Kamis, 08 Desember 2011

Tahukah Anda, Guru PNS Sertifikasi, Kerja 5 Bulan, Gaji 25 Bulan

Guru PNS yg sudah sertifikasi, KERJAnya 5 BULAN, GAJInya 25 BULAN



Detail:




  • Jlh bulan dalam setahun = 12 bulaln

  • Jlh gaji dalam setahun = 12 + 1 = 13 bulan (termasuk gaji ke 13)

  • Jlh bulan mengajar dalam setahun = 12 kurangi libur Ramadhan =  1 bulan, sisa bulan mengajar 11 bulan, kurangi libur 2x semesteran =  1 bulan, sisa bulan mengajar 10 bulan

  • Lama kerja dalam sehari = 1/2 hari,

  • Berarti waktu kerja = setengah total bulan mengajar = 1/2 x 10 bulan = 5 bulan



GAJI 25 BULAN ???



Gaji PNS = 13 bulan



Tunjangan Profesi = 12 bulan



TOTAL = 25 bulan GAJI



Masih mengeluh?? Ya, wajar namanya manusia, seperti disinyalir berikut:
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir (lupa diri)." QS. al-Ma’arij (70) : 19-21.



Di tempat saya, jika ditotal penghasilan kotornya, guru yg sudah dapat Tunjangan Profesi + Gaji PNS + Kesejahteraan Guru + Uang Makan + Wali kelas + Transport = Rp. 8.500.000,- / bulan.



Padahal masuk mengajar masih spt biasa, cara mengajra biasa, sehabis jam mengajar, pulang. Dan masih banyak di antaranya penuh keluh kesah.

59 komentar:

  1. Alhamdulillah atuh PNS mah, tinggal kinerja n bersyukurnya. Tp gimana klo guru Non PNS ... ?

    BalasHapus
  2. ada kabar gembira untuk guru Non PNS, tahun depan semua guru sertifikasi akan dievaluasi, jika tidak layak maka TPP nya akan dihentikan, hanya gaji saja. Ini sebenarnya untuk menunjukkan mana guru yg benar dan mana guru yg nyasar. Jd meskipun Honor, tapi layak, maka akan menerima. Jadi indikator Profesional itu akan kelihatan jelas.

    Salam Pendidikan !

    BalasHapus
  3. Kedepan semua guru yg memperoleh tunjangan profesi akan di audit oleh KPK.apabila ada temuan tdk sesuai dengan aturan,maka guru yg bersangkutan harus mengembalikan 2 kali lipat dr jumlah yang di terima.(Masalah.com)

    BalasHapus
  4. KPK akan mengaudit tunjangan sertifikasi untuk ke depan.apabila ada temuan tdk sesuai dg petunjuk,maka yg bersangkutan harus mengembalikan dua kali lipat dr jumlah yg di terima.www.masalah.com

    BalasHapus
  5. Wah,luar biasa di MAN 2 itu Pak,harusnya madrasah kita ini kualitas pembelajarannya bermutu.

    BalasHapus
  6. sedikit info dari tulisan diatas, ada hal yg kurang di pahami penulis mengenai tugas guru secara Global?, kalau melihat jam kerja real ( datang dan pergi ) ke kantor bisa saya benarkan.

    TAHUKAH ANDA, BAHWA TUGAS GURU LAINNYA?

    sedikit gambaran?, seorang guru yang benar benar menghayati tugasnya dan melaksanakan setiap elemen dari awal sampai akhir?

    o> Menyusun Kurikulium
    o> Membuat Program pengajaran Tahunan dan Semestes
    o> Membuat rencana Pengajaran samapi detail, termasuk menyiapkan materi yg harus disampaikan kepada peserta didik
    o> Membuat isntrumen pengukuran memalui soal soal test,
    o> Memeriksa hasil pengukuran
    o> Menganalisis pengukuran untuk meguji validasi soal item, sekaligus untuk menguji selama proses Pembelajaran
    o> Membuat prgram perbaikan dan pengayaan sebagai tindak lanjut
    o> Melakukan proses perbaikan dan pengayaan
    o> megamati peserta didik yg bermasalah dan memberika solusi pemecaham masalsh yg dihadapi,

    belum lagi se orang guru di tuntut untuk selalu meng update ilmunya dengan selalu membaca dan belajar.
    dan banyak lagi hal hal yang menyangkut Komptentensi yang di harapkan ( silahkan baca PP atau Permendiknas yg mengatur tugas Guru dan Dosen )

