Senin, 22 Agustus 2022

LAMPU, CAHAYA & GERAK

Saat kita melihat lampu LED berjalan, sebenarnya tidak ada yg berjalan LED nya. Hanya saja masing2 LED bergantian berkedip hidup/mati dengan rentang waktu yg berbeda. Jika rentang waktu ini sangat kecil, maka gerak lampu terlihat cepat.

 

Saat kita melihat lampu kenderaan bergerak, kita melihat cahaya lampu terus hidup dari posisi ke posisi lain. Sebenarnya kita melihat lampu kenderaan yang hidup di posisi 1 ke 2 ke 3 dst. Terlihat tanpa delay karena kecepatan cahaya yg jauh lebih tinggi dibandingkan kecepatan kenderaan.Ini dapat juga dipahami sebagaimana kereta api panjang yang menyalakan lampu bergantian dari depan ke belakang. Jika terlalu kencang, maka lampu akan terlihat segaris (seprti garis).


Jika kita bandingkan running text berbasis LED dengan lampu kenderaan yang bergerak pada dasarnya sama. Sensor mata kita hanya mampu melihat sumber cahaya berkedip jika rentang kedipnya cukup (ada beberapa saat), namun jika terlalu cepat, maka kita melihatnya berjalan.

Wallahu A'lam


Senin, 05 April 2021

TITIK TEMU BERBUKA PUASA & PENCIPTAAN LANGIT

Sejenak terpikir setelah membaca Kitab Fadhilah Ramadhan, mengapa kata berbuka = IFTHAR, yang arti asalnya pecah dan orang Inggris menyebutnya Breakfast (sarapan), dimana arti Break = pecah/retak.

Kata IFTHAR juga digunakan pada fathiris samawati wal ardh, menciptakan langit dan bumi, muncul pertanyaan dimana titik temu kedua fenomena tersebut?

Setelah dicoba untuk dipahami, IFTHAR yang artinya pecah, berhubungan dengan BIG BANG Theory. Yang menyatakan dulu alam alam semesta bersatu dari sebuah masa yang sangat padat tak terhingga namun  volumenya 0 (nol).

Theory Big bang ini sudah diakui oleh para ilmuwan dan teori ini merupakan teori yang paling mutakhir dan sangat sesuai dengan data-data yang ditemukan para ilmuwan. Dalam Al Quran dijumpai ayat yang menyatakan bahwa pada awalnya langit dan bumi bersatu kemudian Allah subhanahu ta'ala memisahkannya.

Jadi dari sini dapat disimpulkan bahwa penggunaan kata Break yang artinya pecah ataupun berbuka atau sarapan dan menciptakan langit dan bumi adalah berhubungan. Maka sesuai artinya dengan Allah menciptakan langit dan bumi itu dari sebuah kondisi padu menjadi pecah atau ledakan, disinilah dapat dipahami ada titik temu kata pecah dalam puasa sama dengan pecahan dalam penciptaan langit dan bumi.

WaLLahu a'lam

Senin, 08 Februari 2021

Dinar/Dirham, Al Kahfi dan Validasinya Berbasis Ekonofisika

Assalamu 'alaikum wr wb,

Menyimak tulisan dan diskusi para pakar di group sebelah, saya kembali teringat dengan seringnya membaca/mendengar info Sunnahnya membaca surah al Kahfi tiap hari Jum'at.

Yang menarik, 

terdapat kisah para pemuda yang "menyelamatkan Iman" dalam QS Al Kahfi tersebut.

Selanjutnya seorang di antara mereka disuruh untuk membeli makanan yg "baik" dengan menggunakan wariq (uang perak/dirham).

Kita juga menjumpai kalimat "ada yang mengatakan jumlah mereka (pemuda) dalam gua tersebut sebanyak 3, ada yg bilang 5 bahkan 7 orang". Ini sangat menggelitik untuk ditelaah, meski sekilas tidak menunjukkan hal yang inspiratif, namun sebaliknya.

Selain itu terdapat kisah dialog Nabi Musa yg tidak sabar terhadap "Hamba Allah" yg merusak kapal, membunuh pemuda dan mendirikan bangunan. Yang terakhir (mendirikan bangunan) ini memiliki sinambung dengan beberapa point di atas, khususnya dengan judul di atas.

Meski tak semua ayat dituliskan di sini,

Kata wariq yang berarti uang perak/dirham ini saat dikonfirmasi dengan harga terkini di Amirat Nusantara, ternyata 1 Dirham senilai Rp 70-72 ribu.

