Tampilkan postingan dengan label Vandha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vandha. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juli 2026

Listrik Statis

Apa Itu Listrik Statis?

Melansir britannica.com, pengertian listrik statis yaitu suatu fenomena listrik yang ditimbulkan ketika partikel bermuatan ditransfer dari satu benda ke benda lain.

Perpindahan muatan ini terjadi karena adanya dua buah benda yang saling bergesekan. Sebagaimana debu yang terbang bersama udara bergesek dengan permukaan layar TV. Dari gesekan tersebutlah, terjadi perpindahan muatan elektron.


 

Nah, ketika muatan elektron berpindah, kedua benda bisa mengalami kelebihan elektron sehingga bermuatan negatif. Juga kekurangan elektron sehingga bermuatan positif. Karena ada perbedaan sifat muatan inilah, kedua benda berujung saling tarik-menarik, deh.

"Kenapa listrik statis bisa terjadi?"

Dari pengertian di atas, bisa disimpulkan bahwa penyebab terjadinya listrik statis adalah adanya ketidakseimbangan muatan listrik pada suatu benda.

Biasanya, benda dalam keadaan netral karena jumlah proton dan elektronnya seimbang. Tapi, ketika dua benda saling bergesekan, disentuhkan, atau didekatkan, elektron bisa berpindah dari satu benda ke benda lain.

Nah, karena elektron bermuatan negatif, benda yang menerima elektron akan jadi bermuatan negatif. Sementara itu, benda yang kehilangan elektron akan jadi bermuatan positif. Contohnya bakal kita bahas di bawah.

 

Untuk lebih jelasnya, silahkan tonton video berikut ini:


 

Perbedaan Listrik Statis dan Listrik Dinamis

Nah, itu kan listrik statis, ya. Apa bedanya dengan listrik dinamis? Adapun perbedaan listrik statis dan dinamis adalah listrik statis cenderung diam atau tidak bergerak sedangkan listrik dinamis dapat bergerak atau mengalir.

Listrik statis adalah listrik yang muatannya diam atau tidak mengalir secara terus-menerus. Biasanya muncul sebentar, lalu hilang setelah muatannya netral lagi.

Maksudnya gimana, tuh?



Oke, coba kita lakukan percobaan, ya. Sekarang coba ambil penggaris plastik lalu gosokkan ke rambut. Ketika penggaris plastik digosokkan ke rambut, akan terjadi perpindahan elektron dari rambut ke penggaris. Sehingga penggaris plastik menjadi bermuatan listrik.

Kelihatannya simpel banget, ya? Cuma gosok-gosok penggaris ke rambut, terus kertas bisa nempel. Itulah salah satu konsep fisika yang namanya interaksi muatan listrik. Nah, muatan listrik pada penggaris ini nggak mengalir sehingga disebut listrik statis.

Sekarang coba dekatkan penggaris tersebut ke potongan kertas kecil-kecil. Apa yang terjadi? Yap, potongan kertas akan menempel pada penggaris plastik karena terjadi perpindahan muatan listrik. 

Namun, ini hanya berlangsung sementara nih, guys. Setelah muatan listrik pada penggaris plastik dan potongan kertas itu sama, maka kedua benda tersebut akan tolak menolak. Akibatnya, potongan kertas akan terlepas dari penggaris.

Terus kalau listrik dinamis gimana? 

Listrik dinamis adalah listrik yang muatannya mengalir secara terus-menerus melalui penghantar. Ini listrik yang biasa kita pakai buat menyalakan lampu, mengisi daya HP, menyalakan kipas, dan sebagainya.

Contohnya, ketika lo menekan saklar pada posisi ON, maka akan terjadi aliran listrik yang menyebabkan lampu menyala. Tapi, ketika lo menekan saklar dalam posisi OFF,  maka lampu akan mati karena aliran listriknya terhenti.

 

 

Tentu. Berikut adalah resume materi Fisika Kelas XII tentang Listrik Statis yang disusun dengan bahasa yang mudah dipahami siswa SMA, namun tetap memuat konsep-konsep penting.


RESUME FISIKA KELAS XII

BAB : LISTRIK STATIS

Pengertian Listrik Statis

Listrik statis adalah kumpulan muatan listrik yang diam (tidak mengalir) pada suatu benda. Muatan tersebut muncul akibat adanya perpindahan elektron dari satu benda ke benda lain. Berbeda dengan listrik dinamis yang berupa aliran elektron melalui penghantar, pada listrik statis elektron hanya berpindah saat proses pengisian muatan, kemudian berhenti dan tersimpan pada permukaan benda.

Fenomena listrik statis banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya penggaris plastik yang digosok pada rambut dapat menarik potongan kertas, balon yang digosok pada kain dapat menempel di dinding, atau munculnya petir akibat akumulasi muatan listrik di awan.


Struktur Atom dan Muatan Listrik

Setiap atom tersusun atas tiga partikel utama, yaitu:

  • Proton (+) bermuatan positif.

  • Elektron (−) bermuatan negatif.

  • Neutron (0) tidak bermuatan.

Pada atom netral, jumlah proton sama dengan jumlah elektron sehingga total muatannya nol.

Suatu benda menjadi bermuatan karena elektron berpindah, sedangkan proton tetap berada di dalam inti atom.

  • Kehilangan elektron → bermuatan positif.

  • Menerima elektron → bermuatan negatif.

Besarnya muatan elektron maupun proton adalah

e = 1,6 × 10⁻¹⁹ C

Muatan listrik bersifat terkuantisasi, sehingga

Q = n × e

dengan:

  • Q = muatan listrik (C)

  • n = jumlah elektron yang berpindah

  • e = muatan elektron


Hukum Kekekalan Muatan

Muatan listrik tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, tetapi hanya dapat dipindahkan dari satu benda ke benda lain.

Akibatnya, jumlah total muatan sebelum dan sesudah suatu proses selalu tetap.


Cara Memberi Muatan pada Benda

Ada tiga cara memberikan muatan listrik pada benda.

1. Gesekan

Dua benda yang digosok menyebabkan elektron berpindah.

Contoh:

  • Penggaris plastik digosok rambut.

  • Kaca digosok kain sutra.

2. Konduksi (Sentuhan)

Benda bermuatan disentuhkan pada benda netral sehingga sebagian elektron berpindah.

3. Induksi

Benda bermuatan didekatkan tanpa menyentuh sehingga muatan dalam benda netral terpisah.

Cara ini banyak digunakan dalam teknologi modern.


Hukum Coulomb

Charles Augustin de Coulomb menemukan bahwa gaya listrik antara dua muatan dipengaruhi oleh besar muatan dan jarak antar keduanya.

genui{"physics_electricity_magnetism_learning_block":{"type_id":"COULOMBS_LAW","locale_override":"id-ID"}}

Persamaan Hukum Coulomb menyatakan bahwa gaya listrik:

  • berbanding lurus dengan hasil kali kedua muatan,

  • berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.

Keterangan:

  • F = gaya listrik (N)

  • q₁ dan q₂ = muatan listrik (C)

  • r = jarak kedua muatan (m)

  • k = konstanta Coulomb = 9 × 10⁹ N·m²/C²

Sifat gaya Coulomb:

  • Muatan sejenis saling tolak-menolak.

  • Muatan tidak sejenis saling tarik-menarik.


Medan Listrik

Medan listrik adalah daerah di sekitar benda bermuatan yang masih dipengaruhi gaya listrik.

genui{"physics_electricity_magnetism_learning_block":{"type_id":"ELECTRIC_FIELD","locale_override":"id-ID"}}

 

 

Arah medan listrik:

  • Keluar dari muatan positif.

  • Masuk menuju muatan negatif.

Semakin dekat dengan sumber muatan, semakin besar kuat medan listriknya.

Satuan medan listrik adalah Newton per Coulomb (N/C) atau Volt per meter (V/m).


Potensial Listrik

Potensial listrik adalah besarnya energi potensial listrik yang dimiliki setiap satuan muatan pada suatu titik.

Semakin dekat dengan muatan positif, semakin besar potensial listriknya.

Perbedaan potensial listrik disebut beda potensial (tegangan) yang menjadi dasar terbentuknya arus listrik pada rangkaian listrik dinamis.

Satuan potensial listrik adalah Volt (V).


Energi Potensial Listrik

Muatan listrik memiliki energi karena dipengaruhi gaya listrik.