    TAHUKAH ANDA, KALAU SEMUA TUGAS TUGAS YANG SEBAGIAN SAYA SEBUTKAN DI ATAS, DI KERJAKAN OLEH REKAN GURU DI LUAR JAM KERJA REAL ( DATANG DAN PERGI )

    KALAU YG LAIN PERGI TANPA PERSIAPAN PULANG TANPA BEBAN

    KALAU GURU???? WHAT DO YOU THING???

    salam , terima kasih atas posting statusnya

    BalasHapus
  7. Ketika para orang tua duduk manis di depan televisi, menonton acara kesukaan masing-masing, dengan atau tanpa anak-anak disampingnya, sadarkah mereka kalau pada saat yang sama para guru dari putra-putri tercinta mereka tengah membuat persiapan untuk mengajar besok? Ketika para orang tua sudah mulai beristirahat di peraduannya, sadarkah mereka kalau para guru dari putra-putrinya itu masih memeriksa pekerjaan putra -putri mereka, bahkan sampai larut malam? SADARILAH. GURU BEKERJA TIDAK HANYA DI SEKOLAH SAAT TATAP MUKA, TETAPI TETAP BEKERJA BAHKAN DI SAAT ORANG LAIN SEDANG LELAP DALAM ISTIRAHATNYA...

    BalasHapus
  8. Di tempat ANDA, jika ditotal penghasilan kotornya, guru yg sudah dapat Tunjangan Profesi + Gaji PNS + Kesejahteraan Guru + Uang Makan + Wali kelas = Rp. 7.100.000,- / bulan. itu DITEMPAT ANDA BUNG... ditempat lain ??? ya Gaji aja... tunjangan profesi datangnya setahun 2x, kesejahteraan Guru? apaan itu rasanya ngga ada deh tunjangan itu di tempatku wong Tunjangan Daerah aja tidak tiap bulan datangnya dan besarannya terus menurun. Uang Makan??? apalagi... ngga ada tuh... Wali Kelas? entahlah nggak pernah jadi wali kelas...

    BalasHapus
  9. Tulisan ini menyesatkan & tidak berdasar. Tampak sekali penulis tidak senang dengan penghasilan guru sertifikasi. Kenapa penulis tidak menghitung juga waktu yang digunakan guru untuk buat RPP, Analisis Hasil evaluasi, Periksa PR & test serta Kegiatan Remedial & Pengayaan. Jangan sok pahlawan bung, kami ndak pernah mengobok-obok penghasilanmu

    BalasHapus
  10. Saat ini kinerja Guru PNS Sertifikasi memang masih rendah. Kalo dihitung kerja sbgm karyawan lainnya, hitungannya guru-guru masih kerja 5 bulan dengan gaji 25 bulan. Atau jika dihitung rata-rata, penghasilannya sudah mencapai 5 - 7 jt perbulan.

    Mungkin banyak yg keberatan dengan tulisan di atas, tp silakan saja cek dan ricek di lapangan. Semoga nantinya semakin profesional, amiin.

    BalasHapus
  11. Terimakasih atas komentarnya,
    Mengapa kita menuliskan kerja 5 bulan, gajinya 25 bulan?
    Itu merupakan fakta yang sebenarnya. Adapun yang dituliskan berikut:
    1) Menyusun Kurikulium, 2) Membuat Program pengajaran Tahunan, dan Semester, 4) Membuat rencana Pengajaran samapi detail, termasuk menyiapkan materi yg harus disampaikan kepada peserta didik, 5) Membuat isntrumen pengukuran memalui soal soal test, 6) Memeriksa hasil pengukuran, 7) Menganalisis pengukuran untuk meguji validasi soal item, sekaligus untuk menguji selama proses Pembelajaran, 8) Membuat program perbaikan dan pengayaan sebagai tindak lanjut, 9) Melakukan proses perbaikan dan pengayaan, 10) Megamati peserta didik yg bermasalah dan memberika solusi pemecaham masalah yg dihadapi.

    Tulisan di atas merupakan kegiatan yang ideal, kenyataannya 90% tidak demikian.

    Adapun point-point lainnya sebenarnya tidaklah berat jika guru punya kompetensi komputer yang lumayan (word & excel), jadi menyusun dan mengevaluasi tidaklah berat. Toh filenya sudah ada tinggal edit saja, gak perlu dibawa kerumah. Masalah evaluasi, sebagian sudah bisa memakai komputer, termasuk analisis butir dll.