Saat diuji kondisi real terkini dengan hadits Nabi bahwa 1 Dirham setara dengan 1 ekor ayam 'kampung', maka nilai 1 Dirham masih berlaku (tanpa inflasi) sampai saat ini. Untuk Medan, 1 ekor ayam kampung l.k Rp 80an ribu.

Kembali ke bilangan 3, 5, atau 7 orang pemuda...

Ternyata anjuran untuk memilih makanan yg baik dengan membawa 1 Dirham masih dapat diterima.

  • Saat ini, dengan Rp 72.000, kita bisa membeli makanan untuk 3 orang (kualitas makanan dengan harga 24.000).
  • Saat ini, dengan Rp 70.000, kita bisa membeli makanan untuk 5 orang (kualitas makanan dengan harga 14.000).
  • Saat ini, dengan Rp 70.000, kita bisa membeli makanan untuk 7 orang (kualitas makanan dengan harga 10.000).

Apalagi dengan Rp 80an ribu?

Dengan kata lain, 

1 Dirham cukup untuk makanan 3-7 orang tergantung kualitas makanan yg akan dibeli, dan masih dalam level baik. 

Kembali kepada kisah Hamba Allah (dalam Al Kahfi) yang membaguskan bangunan, karena di bawahnya ada harta yg tersimpan untuk bekal/harta para ahli waris si empunya bangunan. Meskipun tidak disebutkan namanya, namun dapat diprediksi bahwa bekal/harta tersebut adalah sesuatu yang tahan lama, misal logam mulia, emas/perak serta sifat2 khusus yg ada padanya (mengkilap dsb).

Dari sini terlihat keuanggulan uang berbasis logam (emas/perak) atau materi yang tahan lama, sulit didapat (agak langka). 

Validasi Ekonofisika

Ekonofisika sendiri merupakan cabang ilmu baru (1995an) yang berfokus pada penggunaan teori, konsep, pemodelan Fisika untuk pemecahan masalah ekonomi.

  • Dalam Ekonomi, Uang adalah Tenaga, Daya, Energi untuk Pergerakan Kegiatan Ekonomi.
  • Dalam Fisika, Energi tidak dapat diciptakan, tidak dapat pula dimusnahkan, namun bisa berubah/diubah bentuknya. 
  • Menurut Einstein, Energi sebanding dengan materi dan kuadrat kecepatan cahaya/gelombang elektro (E = mc^2).    

Jadi, Materi yang sebanding dengan Energi tsb juga tak dapat diciptakan/dimusnahkan, namun bisa diubah, disebarkan, dan dibagi-bagi dengan nilai yang sebanding pula. 

Dari beberapa point di atas, 

Keberadaan uang perak atau emas yang merupakan bentuk kesetaraan Energi & Materi, sangat tangguh terhadap inflasi, dan memenuhi kaidah kesetaraan nilai sesuai porsi. 

Uang perak/emas, tak dapat pula diciptakan atau dimusnahkan, ini berbeda jauh dengan jenis uang (mata uang) lainnya.

Wallahu a'lam

Selasa, 30 Juni 2020

EKONOFISIKA: Peluang & Judi Dalam Al Qur'an

Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. 

Q.S Al-Ma'idah [5] : 3

Assalamualaikum wr wb

Mengundi Nasib, pakai anak panah dll, merupakan penerapan peluang yg tidak benar. Mirip bermain Dadu yg mengambil harta org bagi pemenang, dengan ragam akibatnya.

Peluang disini bukan peluang bisnis yg berbasis pemikiran, kreativitas & kerja keras,    namun peluang secara empirik yg sdh menjadi teori mapan dalam matematika & sains lainnya.

Jika dulu zaman Nabi SAW mereka menggunakan anak panah dalam mengundi Nasib, kini banyak yang menggunakan coin, Dadu, lingkaran dll dalam menggundi nasib/perjudian.

Pada coin terdapat Angka A dan gambar G di masing-masing sisinya. Saat dilayangkan, ada 2 kemungkinan yang muncul. Karena peluang munculnya sama yakni 1/2, maka perjudian menggunakan  pelayangan coin tunggal jarang dilakukan bandar, mengingat peluangnya hanya 1/2 (setengah). Bandar dan pemain akan selalu berujung seri.

Mereka (para bandar) mengakalinya dengan menggunakan 2 coin yg sama, sehingga ragam peluang muncul menjadi  AA, AG, GA, GG ada 4 jenis. Dengan peluang AG=GA menjadi 2 bagian.