Energi potensial listrik bergantung pada:

  • besar kedua muatan,

  • jarak antar muatan,

  • serta jenis muatannya.

Semakin besar muatan dan semakin dekat jaraknya, energi potensial listrik juga semakin besar.


Kapasitor

Kapasitor adalah komponen yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik sementara.

Kapasitor terdiri atas dua keping logam yang dipisahkan oleh bahan isolator (dielektrik).

Besarnya kemampuan kapasitor menyimpan muatan disebut kapasitansi dengan satuan Farad (F).

Kapasitor banyak digunakan pada:

  • kamera,

  • televisi,

  • komputer,

  • rangkaian elektronika,

  • sistem penyimpan energi.


Penerapan Listrik Statis

Konsep listrik statis dimanfaatkan dalam berbagai bidang teknologi, antara lain:

  • Mesin fotokopi.

  • Printer laser.

  • Pengecatan mobil secara elektrostatik.

  • Electrostatic precipitator untuk mengurangi polusi udara pada cerobong pabrik.

  • Penangkal petir.

  • Penyemprot pestisida bermuatan listrik.

  • Sensor sentuh pada beberapa perangkat elektronik.


Kesimpulan

Listrik statis merupakan cabang fisika yang mempelajari muatan listrik yang berada dalam keadaan diam. Muatan listrik muncul karena perpindahan elektron, sedangkan proton tetap berada di inti atom. Interaksi antar muatan dijelaskan melalui Hukum Coulomb, yang menjadi dasar pembahasan medan listrik, potensial listrik, energi potensial, dan kapasitor. Pemahaman konsep listrik statis sangat penting karena menjadi dasar bagi pembelajaran listrik dinamis, elektromagnetisme, hingga berbagai teknologi modern seperti printer laser, fotokopi, dan sistem proteksi petir. Dengan memahami konsep-konsep tersebut, siswa dapat menjelaskan berbagai fenomena listrik yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mengaitkannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

 

Berikut adalah 10 contoh soal pilihan ganda Fisika Kelas XII materi Listrik Statis. Soal disusun dengan variasi tingkat kognitif (LOTS, MOTS, dan HOTS) disertai kunci jawaban serta pembahasan.


SOAL PILIHAN GANDA

Materi : Listrik Statis

Kelas XII SMA/MA

Soal 1 (LOTS)

Partikel penyusun atom yang bermuatan negatif adalah ....

A. Proton

B. Neutron

C. Elektron

D. Inti atom

E. Nukleon

Jawaban: C

Pembahasan:

Elektron merupakan partikel bermuatan negatif yang mengelilingi inti atom. Proton bermuatan positif sedangkan neutron tidak bermuatan.


Soal 2 (LOTS)

Suatu benda menjadi bermuatan positif karena ....

A. menerima proton

B. menerima elektron

C. kehilangan elektron

D. kehilangan proton

E. menerima neutron

Jawaban: C

Pembahasan:

Proton tidak berpindah dari inti atom. Benda menjadi bermuatan positif karena kehilangan sebagian elektronnya sehingga jumlah proton lebih banyak daripada elektron.


Soal 3 (LOTS)

Dua benda bermuatan positif didekatkan satu sama lain. Interaksi yang terjadi adalah ....

A. saling tarik-menarik

B. saling tolak-menolak

C. tidak terjadi gaya

D. salah satu menjadi netral

E. terjadi induksi

Jawaban: B

Pembahasan:

Muatan sejenis saling tolak-menolak, sedangkan muatan tidak sejenis saling tarik-menarik.


Soal 4 (MOTS)

Besar gaya Coulomb antara dua muatan dipengaruhi oleh ....

A. massa benda

B. volume benda

C. hasil kali kedua muatan dan kuadrat jaraknya

D. suhu lingkungan

E. tekanan udara

Jawaban: C

Pembahasan:

Menurut Hukum Coulomb, gaya listrik berbanding lurus dengan hasil kali kedua muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua muatan.


Soal 5 (MOTS)

Dua muatan masing-masing 2 μC dan 4 μC dipisahkan sejauh 30 cm. Jika jarak kedua muatan diperbesar menjadi 60 cm, maka gaya Coulomb menjadi ....

A. tetap

B. dua kali lebih besar

C. empat kali lebih besar

D. setengah kali

E. seperempat kali

Jawaban: E

Pembahasan:

Karena gaya Coulomb berbanding terbalik dengan kuadrat jarak:

[
F \propto \frac{1}{r^2}
]

Jarak menjadi dua kali lipat, sehingga gaya menjadi:

[
\frac{1}{2^2}=\frac14
]

Jadi gaya menjadi seperempat kali semula.


Soal 6 (MOTS)

Besar muatan listrik adalah 4,8 × 10⁻¹⁹ C. Jumlah elektron yang berpindah adalah ....

A. 1 elektron

B. 2 elektron

C. 3 elektron

D. 4 elektron

E. 5 elektron

Jawaban: C

Pembahasan:

Diketahui

Q = n e

[
n=\frac{4,8\times10^{-19}}{1,6\times10^{-19}}=3
]

Jadi terdapat 3 elektron yang berpindah.


Soal 7 (MOTS)

Satuan kuat medan listrik adalah ....

A. Volt

B. Joule

C. Newton

D. Newton/Coulomb

E. Coulomb

Jawaban: D

Pembahasan:

Satuan medan listrik adalah

[
N/C
]

atau ekuivalen dengan Volt/meter.


Soal 8 (HOTS)

Sebuah benda netral didekati batang bermuatan negatif tanpa menyentuhnya. Peristiwa yang terjadi adalah ....

A. seluruh elektron keluar dari benda

B. proton berpindah menuju batang

C. elektron dalam benda menjauhi batang sehingga terjadi pemisahan muatan

D. benda menjadi bermuatan positif permanen

E. tidak terjadi perubahan apa pun

Jawaban: C

Pembahasan:

Peristiwa tersebut disebut induksi. Elektron terdorong menjauhi batang bermuatan negatif sehingga sisi yang dekat batang menjadi relatif positif dan sisi yang jauh menjadi relatif negatif.


Soal 9 (HOTS)

Sebuah kapasitor digunakan pada lampu kilat kamera. Fungsi utama kapasitor adalah ....

A. memperbesar arus listrik

B. menyimpan muatan listrik sementara

C. mengubah arus AC menjadi DC

D. menghasilkan elektron baru

E. mengurangi hambatan listrik

Jawaban: B

Pembahasan:

Kapasitor berfungsi menyimpan energi dalam bentuk medan listrik dan melepaskannya kembali dalam waktu singkat, misalnya pada lampu kilat kamera.


Soal 10 (HOTS)

Saat cuaca mendung sering terjadi petir. Fenomena tersebut merupakan akibat ....

A. gaya gravitasi antara awan dan bumi

B. akumulasi muatan listrik yang menimbulkan beda potensial sangat besar antara awan dan bumi

C. tekanan udara yang sangat tinggi

D. gesekan angin dengan permukaan bumi

E. perubahan suhu udara secara tiba-tiba

Jawaban: B

Pembahasan:

Petir terjadi karena akumulasi muatan listrik di awan menyebabkan beda potensial yang sangat besar dengan bumi atau awan lain. Ketika medan listrik melampaui kekuatan tembus udara, terjadi pelepasan muatan berupa kilat atau petir.


Kunci Jawaban

NoJawaban
1C
2C
3B
4C
5E
6C
7D
8C
9B
10B

Distribusi Tingkat Kognitif

  • LOTS (30%): Soal 1–3

  • MOTS (40%): Soal 4–7

  • HOTS (30%): Soal 8–10

Paket soal ini dapat digunakan sebagai latihan harian, kuis, maupun evaluasi awal pada materi Listrik Statis kelas XII. Setiap pembahasan dirancang untuk memperkuat pemahaman konsep, bukan hanya menghafal jawaban.

Minggu, 03 Agustus 2025

DZIKIR & EMPTY

 


When we understand quantum physics, at the atomic level, there is empty space between the nucleus and the electrons. 

And... Our bodies are composed of matter in the form of tissues, muscles, nerves, and so on, all the way down to cells. 

Cells themselves are composed of molecules, atoms, and their constituents, which contain more empty space. 

Therefore, the meaning of the Quranic verse stating that the human body was created from soil is not wrong. 

Considering that in soil, elements such as oxygen, hydrogen, nitrogen, sulfur, silicon, etc. are united. 

And Allah knows best.