    Jika waktu mengajar sehari 4-6 jp, maka sebenarnya kegiatan lainnya bisa dikerjakan disela-sela waktu mengajar.

    Jika tidak dihitung dalam masa kerja 5 bulan kerja, 25 bulan gajian, maka gaji guru sudah mencapai 5 - 7 jt perbulan. Apakah tidak cukup?

    Jadi, tinggal kita-kita para guru ini saja terkadang enak kurang enak. Toh 90% guru yg dapat tunjangan sertifikasi, ngajarnya masih gitu-gitu jg.

    Wallahu a'lam

    BalasHapus
  12. "Ketika para orang tua sudah mulai beristirahat di peraduannya, sadarkah mereka kalau para guru dari putra-putrinya itu masih memeriksa pekerjaan putra -putri mereka, bahkan sampai larut malam? SADARILAH. GURU BEKERJA TIDAK HANYA DI SEKOLAH SAAT TATAP MUKA, TETAPI TETAP BEKERJA BAHKAN DI SAAT ORANG LAIN SEDANG LELAP DALAM ISTIRAHATNYA"

    Kalo saya melihat ini, menjadi lucu. Kenapa harus dibawa pulang dan bekerja sampai larut malam? Ini jg menunjukkan kita belum profesional. Hampir Semua (85%) kegiatan evaluasi dapat dilakukan di sekolah.

    Masalahnya, kita masih konvensional atau sudah digital? Jika masih konvensional, maka wajar saja sampai tidak tidur/bergadang.

    Tidak salah jika kita mulai berbenah diri, bukan kita memberikan pembenaran atas kegiatan kita selama ini.

    Coba kita menjawab masing-masing:
    Berapa banyak guru yg masih pakai kalkulator cabe saat evaluasi?
    Berapa banyak yg mengajar pakai papan tulis tok?
    Berapa banyak yg memanfaatkan internet sbg media/sumber belajar?
    dan masih banyak lainnya...

    Mudah-mudahan kita semakin semangat dalam belajar & mengajar, dengan perolahan perbulan 5-7 jt perbulan tsb (Gaji + TPP).

    BalasHapus
  13. Nah, tulisan itu dimaksudkan bagi orang yg sudah mendapatkannya. Jika kita belum, tidak masalah.

    Jika sudah, sejauh mana kinerja kita? Ayo mari kita tingkatkan !

    BalasHapus
  14. Tuisan pak Adi justru menunjukkan anda tidak profesional. Masa guru profesional emosian?

    Jika anda keberatan, berarti anda ada didalamnya? Nah, kita seharusnya masing-masing meningkatkan kompetensi jika sudah seperti judul tulisan di atas.

    Kita selalu menganggap negatif apa yang ditulis orang, seharusnya menjadi bahan introfeksi diri. Coba bayangkan dengan guru honor, jauh sekali bukan? Dihitung perbulan, gaji guru PNS + TPP mencapai 5-7 jt perbulan.

    "Tulisan ini menyesatkan & tidak berdasar".

    Jelas sekali telah dipaparkan di atas, jd bukan tidak berdasar. Untuk mengujinya:
    "JIKA SAYA SEORANG PIMPINAN YAYASAN, maukah SAYA menggaji guru yang punya kompetensi spt SAYA (mohon jawab jujur), dengan gaji 5-7 juta perbulan?"

    Semoga bermanfaat !

    BalasHapus
  15. Analisis kinerja guru yg bapak lakukan tidak salah, itulah yg sebenarnya terjadi di lapangan. teman2 guru bekum sepenuhnya mensyukuri apa yg telah diberikan oleh pemerintah dengan memanggap jam kerja hanya tatap muka di kelas ... seperti yg kita ketahui jam kerjaGuru memiliki kewajiban melaksanakan tugas sebanyak 37,5 jam per minggu (1 jam 60 menit) berdasarkan PP nomor 53/2010 ttg Disiplin PNS, sebagian dari kewajibannya itu wajib melaksanakan tatap muka minimal 24 jam tatap muka dan paling banyak 40 jam tatap muka.

