Sabtu, 08 April 2017

Bunyi Pemusnah Massal

A. Inspirasi Ayat

Dalam al Qur'an terdapat kisah kaum Tsamud, yakni umat terdahulu yang mengingkari Nabi Sholeh utusan Allah swt.


Alquran menyebut kaum Tsamud membuat bangunan sesuai kehidupan mereka pada saat itu. Kaum Tsamud diketahui pula merupakan anak cucu dari kaum ‘Ad. Banyaknya temuan arkeologis tentang keberadaan dan kehidupan mereka membuktikan kebenaran Alquran. Mereka kebanyakan tinggal di wilayah Madain Saleh, sekitar 440 kiometer dari Madinah. [1]


Berikut petikannya:


Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanah yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah, maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan. (QS. Al-A’raaf : 74)


20973_840x576

20975_512x351

Mereka diazab dan dihancurkan dengan suara yang mengguntur, sebagaimana ayat berikut:

Dan satu suara yang keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zhalim itu, lalu mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud. (QS. Hud :67-68)


B. Qur'anofisika

Mengapa kaum Tsamud dapat diazab/dihancurkan dengan suara?


Bunyi merupakan rambatan gelombang yang sampai ke telinga manusia. Setiap gelombang memiliki energi, karena gelombang merupakan transfer energi dari satu bentuk energi ke bentuk lainnya.


Ini dapat dipahami, mengapa batu dari ketinggian tertentu yang dijatuhkan ke kolam membentuk gelombang saat mencapai permukaan air. Batu pada awalnya memiliki energi potensial yang tergantung pada ketinggiannya terhadap permukaan air. Saat menyentuh air energi potensialnya menjadi nol, namun energi kinetiknya jadi maksimum sejalan dengan bertambah kencangnya batu saat jatuh.


Nah, energi kinetik batu yang menyentuh bumi ini akan habis setelah berinteraksi dengan air. Namun sebagian energinya ditransfer ke air dalam bentuk gelombang. Inilah yang menyebabkan permukaan air yang sebelumnya diam (tenang) menjadi bergelombang. Gelombang ini berasal dari tempat jatuhnya batu dan bergerak menjauhinya dengan pola lingkaran menuju tepi kolam. Jika cukup besar gelombang yang datang, dapat merusak tanah tepi kolam.


Dari sini dapat disimpulkan gelombang membawa energi dari pusat gelombang menuju tempat tujuan akhirnya.


Bagaimana gelombang bunyi bisa menjadi senjata pemusnah massal?


Berikut ini tampilan sampainya bunyi pada telinga manusia:

bunyi 1

Gelombang bunyi merupakan gelombang longitudinal, yang terdiri dari rapatan dan renggangan serta arah rambatnya sama dengan arah getarnya. Sampainya suara/bunyi ke telinga manusia karena perbedaan tekanan udara yang berubah-ubah saat merambat dari sumber bunyi ke telinga. Perubahan tekanan ini bergantung juga pada massa jenis dan suhu media penghantar (dalam hal ini udara).


Volume bunyi ini bergantung pada tekanan udara, secara grafis dapat digambarkan sebagai berikut [2]:


sound-waves-diagram


Energi bunyi biasanya diukur dengan tekanan dan intensitasnya, adapun satuan yang dipakai adalah Pascal (Pa) and Decibels (dB).[2]


Awalnya manusia hanya menganggap bahwa bunyi hanya berkaitan dengan telinga saja, dalam artian pendengaran, baik berisik, bising, lantunan irama merdu dan lainnya. Namun sejalan perkembangan sains dan teknologi, ternyata bunyi tidak saja dapat merusak telinga, namun juga mampu merusak organ-organ lain di tubuh manusia seperti otak dan jantung. Begitu juga sebaliknya, teknologi bunyi dapat digunakan untuk hal yang lebih baik, seperti USG.


Bunyi yang memiliki frekuensi dan intensitas tertentu dapat mengganggu detak jantung manusia dan syaraf lainnya. Belakangan juga diketahui, terbangnya hewan sangat terpengaruh dengan pola gelombang bunyi yang mempengaruhi udara yang mereka lewati.


Terkait dengan senjata berbasis bunyi ini, teknologi terkini yang digunakan militer saat ini dapat dilihat dari gambar berikut:


8152744123_935c8cd07a

Teknologi ini dikenal dengan nama Long Range Acoustic Device (LRAD) dengan beberapa typenya.[3] Penulis tidak merincikannya di sini, secara garis besar penggunaanya yang umum adalah untuk mencegah bajak laut, mengusir demonstrant, pengingat di pantai, sirine dan lainnya. Banyaknya pemakaian di bidang sipil ini dikarenakan jangkauannya yang jauh dan intensitas bunyinya yang kuat dan lebih jelas. Berikut gambaran perbedaan Loudspeaker biasa dan LRAD.


LRAD_400px


Video[4] berikut dapat memperjelas penggunaan teknologi LRAD ini,




Gambar berikut juga salah satu senjata berbasis bunyi, diamana target di balik dinding dapat dilumpuhkan dalam hitungan detik.[5]


sound_cannon


Selain itu teknologi berbasis bunyi ini telah dipadukan dengan laser, sehingga muncul senjata baru yang dengan menggunakan teknologi yang dikenal dengan Dynamic Pulse Detonation (DPD). Pulsa laser singkat berintensitas menciptakan bola plasma yang kemudian segera membangkitkan gelombang kejut supersonik ke dalam plasma untuk menghasilkan kilatan terang dan dentuman kuat.[6]


Teknologi terkini untuk persenjataan non lethal-weapon merupakan gabungan antara bunyi dan cahaya. Ini dapat dipahami bahwa dalam melumpuhkan musuh, yang paling penting diserang adalah indra penglihatan dan pendengarannya. [7]


Video berikut ini berkaitan dengan senjata atau perang tersembunyi berbasis gelombang bunyi, hal ini telah dijelaskan oleh Dr. Allan H. Frey. [8][9]



Dihubungkan dengan anjuran Nabi Muhammad SAW untuk mengajari anak-anak muslim berkuda, berenang dan memanah, maka penulis dapat memahaminya sebagai anjuran menguasai Angkatan Darat, Laut dan Udara baik personel maupun persenjataanya. Dalam hal ini menguasai persenjataan berbasis bunyi merupakan bagian dari "memanah", yakni bertahan dan menyerang dari jarak jauh.


Alhamdululillah, terjawablah sudah bahwa kaum Tsamud dapat dihancurkan/diazab dengan suara yang mengguntur.


Sumber: 
  1. https://www.arah.com/article/27479/madain-saleh-kota-kaum-nabi-saleh-yang-dihancurkan.html

  2. http://www.eschooltoday.com/energy/kinds-of-energy/what-is-sound-energy.html

  3. http://www.dailywireless.org/2012/11/03/65610/

  4. https://www.youtube.com/watch?v=CtvF0xgB4Fw

  5. https://www.wired.com/2008/04/wheres-my-acous/

  6. https://www.wired.com/2008/03/light-laser-new#more

  7. https://www.wired.com/2007/12/light-sound-new

  8. http://www.usa-anti-communist.com/ard-blog/Microwave_Hearing_Docs.php

  9. http://www.cellphonetaskforce.org/?page_id=594

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TITIK TEMU BERBUKA PUASA & PENCIPTAAN LANGIT

Sejenak terpikir setelah membaca Kitab Fadhilah Ramadhan, mengapa kata berbuka = IFTHAR, yang arti asalnya pecah dan orang Inggris menyebutn...