Jumat, 27 Juni 2025

Time, Timer & Calendar

Time & Timer
Waktu & Pewaktu

Dua kata yang hampir sama, tapi berbeda. Begitu juga dengan kalender.

Adanya siklus dari fenomena di alam semesta, menjadikan manusia menyadari adanya awal dan akhir.

Perulangannya ada yg pendek, ada pula yg panjang. Sbgm hari, bulan dan tahun.

Ada yg mengamati dengan matahari, ada pula dengan bintang maupun bulan.

Adanya *matahari* terbit dan tenggelam digunakan untuk mengukur lamanya sehari. Bergesernya titik terbitnya di timur bagian selatan dan timur bagian barat menjadikan siklus triwulan dan kembali ke awal, yg disebut setahun.

Di sisi lain, *bulan* menjadi titik awal perhitungan harian dari wujud tipis (hilal) sampai menebal dengan siklus 14 hari dan berangsur surut kembali selama 'sebulan'.

Perpindahan tempat terbitnya wujud hilal ini di barat bagian Utara sampai selatan menjadikan siklus pula, yang menjadikan ukuran triwulan dan tahun.

Beruntungnya orang yang menggunakan hilal sebagai acuan harian, bulanan dan tahunan mengingat fenomenanya dapat dilihat langsung warga di daerah tropis & subtropis.

Penggunaan hilal atau bulan sebagai perhitungan kalender, tidak hanya dilakukan umat Islam, tp bangsa² lain di dunia spt China, Inca dll ribuan tahun sebelum kalender Hijriyah

Pada saat tertentu pula, posisi munculnya hilal di barat berbarengan dan berdampingan dengan bintang yg benderang ('sebenarnya planet'). 

Kini kemunculan yg berbarengan tersebut dijadikan simbol Islam, yg terlihat jelas di puncak menara/kubah masjid² di seluruh dunia.

Selamat tahun baru Hijriah.

https://www.vandha.xyz/?m=1 for 1 Muharram

Jumat, 23 Mei 2025

GEGARA MEMANJAT GELANG

Gegara Kata Memanjat & Gelang-Gelang 
(Hubungan Antara Kata-Kata dalam Bahasa Arab dan Indonesia: Sebuah Pendekatan Interdisipliner).

Latar Belakang
Saat membaca terjemahan ayat Q.S Sad [38] : 21

وَهَلْ اَتٰىكَ نَبَؤُا الْخَصْمِۘ اِذْ تَسَوَّرُوا الْمِحْرَابَۙ

Dan apakah telah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar?

Saat dilihat arti katanya (memanjat), seakar dengan surah dan Gelang-Gelang, loh kok bisa? Hmmm

اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهِمُ الْاَنْهٰرُ يُحَلَّوْنَ فِيْهَا مِنْ اَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَّيَلْبَسُوْنَ ثِيَابًا خُضْرًا مِّنْ سُنْدُسٍ وَّاِسْتَبْرَقٍ مُّتَّكِىِٕيْنَ فِيْهَا عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِۗ نِعْمَ الثَّوَابُۗ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا

Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang-gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah. Q.S Al-Kahf [18] : 31

Akar Kata Bahasa Arab yang Kaya

Dalam mempelajari bahasa Arab dan Indonesia, seringkali ditemukan kata-kata yang memiliki hubungan yang tidak terlihat secara langsung. Melalui diskusi dan analisis, kita dapat menemukan hubungan antara kata-kata tersebut dan memperluas pemahaman kita tentang bahasa dan budaya.

Mengungkap Hubungan Antara Kata-Kata
Dalam sebuah diskusi yang menarik, kita dapat menemukan hubungan antara beberapa kata dalam bahasa Arab dan Indonesia yang mungkin tidak terlihat secara langsung. Kata-kata tersebut adalah "surah", "bab", "panjat", "mercu-suar", dan "asawira" (gelang-gelang).

Struktur dan Susunan
Setelah melakukan analisis, kita dapat menemukan bahwa beberapa kata tersebut memiliki hubungan dengan konsep struktur atau susunan. Misalnya:
- "Surah" dan "bab" dapat diartikan sebagai pembagian atau struktur dalam teks, seperti Al-Qur'an.
- "Panjat" dan "mercu-suar" terkait dengan konsep ketinggian atau struktur yang menjulang tinggi.
- "Asawira" (gelang-gelang) dapat diartikan sebagai struktur atau susunan gelang-gelang yang bertingkat atau bersusun, yang dapat menunjukkan kemewahan atau kelebihan.

Aplikasi dalam Ekonomi & Ekonofisika
Konsep struktur dan susunan dalam artikel ini dapat diterapkan dalam ekonomi dan ekonofisika. 

Dalam ekonomi, struktur dan susunan dapat digunakan untuk menganalisis struktur pasar, struktur industri, atau struktur ekonomi suatu negara. 

Dalam ekonofisika, konsep struktur dan susunan dapat digunakan untuk menganalisis struktur jaringan perdagangan, struktur pasar, atau kompleksitas ekonomi.

Penutup
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kata-kata tersebut memiliki hubungan dengan konsep struktur, susunan, atau tingkat, yang dapat menunjukkan kemewahan, kelebihan, atau keindahan. 

Selain itu, konsep struktur dan susunan dalam artikel ini dapat diterapkan dalam ekonomi dan ekonofisika untuk menganalisis struktur ekonomi dan kompleksitas ekonomi.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan menambah wawasan tentang bahasa Arab, Indonesia, ekonomi, dan ekonofisika.

Salam Jum'at Barokah 

Sabtu, 10 Februari 2024

YUSUF-ZULAIKHA & HUKUM NEWTON

Allah SWT berfirman dalam QS 12 : 26-27

قَالَ هِيَ رَاوَدَتْنِيْ عَنْ نَّفْسِيْ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّنْ اَهْلِهَاۚ اِنْ كَانَ قَمِيْصُهٗ قُدَّ مِنْ قُبُلٍ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ الْكٰذِبِيْنَ 

"Jika baju gamisnya koyak di bagian depan, maka perempuan itu benar, dan dia (Yusuf) termasuk orang yang dusta.

وَاِنْ كَانَ قَمِيْصُهٗ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ فَكَذَبَتْ وَهُوَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ 

"Dan jika baju gamisnya koyak di bagian belakang, maka perempuan itulah yang dusta, dan dia (Yusuf) termasuk orang yang benar."
Hukum Newton 1:
(Inersia/Kelembaman/Kemalasan)
"Benda cenderung mempertahankan kondisinya (diam/bergerak), sampai ada gaya luar yang mengubahnya".

Hukum Newton 2:
(Adanya Percepatan)
"Percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya yang bekerja padanya dan berbanding terbalik terhadap bobot benda"

Hukum Newton 3:
(Aksi dan Reaksi)
"Benda yang menerima Gaya aksi, akan memberikan Gaya Reaksi yang sebanding dengan gaya yang bekerja padanya namun dengan arah yang berbeda (berlawanan)"

Kondisi 1:
Yusuf berada di depan sementara Zulaiha berada di belakang menarik Yusuf, jadi benda yang bergerak sedang ditarik ke belakang agar berhenti (berkurang kecepatannya).

Ini sesuai dengan Hukum Newton 1, Yusuf mempertahankan kondisinya cenderung untuk tetap bergerak. 

Sesuai dengan kisah tersebut wajar saja jika benda (Yusuf) yang bergerak (ke kanan, anggap sumbu x+) tersebut ingin mempertahankan gerakannya dan baju (sebagai pembungkus) yang dipakai Yusuf akan tertarik ke belakang (sumbu x-). 

Dengan kata lain ada gaya-gaya ke belakang yang merobek baju Yusuf (jejak tarikan).

Kondisi 2:
Jika Yusuf berhadapan dengan Zulaiha, karena Zulaiha tidak mau lalu mendorong Yusuf maka dalam hal ini Yusuf sebagai benda yang didorong.

Sementara dorongan Zulaiha berada pada daerah dada Yusuf (sebagai titik tumpu gaya dorong), tentunya memiliki jejak atau dibuktikan dengan baju Yusuf yang koyak. 

Dari sini walaupun benda yang bergerak itu adalah Yusuf, dua gaya yang bekerja itu sangat berbeda. Satu menarik benda yang sedang bergerak agar berhenti (kondisi 1), sementara yang lainnya (kondisi 2) benda yang diam didorong untuk bergerak/menjauh.