    Maka jika SMA/SMK 1 jp = 45 mnt maka 24 jp = 25 x 45 mnt = 1080/60 mnt= 18 jam, berarti masih ada sisa waktu 19,5 jam utk melengkapi 5 tugas pokok guru (PP no 74/2008 ttg GURU:
    a. Merencanakan pembelajaran
    b. Melaksanakan pembelajaran
    c. Menilai hasil pembelajaran
    d. Menyusun dan melaksanakan program remedial dan pengayaan
    d. Membimbing dan melatih peserta didik; dan
    e. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja Guru
    Namun demikian dengan akan diberlakukan Penilaian Kinerja Guru pada Januari 2013 untuk Kenaikan Pangkat dan Tunjangan Profesi Pendidik, guru2 yg tdk profesional akan terpinggirkan dengan sendirinya.

    BalasHapus
  16. sebaiknya, artikel dibaca dengan lengkap dan detail.
    Judul di atas tidak ada yang salah, semua benar.

    Semoga menjadi iktibar bagi kita semua.

    BalasHapus
  17. Masya Allah.. ternyata begitu ya... harus banyak2 bersyukur...

    BalasHapus
  18. pak vandha yang baik hatinya....sempat saya kaget membaca artikel ini...saya bertanya-tanya artikel ini untuk semua guru yang ada di indonesia atau hanya pada satu daerah saja. apakah artikel ini mewakili semua kondisi guru yang ada ??
    saya juga seorang guru pak disatu daerah kecil, disni saya sebagaiPNS masa kerja saya 8 tahun. tetapi bukan seperti yang bapak bicarakan...saya dna teman-teman sya yang lain belum juga sertifikasi yang notabene dijadikan alasan gaji tunjangan tinggi, jangan sertifikasi untuk menjadi peserta UKG saja tidak juga tercantum. kemudian kami tetap melaksanakan kereja 6 hari kerja dengan kewajiban masuk kerja dari jam 07.00-14.15..ada atau tidak ada jam kami harus tetap berada disekolah untuk alsan administrasi lainnya (bimbingan siswa, pengembangan bahan ajar dsb). tunjangan yang kami terima juga tidak seerti yang bapak sebutkan. kami terima hanya 150.000 per bulan itupun 3 bulan sekali cair. uang walikelas ditiadakan, uang makan tidak ada...
    jadi mohon membuat artikelnya jangan seolah2 nasib guru sama semua pak..apalagi kami didesa dengan hanya gaji normal +tunjangan 150.000 tidak ada yang lain ditambah jarak tempat kerja 30km dari tempat tinggal
    MOHON SAAT MENULISKAN BESAR PENDAPATAN GURU DISURVEI KEMBALI APAKAH ITU BERLAKU SECARA UMUM....
    agar tidak terjadi "kecemburuan" dalam masyarakat atau bahkan kecemburuan antar guru di berbagai daerah...terimakasih

    BalasHapus
  19. kalian ingin mengejar harta atau ingin mengajar ilmu??
    seandainya guru gak di gaji, apakah masih ada yang mau menjadi guru dengan ikhlas??

    BalasHapus
  20. persoalan di atas lupakan saja. Karena saya justru was-was dengan sertifikasi. Kenapa, dua teman saya ditendang gara-gara guru sertifikasi. Mereka dipindah bahkan yang satu tidak diberi jam mengajar, sebagai gantinya diberikan tugas sebagai pegawai Perpustakaan. Saya was-was karena siapa tahu giliran saya yangnanti yang ditendang, karena ada guru sertifikasi yang kekurangan jam dan meminta jam saya..

    BalasHapus
  21. kami guru non PNS hanya bisa merenungi nasib, tapi kami tetap semangat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, walau kami tidak mendapat tjgn surtifikasi, dan kami hanya menerima gaji sedikti, tapi kami yakin Allah akan memudahkan dan memberi kami rejeki dan kemudahan ...

    BalasHapus
  22. Yakinlah anda, saya juga dulu honor.
    Ingat kata Mario Teguh, pantaskanlah diri kita untuk dibayar mahal.

    BalasHapus
  23. Terimakasih Pak/bu.
    Dari judul dapat dilihat, ini adalah guru PNS yang sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi.

    Jika belum PNS & belum dapat tunjangan, berarti di luar pembicaraan.

    BalasHapus
  24. Begini saja,hilangkan tunjangan sertifikasi.gunakan saja uang itu utk merekrut tenaga guru lagi.kasian yg sudah lama honor Dan kasian anak-anak pelosok tidak punya guru.lulusan guru tu bertebaran dmn2,lebih baik rekrut aja tu org.kl mau bersikeras mau tunjangan,semoga aja Ada guru yg rela hati tanpa gaji mau mengajar di tempat2 yg tidak Ada gurunya.mau Kah??Biar ini br namanya guru

    BalasHapus
  25. Mudah-mudahan presiden terpilih nanti mau menepati janjinya. Amiin.