Sayangnya para penjudi kebanyakan orang bodoh yg melihat keuntungan sesaat, sehingga jadi korban "perekonomian sekuler".

Selanjutnya, bandar membuat Dadu sebagai alat utk memperkecil peluang, yakni 1/6 mengingat ada 6 sisi dadu berbentuk kubus  tersebut. Terdapat juga dadu berbentuk balok, dengan pelemparan menggelinding pada sisi panjang, sehingga hanya 4 sisi yg diberi marka dengan peluang 1/4.

Selanjutnya dilakukan pula pelayangan dadu ganda, bisa dihitung semakin kecil peluangnya: 1-1, 2-2, 3-3, 4-4, 5-5, 6-6, 12, 1-3, 1-4 dan seterusnya. Akhirnya peluang bagi penjudi dadu ganda semakin kecil dengan ragam 36. 

Karena ganda, pasangan tersebut menghasilkan peluang tiap pelayangan menjadi 1/18 untuk tebakan si penjudi. Artinya, jika penjudi menaruh taruhannya 18 kali, maka untuk menang hanya 1 kali dengan kekalahan 18 kali.

Sayangnya, banyak yang sudah kehabisan modal judi sebelum mendapatkan kemenangannya yang 1 kali itu.

Enakan yang menjadi bandar, pemain dibodohi (terzholimi), yang berujung pada keputusasaan (lihat hubungan terjemah berikutnya).

Itulah sebabnya Allah SWT mengharamkan perjudian.

Masjid Khadijah, 
Bandar Setia, 30/06/2020

Rabu, 24 Juni 2020

FISIKA: Pembahasan Soal Jangka Sorong

Video pembahasan soal Fisika (Jangka Sorong),
berhasil diupload, semoga bermanfaat.

Pada saat praktikum pengukurandengan menggunakan jangka sorong, seorang siswa mengukur dimensi balok: tinggi, panjang dan lebar dengan hasil pengukuran sebagaimana gambar (lihat video), Volume balok tersebut sesuai kaidah angka penting adalah...




Minggu, 10 Mei 2020

Daya angkat sayap burung dan Ayat Qur'an

Daya Angkat Sayap Burung dan Ayat al Qur'an

(Suatu Tinjauan Fisika)

Dalam ayat al Qur'an surah al Mulk ayat 19 disebutkan:
Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu” 
Kata-kata kunci yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah: burung, sayap, tahan dan udara. Dari sini muncullah pertanyaan bagaimana burung bisa berada di udara (tidak jatuh)? Apakah jika udara tidak ada burung bisa terbang? Bagaimana penjelasan sains (fisika) terkait dengan ayat al Qur'an untuk burung-burung yang terbang di udara? Bagaimana pula penjelasan saintifik terhadap formasi terbang burung yang berbondong (berbentuk A maupun V)?

Aliran Udara Pada Sayap Burung

Al Qur'an menantang kita untuk menguak tabir mengapa burung bisa terapung di udara sebagaimana ayat di atas. Prinsip yang bekerja pada sayap burung yang terkembang adalah prinsip-prinsip yang ada pada aliran fluida (zat alir), dalam hal ini udara. Cabang ilmu yang mempelajari hal ini adalah aerodinamika.

Adanya perbedaan bentuk sayap burung bagian bawah dan atasnya menyebabkan aliran udara bergerak lebih cepat di bagian atas ketimbang bagian bawahnya. Kita masih ingat pelajaran SD/MI atau SMP/MTs, bahwa udara yang bergerak lebih cepat memiliki tekanan yang lebih kecil ketimbang yang bergerak lebih lambat. Akibatnya tekanan udara di bawah sayap lebih besar ketimbang bagian bawahnya. Mengingat gaya yang bekerja adalah perkalian tekanan terhadap luas permukaan (sayap), maka gaya inilah yang menahan burung dari tarikan gravitasi bumi. Subahanallah.



Mengapa aliran udara bagian atas lebih cepat ketimbang bagian bawah? Gambar penampang sayap terpotong berikut ini akan memudahkan kita untuk memahaminya. Mari kita tinjau secara mikroskopis analogi berikut: 


Jika ada sebuah jalan dengan taman di tengahnya (pulau jalan) dengan bentuk seperti di atas dan terdapat 2 orang yang harus berjalan dari masing-masing sisi dari posisi A menuju B, agar kedua orang tersebut sampai di B secara bersamaan maka orang yang berjalan melalui jalur yang agak melengkung haruslah lebih cepat ketimbang dari jalur yang agak lurus. Ini dapat dipahami karena panjang lintasan keduanya berbeda.