Jadi di sini terlihat hukum Newton 1 terpenuhi, intinya mengubah kondisi benda yang cenderung mempertahankan kondisi awalnya.

Selanjutnya sebagaimana diketahui bahwa setiap ada aksi maka ada reaksi, yang mana memenuhi hukum Newton 3. 

Untuk kondisi Zulaiha mendorong Yusuf itu cenderung fokus pada hukum Newton 2, di mana percepatan akan muncul jika ada gaya luar yang dikerahkan pada benda tersebut.

Wallahu a'lam

Selasa, 18 April 2023

Lailatul Qadar & Time Dilation

Laila - Malam

Malam.... Adanya karena rotasi planet, satelit tempat pengamat berada.

Apakah malam akan berterusan di tempat tanpa rotasi? Malam, disebut-sebut karena ada siang.



Takkan mungkin mereka katakan hitam, jk tak ada selain hitam.

Gelap, apa ada ditempat banyak cahaya? Tanpa rotasi?

Malam, apakah seperti gelapnya dalam gua? Tanpa merasakan adanya sinar?

Malam di sebelah bumi, yg bergiliran disebelahnya dengan siang. Berterusan sepanjang masa.

Malam dan siang penanda waktu, di putaran bumi-Nya.

Di bumi hidup dan matinya manusia.M alam, waktu yg dibagi tiga.

Waktu ada disebut-Nya, berupa kalam mulia. Jangan mencaci waktu, karena itu adalah Aku, begitu fiman-Nya dipaparkan dalam sabda Baginda.

Ada malam 1000 bulan lamanya, kok bisa? Kadar apa yg dipakai?

Ada seorang pemuda, dia bilang ada beda dalam waktu dan pewaktu. Bisa singkat, bisa panjang. 

Sang pemuda bersyair:

"Seorang putri berangkat tadi pagi dengan kereta cahayanya, tapi dia telah sampai kemarin sore."

Banyak yang bingung memahaminya, tapi bukti makin nyata.

Tambahan lagi, uangkapannya, sudah ada dalam kalamNya, sayang, baru ramai empat belas abad kemudian dibicarakan.

Kini dilatasinya diajarkan pada remaja tingkat SMA, walaupun tak semua.

Malam, sang waktu, seribu bulan terasa lama, dapat diperoleh tiap tahunnya, bagi siapa yg siap sedia.

Kiranya Dia memilih kita setelah upaya dan asa kepada-Nya.

Qur'anophysics for Lailatul Qadar & Time Dilation in General Relativity_

Minggu, 05 April 2020

ABSENSI TANPA SENTUHAN & LISTRIK (CORONA EFFECT)

Salam wr wb

Sejak awal informasi pandemi Corona Virus, maka jarak antar orang diatur sedemikian rupa, begitu juga dengan adanya larangan berkumpul setidaknya lebih dari 10 orang atau kurang. Namun adanya fenomena ini menjadikan orang-orang tertentu membuat beberapa solusi terkait dengan penularan virus tersebut, misalnya adanya bilik/kamar desinfektan (berupa penyemprotan) baik untuk orang maupun kenderaan.



Di sisi lain perkantoran juga mulai sepi dan dianjurkan berjauhan sesama pegawainya. Salah satu media penyebaran virus adalah mesin fingerprint, selain uang kertas dan ATM. Dari fenomema ini muncullah ide bagaimana membuat absensi yang tidak perlu disentuh dan membentuk antrian. Penulis membuat alternatif fingerprint dengan memanfaatkan QRcode yang tidak membutuhkan listrik/batre dalam pengoperasiannya dan sangat murah.

Awalnya ide ini muncul karena adanya pengaturan Absensi menggunakan GPS dan perimeter saat kuliah di salah satu kampus di Medan. Mengingat seorang dosen harus berada di kampus saat mengisi absensi onlinenya, maka smartphone dengan GPS sangat cocok untuk digunakan sebagai bukti dosen memang berada di kampus. Namun lagi-lagi metode ini tetap memiliki kelemahan, antara lain: Smartphone (HP) bisa di bawa orang lain (diwakilkan), Dosen bisa berada di kampus, tapi tidak di kelas dan lainnya.

Atas dasar ini perlu dibuat sistem Absensi sedemikian rupa yang betul-betul menunjukkan dosen atau guru berada di kelasnya. Namun perlu diingat juga bahwa penempatan alat-alat sejenis fingerprint membutuhkan biaya yang mahal. Untuk itu disini penulis membuat absensi berbasis QRcode tanpa fingerprint dan berbasis fisika dasar dan berbiaya sangat murah.




Alat dan Bahan: Cermin datar, Jam (Dinding) Kecil, Lembar QRcode (berisi nama ruang) ukuran sekitar 5 x 5 cm atau 10 x 10 cm. Lembar QRcode (berisi nama guru/dosen/pegawai) ukuran sekitar 5 x 5 cm atau 10 x 10 cm. Smartphone guru/dosen/pegawai serta Aplikasi QRcode reader.

Cara Kerja:
Dengan menempelkan QRcode ruangan ke cermin yang berada di ruangan dan di belakang HP (di bawah kamera), maka guru/dosen/pegawai yang berada di depan cermin dan memfoto dirinya serta menscan QRcode yang menempel di HPnya, maka diperoleh posisi si guru/dosen/pegawai serta fotonya sekaligus. Jika jam (dinding) kecil ditempatkan juga di bagian atas cermin, maka waktu pemotretan juga akan terekam. Ada baiknya jam kecil tersebut dalam bingkai cermin yang sama (tidak bisa diubah dengan cepat).

Cara ini sangat Murah dan Mudah untuk dibuat oleh siapapun. Syarat untuk mewujudkan ini semua wajib punya paket data dan berada di wilayah yang memiliki sinyal internet untuk pengiriman hasil scan dan respond jawaban (bisa via Aplikasi atau WA). Alternatif lainnya dapat menggunakan SMS untuk pengiriman hasil scan dan respond (namun ini masih berbiaya SMS).

Alternatif ini dapat pula diterapkan untuk absensi siswa tiap hari dan tiap kelasnya. Namun adanya pembatasan penggunaan smartphone untuk siswa (terutama di tingkat SD dan SMP), maka tidak semua sekolah dapat melaksanakannya serta perlu alternatif cara lain. 

Demikian alternatif absensi ini, semoga dapat dibuat dan diterapkan, baik semasa pandemi Covid-19 ataupun masa-masa aktif sebagaimana biasanya.

Wallahu a'lam


============================================


Berikut Simulasi Penggunaan Absensi berbasis QRcode:

Seorang guru masuk ke ruang kelas, dia menggunakan qrcode scanner untuk login ke absen kelas tsb (mis: XII IPA 1). Selanjutnya muncul Google Form, berisi Absebsi kelas XII IPA 1 dan bisa mengisi absensi siswa (hadir, sakit, izin, alfa) bahkan batas materi pelajaran. 

Adapun bukti bahwa guru tersebut berada di ruangan adalah dengan selfi di kelas tersebut dengan latar QRcode ruangan. 
________________________________

Permasalahan yg harus dipecahkan:

Bukti guru selfi saat itu belum tentu valid, karena foto-foto guru bisa saja 1 pekan atau 1 bulan lalu. Namun dipakai untuk berkali-kali.

