJI DAN TAK BERPRIKEMANUSIAAN. 100 ORNG YG KEJI TAPI SEMUANYA YG MASH BAIK JADI IKUT DIHUJAT DUNIA. BAYANGKAN DG KEPALA DINGIN DAN HATI IKHLAS.....................seorang ahli komputer berteman dg bandar judi ,apakah lantas kita hujat siahli komputer itu sebagai bandar judi juga;...atau kebetulan kamu yg orang baik baik berteman tak pandang bulu, dengan maling ayam. apakah anda mau langsung dituduh sbg maling ayam juga, go head.answer yourself. permisi dulu bro,cuma ini aja yg bisa aku curhatin. berbeda pendapat itu wajar kok,tiap manusia punya cara berpikir yg berbeda. mari kita satukan perbedaan yg ada untuk melangkag kearah perdamaian dunia.

    BalasHapus
  64. islam adalah agama yang sempurna ! manusia hidup dari lahir sampai mati udah ada aturanya yaitu dalam kitab suci alquran dan hadist. so : jangan elo_elo pada berdebat mending jalanin perintahNYA dan jauhi laranganNYA. alquran kitab sepanjang masa isinya berlaku sepanjang masa. jadi semua udah ketauan yang salah mane yang bener mane ! SEMUANYA UDAH JELAS >>>>>> jadi kaga ada tuh debat2tan. inget yee SURI TAULADAN kita Nabi muhammad saw beliau udh contohin cara hidup yang bener jadi dicontoh di ikuti . yang belajar islamnya masih setengah-setengah elo-elo mending diem introspeksi dulu aje SHOLATNYA DAH BENER APE BELOM ?

    BalasHapus
  65. aslkm, maaf semuanya ...bukan ana mau ikut campur ... tapi menurut ana tulisan pak vandha ada benarnya .... dalam Al-Qur"an di sebutkan : inni faddholtukum 'alal 'alamiin .... ayat ini mukhotobnya orang israel/Yahudi .... artinya Allah melebihkan kaum yahudi diatas kaum yang lainnya..... untuk mengalahkan Yahudi kita harus kembali kepada Al-Qur'an ..... ...Orang yahudi sudah tahu kebenaran Rasulallah dan Al-Qur'an .... tapi karena hatinya tertutup dia tidak mau menerima kebenarannya .........walaupun secara diam-diam mereka mempelajari Al-Qur'an dan ada yang mereka pakai..... tapi bedanya dengan kita ummat islam .... terkadang kita baca Al-Qur'an tapi jarang yang mengamalkannya...............

    BalasHapus
  66. [...] Sumber: http://vandha.wordpress.com/2009/02/26/rahasia-kecerdasan-orang-yahudi/ [...]

    BalasHapus
  67. Nur kaget Muhammad buta hurufJumat, 08 Februari 2013 pukul 01.42.00 WIB

    Almasih=Yang Diurapi. Isa=satu satunya. Allahi Salam=Penjamin Keselamatan. Alquran dalam bahasa aslinya bahasa Arab yang punya gelar AS cuma satu hanya Isa. Dan cara penulisannya Almasih Isa AS, kata Almasih ditaruh didepan. Tapi entah kenapa dalam Alquran terjemahan bhs Indonesia semua nabi sejak nabi Adam diberi gelar AS, padahal tidak demikian dalam bhs Arabnya.

    BalasHapus
  68. Nur kaget Muhammad buta hurufJumat, 08 Februari 2013 pukul 01.43.00 WIB

    Hadis Anas bin Malik 72, Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu-Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan firmanNya.....Ali imran 3:45 Almasih Isa terkemuka di dunia dan di akhirat.

    BalasHapus
  69. Mengapa Yahudi demikian?
    Dasarnya adalah bahwa menurut kitab Talmud -nya " orang2 non Yahudi adalah BINATANG..."
    Sehingga mereka BERUSAHA lebih unggul dari non Yahudi para binatang tsb.Malu jadinya bila orang yg mereka anggap binatang malah lebih unggul.
    Lalu mengapa pula Islam dipandu Quran untuk menganggap non agama Islam adalah KAFIR?

    BalasHapus
  70. Anda mungkin lupa bahwa Yahudi melalui Talmud-nya MENGANGGAP non Yahudi adalah BINATANG.
    Wajar saja mereka akan BERUSAHA lebih unggul dari ras lainnya
    Dan Islam yg telah dikondusikan menganggap non Islam adalah KAFIR adalah cara lain untuk mengguli umat lainnya

    BalasHapus

QUR'ANOFISIKA: Penggalian Ayat Inspirasi Dari Sederhana Sampai Kompleks

QUR'ANOFISIKA: Penggalian Ayat Inspirasi Dari Sederhana Sampai Kompleks oleh: Pandapotan Harahap* Sudah lama penulis ingin menuliskan Qu...