Dengan analogi seperti di atas, jika udara dilewatkan (disemburkan) pada penampang sayap, maka udara yang lewat melalui sisi lengkung harus bergerak lebih cepat, akibatnya tekanannya menjadi lebih kecil. Bagaimana jika udaranya diam, tetapi sayapnya yang bergerak (didorong)? Dengan hukum Newton I (Inersia), udara akan kembali diam sebagaimana awalnya setelah dilewati oleh benda seperti penampang sayap di atas yang sebelumnya harus bergerak lebih cepat pula pada bagian lengkung.

Apakah burung atau pesawat bisa terbang jika tidak ada udara? Jawabannya tentu tidak, karena tidak ada fluida yang mengalir, maka tidak ada gaya angkat pada sayap-sayapnya. Itulah sebabnya terkadang saat naik pesawat terjadi tiba-tiba terasa anjlok, hal ini disebabkan adanya perbedaan tekanan (renggang) yang mencolok pada udara yang dilewati pesawat saat melewati rutenya.

Jadi terjawab sudah apa yang mengangkat burung di udara sebagaimana tantangan al Qur'an surat al Mulk di atas. Subhanallah 

Formasi Terbang Burung

Mengapa burung yang terbang bergerombol selalu membentuk formasi A atau V? Ini juga menjadi tantangan bagi kita sebagaimana ayat di atas.



Berikut ini tampilan bentuk udara di sekitar sayap burung yang sedang bergerak:



selanjutnya perhatikan arus udara di sekitar sayap pesawat, tampak tampilan turbulensi:


dari 2 tampilan di atas, dapatlah disimpulkan: jika benda bergerak di dalam fluida (dalam hal ini udara), maka jejak yang ditinggalkan benda berupa turbulensi di udara.

Dari sini dapatlah kita pahami mengapa rombongan burung terbangnya membentuk huruf V, ini tak lain mereka lakukan agar jejak turbulensi sayap burung-burung yang di depan tidak mengganggu aliran udara yang sampai pada sayap burung yang berada di belakang.

Aliran udara yang mengalami turbulensi tidak memberikan daya angkat optimum pada bagian sayap, baik burung maupun pesawat.

Semoga kita selalu mendapatkan Inspirasi dari al QUr'an 
dan semakin tercerahkan.
Aamiin

Rabu, 22 April 2020

MENGATASI PENYALAHGUNAAN QR CARD DALAM ABSENSI

Salam wr wb

Setelah menguji kartu QR code siswa berhasil, maka muncul pertanyaan: "Apakah jika siswa menscan kartu QR nya di tempat lain akan terekam di database gurunya? Ternyata ya, terekam.

Jadi bisa donk seseorang scan sendiri di luar kelas, dan terdata dia hadir dan terekam di database? Jawabnya bisa.

Untuk itu guru harus mengumpulkan kartu QR siswa dan menscannya sert menghitung jumlahnya. Dari time stamp maka terlihat berapa orang yang hadir.

Solusi lainnya akan dipecahkan dalam tulisan ini juga...
sabar ya....

Untuk mengantisipasi adanya scan di luaran (kelas/ruang belajar), maka perlu verifikasi ruang. Artinya guru harus menscan 2x, yakni menscan QRcode ruang kelas/belajar kemudian menscan kartu QR siswa. 

Cara lainnya guru/dosen/pengajar memiliki QRcode sendiri yang bersifat private (tidak diketahui orang) kemudian men-scan-nya diikuti kartu QR siswa.

Contoh QR verval guru

Dalam database GDrive Spreadsheet nantinya akan ada 2 timestamp respond yang berurutan, yakni Guru/Dosen/Pengajar di baris 1 dan Siswa di baris 2 secara bergantian.


Hasil Response QR dengan Verval Guru 1 timestamp



Untuk tampilan dapat dipajang berupa tabulasi online dari Spreadsheet ini, namun sudah berupa sheet baru (sheet 2) dan diverval menggunakan fungsi logika sederhana.

Selamat mencoba...

Berikut tampilan daftar hadir siswa/mahasiswa secara online dari spreadsheet GDrive:


LAMPU, CAHAYA & GERAK

Saat kita melihat lampu LED berjalan, sebenarnya tidak ada yg berjalan LED nya. Hanya saja masing2 LED bergantian berkedip hidup/mati dengan...