Apa solusinya?
________________________________

Solusi yang ditawarkan:
  • Disiapkan QRcode ruangan kelas (mis: XII IPA 1), ukuran 10 cm x 10 cm
  • QRcode ruangan ditempelkan pada bagian tepi cermin (misal sebelah kanan atas)
  • Pada bagian bawah kamera HP guru dipasang QRcode inisial guru ybs, berbentuk lipatan, dimana saat tidak dipakai QRnya tertutup/dilipat, namun saat dipakai maka terbuka (seperti daun pintu).
  • Guru berdiri di depan cermin dan mengaktifkan aplikasi QRcode scanner
  • Guru memfoto dirinya dalam cermin tsb
  • Guru mengirim jepretan menggunakan aplikasi yang dirancang khusus
  • Aplikasi akan mengolah foto yg dikirim guru, dan membalasnya jika benar/salah.
  • Validasi benar/salah sesuai dengan hari/jam masuk guru ybs.
# Kira2 jawaban aplikasi:

jika salah: 
maka ada perintah mencoba lagi atau maaf, data yang anda masukkan salah.

jika benar: 
"Terimakasih Bpk/Ibu Pandapotan Harahap telah berada di kelas"


Silahkan klik Absensi online berikut: 

# Selanjutnya guru mengisi absensi siswa dan daftar/batas materi ajarnya hari itu.

=========================

yang harus dilakukan:
  • membuat aplikasi QRcode scanner yg mampu membaca hasil jepretan kamera 1x petik dan kemunculan hari & waktu otomatis
  • petikan camera berupa: 1) wajah guru, 2) qrcode guru di HP, 3) qrcode ruangan, 4) timestamp
  • aplikasi merespond sesuai database guru

=================

Namun untuk tahap awal, yakni tanpa membuat aplikasi baru, dapat digunakan aplikasi pembaca QRcode dan langsung direct ke Form Google untuk isi absensi dan batas pelajaran seperti link berikut: Absensi Kelas Berikut

Minggu, 29 September 2019

ALTERNATIF TOOLS EKONOMI SYARIAH

EKONOFISIKA: ALTERNATIF TOOLS EKONOMI SYARIAH
Oleh: Pandapotan Harahap

ABSTRAK
Adanya perkembangan ilmu sains dasar dan ekonomi serta Ekonomi Islam (Ekonomi Syariah) menjadikan beberapa disiplin ilmu saling berkaitan dan mendukung. Ekonofisika yang merupakan gabungan ilmu ekonomi dan fisika ternyata mampu memberikan sumbangsih dalam analisis dan model-model dari data ekonomi yang kompleks. Keterhandalan ini ternyata dapat digunakan pula dalam ekonomi syariah sebagai tools alternatif dalam menelaah fenomena mendasar ekonomi dan akad transaksi muamalah di kalangan masyarakat. Untuk mendapatkan detail penjelasan, penulis mencoba mengambil 3 buah contoh pengujian tools, yakni: uang dalam Islam, Investasi Bodong (Ponzi) dan transaksi pemasaran berjenjang (MLM). Diperoleh detail dan analogi yang cukup jelas dengan menggunakan fenomena Fisika: Energi, Daya dan Karakteristiknya, Reaksi Berantai Fusi dan Peluruhan Radioaktif.
Kata kunci: ekonofisika, uang, Ponzi, MLM, energi, daya, reaksi berantai peluruhan.


A.    Pendahuluan
Perkembangan ekonomi pada daarnya sejalan dengan perkembangan teknologi keuangan itu sendiri. Kegiatan-kegiatan seperti barter, jual beli serta transaksi lainnya tetap saja terjadi baik secara tradisional maupun modern. Yang membedakannya hanyalah jumlah, frekuensi dan volume kegiatran transaksi itu dalam 24/7, dimana sebelumnya jumlahnya masih kecil dan tidak berjalan 24 jam sepekan (24/7) dan bersifat lokal maupun regional, kini berlaku global.
Kompleksitas transaksi antar manusia semakin tinggi saat memasuki millennium ketiga dengan perkembangan Teknologi Informasi (Information Technology/IT) dengan sarana onlinenya. Perkembangan IT yang luar biasa menjadikan decade setelah 2010 sebagai bersatunya perangkat-perangkat teknologi, komunikasi, media dan lainnya menjadi satu yang tak terpisahkan. Data-data transaksi dan kegiatan individu merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi para perusahaan-perusahaan besar berbasis big data analysis dan artificial intelligent (AI). Muara perkembangan IT ini menuju perkembangan Financial Technology (Fintech) dan Internet of Thing (dicetuskan Kevin Ashton 1999)[1], kemudian menjadi Internet of Everything (IoE) yang diperkirakan akan bermula di tahun 2030an ke depan.[2] 
Kegiatan ekonomi pada dasarnya selalu bertujuan demi kemakmuran dan kesejahteraan kehidupan manusia, baik berbasis konvensional maupun syariah. Pada perjalanannya, ekonomi konvensional menunjukkan arah yang berlawanan dari tujuan semula. Meski terdapat capaian kesejahteraan yang dimaksud, tetapi ternyata hanya sedikit saja yang dapat meraihnya, dimana sebagian kecil masyarakat memiliki/menguasai kekayaan (kesejahteraan) dari sebagian besar masyarakat (sesuai dengan Pareto Principle[3]). 
Namun, satu sisi yang menarik adalah Ekonomi Islam (Syariah) yang selalu berusaha meluruskan kegiatan-kegiatan transaksi ekonomi (muamalah) sesuai dengan aturan agama Islam agar distribusi harta/kekayaan tidak berputar pada sebagian kecil masyarakat (berlawanan dengan Hukum Pareto di atas). Hal ini sangat jelas dimuat dalam Al Qur’an surah al Hasyr ayat 7 yang artinya: “supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu”.[4]
Kondisi terkini menunjukkan kondisi ekonomi dan kesejahteraan umat manusia masih sangat jauh dari harapan, terutama negara-negara Islam yang notabene berusaha menerapkan dan menjalankan Ekonomi Syariah dalam kegiatan muamalahnya. Ekonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajarai masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam dengan tujuan kebahagiaan hidup manusia dengan mengorganisasikan sumber daya alam atas dasar kerja sama dan partisipasi.[5]
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dasar, ilmu-ilmu lain berkembang dan saling ketergantungan untuk memecahkan masalah yang dihadapi, dalam hal ini ilmu ekonomi itu sendiri. Ekonofisika yang muncul tahun 1995 mulai memainkan peran dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi kompleks, baik secara makro maupun mikro. Dalam tulisan ini akan dinukilkan bagaimana ekonofisika dapat dijadikan alat (tools) pendamping dalam memecahkan beberapa permasalahan ekonomi dan transaksi yang terjadi di masyarakat.
Secara umum, kesemua ilmu saling berkorelasi, baik secara sederhana maupun kompleks. Sebelumnya, para ilmuwan sangat membedakan antara ilmu-ilmu social (social science) dengan ilmu alam (natural science). Dengan perkembangan terakhir, para ilmuwan memahami bahwa ilmu-ilmu sosial tak lain adalah ilmu alam yang variabel-variabelnya sangat banyak (kompleks). Dalam tulisan ini akan ditinjau ekonomi, ekonomi syariah dan ekonofisika (Econophysics) secara umum, dimana pendatang baru ekonofisika (yang masih seumur jagung, muncul di tahun 1995) mencoba ikut berperan dalam masalah ekonomi.
Sesuai fokus masalah dalam tulisan ini, penulis mencoba untuk membahas bagaimana ekonofisika dapat diaplikasikan dan mendukung ekonomi syariah dalam menganalisis beberapa masalah ekonomi dan kegiatan transaksi ekonomi di masyarakat.
B.     Ekonofisika: Ranah Ilmu Baru
Sejarah telah mencatat babak baru dengan bertambahnya ranah keilmuan manusia yang bertambah dengan terbitnya istilah econophysics (ekonofisika). Istilah ini pertama kali digunakan dalam sebuah workshop di kota Budapest Hungaria Juli 1997. Konferensi ilmiah pertama yang membahas ini diadakan  2 tahun kemudian (1999) oleh Himpunan Fisika Eropa dengan tajuk International Application of Physics in Financial Analysis di Dublin Irlandia dan terus berlanjut tiap tahun.[6]
Ekonofisika merupakan bidang  penelitian  baru  di  dalam  fisika yang memanfaatkan hukum-hukum  serta  teori-teori  fisika untuk mempelajari dinamika perkembangan sektor-sektor ekonomi. Penggunaan istilah ekonofisika terlihat lebih konsisten digunakan jika dibandingkan  dengan  bidang-bidang  lain yang beririsan dengan fisika seperti biofisika, geofisika,  astrofisika,  atau  yang  sama sekali tidak  berhubungan  seperti  metafisika.[7]
Banyak ilmuwan yang tertarik dengan menggunakan fisika dalam ranah ekonomi dalam dalam permasalahan kompleks. Ekonofisika terdiri dari dua asal istilah keilmuan, yaitu ilmu ekonomi dan fisika (economics and physics).[8] Selama ini ekonomi merupakan disiplin tentang perilaku manusia berhubungan dengan manajemen sumberdaya, keuangan, pendapatan, produksi  dan konsumsi barang-barang dan jasa. Sehingga dari sini ekonomi biasanya diidentikkan dengan ilmu social. Namun dalam beberapa hal, hukum-hukum ekonomi menunjukkan keseruapaan dengan ilmu alam. Perilaku kolektif manusia dapat diterangkan dengan proses tertentu seperti statistik.[9] 
1.      Bidang Kajian Ekonofisika
Secara garis besar, beberapa tools yang lazim digunakan dalam fisika dapat diterapkan dalam ekonomi keuangan, seprti: 1) fungsi-fungsi distribusi dalam statistic, 2) fungsi gamma, variable kompleks, 3) fluktuasi indeks saham atau valuta asing, 4) turbulensi harga saham, dan 5) Masalah statistik dan penggunaan metode dalam mengambil informasi ekonomi sejalan waktu.[10] Meskipun telah mencakup masalah kompleks dalam financial, secara mendasar kaidah-kaidah dasar dari ilmu fisika tetap bisa diterapkan dalam bidang ekonomi fundamental, seperti uang, desain akad dan prediksi keberlangsungan bisnis berbasis barang, jasa dan investasi.
2.      Penerapan Ekonofisika Sebagai Tools
a.      Uang Sebagai Energi atau Daya
Suatu kegiatan ekonomi dapat berlangsung dengan baik apabila memenuhi 3 unsur penting, yaitu: 1) keinginan manusia, 2) sumber-sumber daya, dan 3) cara-cara berproduksi.[11] Dalam ekonomi, unsur sumber daya dibutuhkan untuk memenuhi keinginan-keinginan manusia. Sumber daya dapat dikatakan sebagai faktor-faktor produksi. Sumber-sumber daya ada yang disediakan oleh alam ada juga yang dibuat oleh manusia untuk memproduksi barang dan jasa. Sumber daya (faktor produksi) dapat dibedakan pula menjadi: tanah dan alam, modal serta  keahlian.[12]
Di atas telah disebutkan bahwa salah satu faktor produksi adalah modal, dalam hal ini akan ditinjau khusus tentang uang. Uang dalam beberapa hal dan hampir kesemuanya merupakan awal gerak atau kekuatan ekonomi dan manajemen. Adapun unsur manajemen antara lain adalah: 1) Man (Sumber daya Manusia), 2) Money (uang), 3) Materials (bahan baku), 4) Machines (Peralatan/Teknologi/Mesin), 5) Methods (metode) dan 6) Market (pasar).[13]
Jika dikumpulkan semua unsur manajemen dalam kesatuan penggerak (energi) dalam bentuk massa m, maka dalam hal ini Einstein menyatakannya dengan bentuk E = mc2.[14] Salah satu komponen m tersebut adalah Money (uang). Dalam istilah ekonomi uang tentunya tak lain adalah unsur dari kegiatan manajemen atau kegiatan ekonomi sebuah perusahaan atau bahkan sebuah negara. Jika dalam bentuk emas, uang bisa dimasukkan ke dalam cadangan devisa. Secara praktis, uang adalah tenaga atau energi untuk melakukan transaksi ekonomi baik skala kecil maupun global.
b.      Uang Dalam Ekonomi Islam
Secara umum uang dalam Islam adalah alat tukar atau transaksi dan pengukur nilai barang dan jasa utuk memperlamcar transaksi perekonomian dan bukan merupakan komoditi. Motif memegang uang dalam Islam adalah untuk transaksi dan berjaga-jaga serta bukan untuk spekulasi. Sementara penggunaan uang diprioritaskan untuk memenuhi kebajiban keluarga, zakat dan nazar. Selanjutnya barulah untuk keperluan yang sifatnya Sunat, mubah serta makhruh. Penggunaan uang diharamkan pula dalam hal menimbun, tipu daya, judi/spekulasi, riba, monopoli, bermegah dan sejenisnya.[15]
Berdasarkan sejarah moneter Islam, al Qur’an secara eksplisit telah menyebutkan bahwa alat pengukur nilai adalah emas dan perak dalam beberapa ayat.[16] Penggunaan emas dan perak serta ketahanannya terhadap inflasi juga telah disebutkan dalam beberapa kisah dalam al Qur’an seperti dalam surah al Kahfi.
Meskipun beberapa ulama dengan mengikuti perkembangan terkini membolehkan apa saja dijadikan uang, termasuk kulit kerang, batu dan lainnya sebagai alat tukar, namun kemudahan dan kelangkaan dalam mendapatkannya menjadikan benda-benda tersebut tidak dapat dijadikan standar secara global sebagai alat tukar. Berikut ini dikutip beberapa argument terkait bolehnya apa saja menjadi uang:
§  Diriwayatkan dari Umar bin Khattab, ia berkata, “Aku berkeingingan untuk membuat uang dari kulit unta”. Lalu dikatakan kepadanya, “Kalau begitu, tidak akan ada lagi unta! Lalu Umar mengurungkan niatnya.” (Tafsir Shan’aniy, 3/93)
§  Imam Malik berkata, “Andaikan orang-orang membuat uang dari kulit dan dijadikan alat tukar oleh mereka, maka saya melarang uang kulit itu ditukar dengan emas dan perak dengan cara tidak tunai.” (Al-Mudawwanah Al-Kubra, 3/90).
§  Ibnu Hazm mengatakan, “Segala sesuatu yang boleh diperjual-belikan dapat digunakan sebagai alat tukar, dan tidak terdapat satu nash pun yang menyatakan bahwa uang haruslah terbuat dari emas dan perak.” (Al-Muhalla, 8/477)
§  Ibnu Taimiyah juga berkata, “Terkait Dinar dan Dirham, tidak ada batasan bahwa harus yang dicetak dan tidak ada juga batasan syar’i. Karena itu, material uang merujuk kepada ‘urf (kesepakatan masyarakat) dan kesepakatan para penggunanya. Sebagian ulama berkata, “Uang adalah suatu benda yang disepakati oleh para penggunanya sebagai (alat tukar), sekalipun terbuat dari sepotong batu atau kayu.” (Majmu’ Fatawa, 19/251).[17]
Berkaitan dengan sejarah munculnya uang kertas, kezaliman dan propaganda di baliknya, beberapa ulama yang sangat keras menentang uang kertas menyatakan ada riba pada uang kertas bahkan pembayaran zakat dengannya tidak sah, ini sangat terkait dengan ‘ayn dan dayn dari apa yang digunakan sebagai alat transaksi. Beberapa ulama diantaranya adalah Abdul Qadir as Sufi, Umar Fadhillo, Zaim Saidi, Syeikh Imran Hosein dan lainnya.
Terlepas dari perbedaan pendapat para ulama, penulis akan mencoba menggunakan ekonofisika sebagai tools untuk menarik kesimpulan secara objektif nantinya.
c.       Energi Dalam Fisika
Sebelumnya sudah disebutkan bahwa uang adalah tenaga (power) atau daya. Dalam dasar-dasar Fisika, daya/tenaga adalah energi persatuan waktu dimana waktu berjalan secara linier. Secara matematis dinyatakan dengan:
P = E / t      atau    E = P x t
P =   Power (satuan watt)
E =   Energi (satuan joule)
t   =   Waktu (satuan sekon)[18]
Beberapa karakteristik energi ini antara lain adalah: 1) Energi tidak dapat diciptakan juga tidak dapat dimusnahkan, 2) Energi dapat diubah-ubah bentuknya, 3) Energi dapat pula didistribusikan atau disebarkan, dirambatkan dan dipindahkan.[19]
Pada dasarnya uang adalah alat tukar dan penyimpan nilai, untuk ini Nabi SAW telah memberikan gambaran ringkas terkait alat tukar berupa barang ribawi sebagaimana hadits berikut:
“Emas ditukar dengan emas, perak ditukar dengan perak, gandum ditukar dengan gandum, jawawut ditukar dengan jawawut, kurma ditukar dengan kurma, garam ditukar dengan garam, haruslah semisal, sama ukuran atau jumlahnya, dan serah terima secara langsung. Apabila jenis barangnya berbeda, maka juallah sesuai kehendak kalian manakala serah terimanya secara langsung." (HR. Muslim).[20]
Dari keenam barang tersebut jika dilihat maka kesemuanya sangat bermanfaat dan memiliki nilai intrinsik. Meski sampai Beliau wafat, belum ada dicetak Dinar atau Dirham kaum muslimin sendiri, namun belakangan kedua Dinar dan Dirham inilah menjadi uang resmi dalam kekhalifahan Islam.
Selain memiliki nilai intrinsik (garam sebagai penyedap/obat), benda-benda ini memiliki massa (bobot) yang sebanding dengan jumlah dan volumenya, begitu juga dengan kurma dan gandum. Kesemua benda ini memiliki nilai yang sebanding pula saat dipecah menjadi lebih kecil ataupun volume yang lebih besar serta dapat pula disebarkan/didistribusikan. Energi juga dapat disimpan dalam bentuk lainnya (seperti energi listrik) berupa kimia di dalam baterai/powerbank.
Dari 6 barang riba yang disebutkan Nabi SAW sebagai alat tukar, ternyata kesemuanya memenuhi ketiga karakter energi. Keenam barang ribawi tersebut selain emas dan perak tak lain adalah bentuk bahan makanan, meskipun tak dapat disimpan terlalu lama namun telah mewakili sifat-sifat energi. Jika dianalogikan ke bentuk lain, bahan makanan yang disebutkan nabi bisa berbentuk bahan lainnya sesuai waktu dan tempat.
Namun, kedua emas dan perak ternyata memilki nilai intrinsik, daya tahan, lama disimpan (jutaan tahun tak berubah), dapat diubah bentuk, dipindahkan/distribusikan dan memiliki nilai sebanding fraksinya (jika besar, maka nilainya membesar dan sebaliknya). Jika dibandingkan dengan uang FIAT (kertas), hampir kesemua sifat energi pada suatu benda tidak dapat dipenuhinya. Dari sini dapat dikatakan dasar-dasar fisika dapat digunakan sebagai tools dalam ekonomi, dan sangat mendukung ekonomi syariah khususnya tentang uang dalam Islam.
Para ulama telah menyatakan pula bahwa Dinar Emas merupakan karunia dan menjadi alat ukur, penyimpan nilai dan takaran harta dan kekayaan. Pada fisika dasar dikenal pula 3 besaran utama dan pokok secara global di alam semesta, yakni panjang, massa/bobot dan waktu. Berkaitan dengan panjang dan bobot telah ditetapkan alat ukur masing-masing, yakni meteran dan timbangan/neraca. Hampir semua besaran lainnya selalu mengacu pada besaran pokok ini.
Adapun hal menarik dalam alat ukur yang dipakai, alat tersebut selalu konsisten dan baku dalam penggunaannya. Misalnya meteran, haruslah sama di seluruh dunia bahwa 1 meter adalah 100 cm dan tiap 1 cm terdiri dari 10 milimeter. Bahan alat ukur yang dipakai haruslah rigid (kaku) tidak mudah memuai (memanjang/memendek) karena faktor luar seperti adanya kenaikan panas meskipun sedikit. Baik meteran maupun neraca harus bersifat konsisten dan tidak fleksibel atau lentur dalam penggunaannya.
Kesalahan pengukuran akan selalu terjadi jika hal-hal berikut meliputi alat ukur: 1) kesalahan karena menggunakan alat ukur yang salah atau rusak (lama/tua/aus), 2) kesalahan pengguna alat ukur (cara memakai, tidak teliti, salah laporan), dan 3) lingkungan di sekitar pengukuran (lembab, panas, dan medan magnet) serta kesalahan lainnya yang mengikut sendiri.
Peran ekonofisika disini menunjukkan bahwa salah satu fungsi uang adalah alat pengukur nilai. Jika alat ukur dan pengguna alat mengalami kesalahan secara otomatis terjadi kesalahan. Lingkungan yang salah juga menyebabkan kesalahan pengukuran. Contohnya adalah sifat legal tender dari uang FIAT yang dipaksakan sesuai tempat masing-masing otoritas yang mengeluarkannnya. Kondisi politik, keamanan dan lainnya mempengaruhi penerbitan uang-uang kertas lama dan baru, termasuk berkurangnya nilai uang setiap tahunnya (5-7% inflasi) yang menunjukkan tidak rigid-nya alat ukur yang dipakai.
 Dari sini dapat disimpulkan bahwa dasar-dasar fisika (ekonofisika) mampu berperan membantu ekonomi syariah dalam memperkuat argumennya selain dari dalil-dalil yang sudah ada.
d.      Uji Desain Akad Transaksi Dengan Ekonofisika
Maraknya model bisnis di lapangan selama ini dan perkembangan teknologi yang pesat menyebabkan semakin kaburnya penerapan prinsip-prinsip muamalah di masyarakat. Beberapa yang menjadikan hebohnya masyarakat di media mainstreaming antara lain bentuk-bentuk bisnis Investasi, MLM, Skema Ponzi dan lainnya. Hal ini semakin diperparah oleh paket-paket yang dijual dikaitkan dengan produk-produk islami seperti Umro dan Haji. Tidak sedikit para ulama dan artis yang ikut terseret namanya dalam kasus penipuan seperti ini. Minimnya tingkat religiusitas masyarakat, pemahaman ilmu muamalah dan sifat bawaan berupa tama, serakah dan ingin cepat kaya membuat semakin maraknya operasi bisnis seperti ini.
Umumnya masyarakat tidak bisa membedakan system pemasaran MLM, Skema Ponzi dan Investasi murni maupun bodong, sehingga efek jera karena kerugian yang dialaminya membuat kesimpulan yang sama untuk semua bisnis di atas. Padahal DSN MUI telah memberikan panduan terkait bisnis-bisnis yang melibatkan masyarakat banyak (Sistem Penjualan Langsung Berjenjang) sesuai syariah. Kutipan langsung dapat diakses secara online disertai rincian.[21]
1.      Fisika Nuklir dan Skema Ponzi
Untuk skema Ponzi sebenarnya mudah dikenali, yakni produk tidak sebanding dengan uang yang disetor, hasil minimal 50% dari modal dan jangka waktu yang singkat (missal 3 pekan atau 2 bulan saja). Orang yang pertama melakukan ini adalah Ponzi di Amerika serikat, dimana perolehan member lama dibayar dari member baru yang mendaftar, begitu seterusnya sampai dicapai titik jenuh pendaftar.
Hasil gambar untuk reaksi berantai
Skema pembelahan inti berat menjadi ringan dalam reaksi fisi berantai.[22]

Dalam Fisika Nuklir dikenal yang namanya reaksi Fisi, dimana inti atom berat (misalnya Uranium 238) bisa dibelah dengan partikel berat seperti neutron. Hasil pembelahan ini menghasilkan inti atom yang lebih ringan (misalnya Kripton 90 dan Barion 144). Jika reaksi ini tidak dikendalikan, maka pembelahannya akan terjadi secara berantai sampai jumlah inti atom berat di awal habis dalam waktu singkat dengan energi yang sangat besar, contohnya bom atom.
Bentuk-bentuk bisnis yang cepat berkembang seperti skema Ponzi berkedok investasi memenuhi bentuk reaksi pembelahan inti tak terkendali seperti gambar di atas. Jumlah energi (uang masuk) suatu saat pastilah terbatas, kecuali pendatang lama menginvestasikan dananya kembali. Namun besarnya tetap saja terbatas. Dari skema pembelahan menjadi 2 bagian ini, maka dapat diprediksi kapan collaps-nya bisnis tersebut. Cirinya, produk tidak jelas (tidak sebanding dengan uang daftar), bonus sponsor/rekruten besar (lebih dari 15%), cepat berkembang, heboh dan tutup.
Namun jika reaksi ini dapat dikendalikan, maka dapat dihasilkan panas yang tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang sangat bermanfaat seperti PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir).
Pengendalian yang dimaksud dalam bisnis seperti ini adalah sesuai dengan aturan-aturan yang ada pada DSN MUI. Bisnis-bisnis berbasis investasi yang memiliki produk real, bonus yang realistis pastilah akan bertahan lama dan sukses.
fusi.png
Skema pembelahan inti berat menjadi ringan reaksi fisi terkendali.[23]

2.      Pemasaran Berjenjang (MLM) dan Peluruhan Radioaktif
Untuk kasus reaksi fisi terkendali, ini merupakan bentuk system pemasaran berjenjang (MLM) yang masih memenuhi syarat-syarat tertentu. Beberapa syarat yang ditentukan oleh DSN MUI antara lain: 1) transaksi awalnya berupa membeli produk (sebanding dengan harga pasar/non-markup), 2) tidak ada biaya pendaftaran untuk jadi marketing (pilihan jadi marketing adalah bonus), 3) pendaftar baru memiliki peluang sukses yang sama dengan yang terdahulu, 4) penghasilan sebanding dengan kemampuan membina jaringannya dan lainnya.
Di lapangan, kombinasi ponzi, MLM, forex, investasi terkadang hampir tidak dapat dipisahkan. Untuk itu kemampuan analisis lainnya masih diperlukan untuk menjauhkan transaksi yang dilarang. Umumnya model pemasaran bisnis berjenjang (MLM) memberikan bonus pasangan (binary) yang berterusan sampai level kedalaman tak terbatas. Ini melanggar hukum alam dalam bentuk peluruhan zat radio aktif dalam fisika inti (nuklir).
Gambar terkait
Skema pembelahan inti zat radioaktif.[24]

Berdasarkan grafik peluruhan zat radioaktif di atas, bonus pasangan dari system binary dalam MLM sangat merugikan dan berbahaya terhadap keuangan perusahaan. Bentuk persamaan untuk peluruhan secara sederhana dinyatakan dengan:
Dimana N(t) menunjukkan jumlah sisa dan N(0) jumlah awal dan t1/2 waktu yang dibutuhkan untuk mencapai setengah jumlah sebelumnya serta l sebagai konstanta desintegrasi.[25]
Berikut ini uraian contoh penggunaaan analisis pengeluaran biaya bonus pasangan pada system pemasaran MLM berbentuk binary:
Misal harga jual produk adalah           Rp 100.000
Modal                                                  Rp   25.000
Bonus Sponsor                                    Rp   30.000
Bonus pasangan                                  Rp   20.000
Untuk perusahaan                               Rp   20.000
Administrasi dll                                  Rp     5.000
Sekilas terlihat cashflow perusahaan baik, namun jika terjadi pasangan tiap harinya, maka perusahaan harus mengeluarkan dana sebesar:
1 pasang = didukung 2 produk, biaya dibutuhkan Rp 10.000 per produk
2 pasang = didukung 4 produk, biaya dibutuhkan Rp   5.000 per produk
3 pasang = didukung 8 produk, biaya dibutuhkan Rp   2.500 per produk
4 pasang = didukung 16 produk, biaya dibutuhkan Rp 1.250 per produk
5 pasang = didukung 32 produk, biaya dibutuhkan Rp    625 per produk
Total Pengeluaran Pasangan Rp 19.375
Sampai pada 5 pasang terjadi perharinya, maka dana yang disisihkan (Rp 20.000) sudah hampir habis. Untuk itu perusahaan-perusahan sejenis mengendalikannya dengan batasan flushout tiap harinya (untuk contoh di atas pastilah maksimum 5 pasang flushout perharinya) dan pembinaan jaringan agar tidak full matrix.
Untuk jumlah produk terjual yang masih kecil, ini masih dapat dikendalikan, namun saat jumlah produk yang terjual sudah besar (member besar), bonus pasangan menjadi boomerang bagi perusahaan. Beberapa orang yang mampu menganalisis sengaja membeli produk dengan jumlah yang banyak dengan menyusun sendiri jaringannya (full matrix), ini sangat berisiko bagi perusahaan.
Desain model bisnis seperti ini sangat sesuai dengan peluruhan radioaktif fisika inti di atas (penurunan jumlah sama dengan setengah sebelumnya, dikenal waktu paruh),[26] dimana DSN MUI melarang model pasangan system seperti ini dengan tanpa batas kedalaman. Adapun model pemberian bonus pasangan yang baru tanpa risiko adalah system index, dimana bonus pasangan yang diberikan diberi indeks, yakni:
Bonus Pasangan = (Jlh produk terjual) x (Besar Bonus) : (Jlh pasangan)
Model di atas lebih menjamin cashflow perusahaan dan tidak merugikan para marketing, dimana banyaknya bonus diterima sebanding dengan banyaknya penjualan yang terjadi. Adanya spekulan dengan pembelian banyak produk tidak memberi dampak pada perusahaan dan marketing lainnya.
Berdasarkan beberapa contoh di atas, baik Fisika Dasar maupun Fisika Nuklir (inti) dapat digunakan untuk membantu analisis terhadap masalah ekonomi maupun desain akad untuk suatu bisnis sehingga mampu meminimalisir terjadinya pelanggaran hal-hal yang dilarang dalam bermuamalah.

C.    Penutup
Ekonofisika dengan gabungan disiplin ilmu fisika dan ekonomi dapat digunakan sebagai tools alternatif dalam mendukung ekonomi syariah. Beberapa contoh dasar penggunaan ekonofisika dapat diterapkan pada masalah uang, yakni secara objektif dapat mendukung pendapat para ulama tentang uang sejati dalam Islam, setelah melampaui dalil-dalil yang telah dikemukakan para ulama.
Contoh lainnya adalah, penggunaan ekonofisika untuk mengetahui apakah desain akad transaksi bisnis di lapangan bertentangan dengan syariah dengan tambahan pengujian menggunakan fenomena fisika setelah dalil dan fatwa yang telah ada.
Tools ekonofisika ini adalah sebagai pelengkap dan alternatif dalam pengujian fenomena transaksi muamalah secara umum dan dapat pula dikembangkan sejalan dengan perkembangan teknologi terkini, khususnya financial technology (fintech), seperti e-money, cryptocurrency dan lainnya.



DAFTAR PUSTAKA

Ascarya, Akad dan Produk Perbankan Syariah, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007), h.23.
David Halliday & Robert Resnick, Fisika Modern, (terjemahan Pantur Silaban), Jakarta: Erlangga, 1999, h.138.
David Halliday, Robert Resnick, Jearl Walker, Fundamental of Physics, 10th Ed, (New York: John Willey & Sons, 2012), h.166.
Departemen Agama RI, Al Qur’an dan Terjemahnya, (Semarang: Tohaputra).
Isnaini Harahap & M. Ridwan, The Handbook of Islamic Economics (untuk kalangan sendiri). FEBI UINSU Medan,t.t. h.125.
Muslim Marpaung, Kinerja Perbankan Syariah: Strategi Penghimpunan Dana Pihak Ketiga, Bogor: UIKA Press, 2019, h.35.
Oemar Hamalik, Manajemen Pengembangan Kurikulum, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010), h.27.
Rachmad Resmiyanto, Nalar Fisika di Pasar Saham: Pengantar Ekonofisika, (Yogyakarta: GRE Publishing, 2014), h. 15.
Suyadi Prawirosentono, Riset Operasi dan Ekonofisika, (Jakarta: Bumi Aksara, 2005), h. 183

Sumber Internet:
https://id.wikipedia.org/wiki/Prinsip_Pareto (terkadang disebut Hukum Pareto atau Aturan 80/20). (diakses Januari 2020)





[3] https://id.wikipedia.org/wiki/Prinsip_Pareto (terkadang disebut Hukum Pareto atau Aturan 80/20).
[4] QS. Al-Hasyr/ 59:7
[5] Muslim Marpaung, Kinerja Perbankan Syariah: Strategi Penghimpunan Dana Pihak Ketiga, (Bogor: UIKA Press, 2019), h.35.
[6] Rachmad Resmiyanto, Nalar Fisika di Pasar Saham: Pengantar Ekonofisika, (Yogyakarta: GRE Publishing, 2014), h. 15.
[8] Suyadi Prawirosentono, Riset Operasi dan Ekonofisika, (Jakarta: Bumi Aksara, 2005), h. 183
[9] Rachmad Resmiyanto, Nalar Fisika di Pasar Saham, h. 19.
[13] Oemar Hamalik, Manajemen Pengembangan Kurikulum, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010), h.27.
[14] Suyadi Prawirosentono, Riset Operasi dan Ekonofisika, h. 184.
[15] Ascarya, Akad dan Produk Perbankan Syariah, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007), h.23.
[16] Isnaini Harahap & M. Ridwan, The Handbook of Islamic Economics (untuk kalangan sendiri). FEBI UINSUMedan,t.t. h.125.
[18] David Halliday, Robert Resnick, Jearl Walker, Fundamental of Physics, 10th Ed, (New York: John Willey & Sons, 2012), h.166.
[19] David Halliday et.al, Fundamental of Physics, h.1138.
[25] David Halliday & Robert Resnick, Fisika Modern, (terjemahan Pantur Silaban), Jakarta: Erlangga, 1999, h.138.
[26] David Halliday & Robert Resnick, Fisika Modern, h.139.

Gara-Gara Ntar

Rahasia Kuno Nusantara: Kenapa Kita Ngukur Waktu Pake Kedipan Mata? Pernah gak sih lo mikir, dari mana asalnya kata "sebentar" ata...