    BalasHapus
  26. baca tulisan anda saya jadi geram...saya mahasiswa anak dari seorang guru hebat yaitu ibu saya...hei bung anda tau filosofi guru???gura bukan skedar profesi namun juga panggilan hidup...ibu saya yg single fighter berangkat jam 6.30-14.00 = sekitar 5jam ditambah bimbingan manimal 1 jam jadi 6 jam...ingat itu MENGAJARNYA!!!ngomong evaluasi gampang???bisa di sela2 hee evaluasi itu paling sulit kawan...iya kalo matematika yg 1+1=2 kalo ilmu sosial???pengertian2 yg setiap ahli beda2 pengertianya...apakah anda n org2 lain harus jawab sama semua sekelas???pasti dg penjelasan beda2...itu bisa dikomputerisasi???saya rasa tidak ada software sperri itu...kalaupun terkomputerisasi berapa waktu yg dgunakan utk input data 300an siswa n nilai rata2 ada 3 (UH,TUGAS,US) UH per bab minimal 5 mapel tugas perminggu...apakah secepat itu pke komputer...aku biasa pake komputer sejak kelas 5 sd n mulai dulu sering bantu ibu buat input nilai...sampe sekarang evaluasi akhir saya musti n ttep wajib lembur seminggu buat ngerjain itu...padahal saya tinggal input tanpa koreksi...belum lagi beban moral 30siswa yg harus dikenal n ketahui karakternya utk tau apakah mreka paham ato belum,n memastikan klo ilmunya tidak salah n dipahami oleh 30otak manusia...krn 30calon penerus bangsa itu mrupakan tanggung jawab guru...guru stiap hari dwajibkan berperilaku baik...

    tolong pikir lebih kritis...anda kritis namun masih sngat kurang utk memandang suatu masalah...iya saya tau ada oknum guru yg masih belum bener...tapi saran saya sangat dwajibkan klo melihat suatu permasalahan dri berbagai sisi...n klo mau mengkritik wajib pake solusi...mari bikin Indonesia cerdas...

    bukan sombong ato apa cuma biar gak dikira ini ucapan pribadi dri 1sisi saja fyi saya mahasiswa jurusan bisnis,saya aktif dbeberapa lemaga masyarakat n lembaga sosial n sering bnget bahas tentang negara n masyarakat n hukum,saya anak seorang guru senior yg skarang sudah sertifikasi...ya alhamdulillah klo masalah yg anda angkat saya sedikit banyak paham...

    BalasHapus
  27. terima kasih atas masukannya.
    Lebih baik dibaca dengan cermat, terkesan anda emosi dalam menanggapi tulisan tersebut.
    Jangan lihat secara pribadi Ibu anda, Ibu saya juga guru PNS dan saya juga Guru PNS,
    tidak masalah guru Senior atau Junior, tapi itulah mayoritas kebanyakan di sekolah2.

    Jika ibu anda sudah melaksanakan profesi dengan baik, alhamdulillah. Bukan berarti tulisan ini menyudutkan, tetapi menyadarkan guru-guru untuk Bersyukur dengan apa yang telah diterima guru PNS Sertifikasi, lalu dengan itu para guru meningkatkan kompetensinya, termasuk saya.

    Alhamdulillah, dengan sertifikasi ini saya bisa membeli buku, bahkan minimal 1 tiap bulannya.
    Nah, jika kami para guru dengan kerja 5 jam seharinya dan gaji sudah sampai 7-9 juta perbulan, apakah tidak wajar untuk bersyukur, dengan membeli buku (terkait profesi), langganan internet dan membuat media pembelajaran? Bagaimana dengan guru-guru yang tidak perduli? Jadi wajar tulisan ini saya tuliskan untuk menggugah yang lainnya.

    Salam pendidikan!

    BalasHapus
  28. Alhamdulillah.....bagi saya sangat bersyukur ada teman yg sudah bersertifikasi bisa menyadari adanya kekurangan yg terjadi dilapangan krn sertifikasi ini......ada yg saling sikut...ada yg saling tusuk demi sertifikasi.....astagfirullah......bkn meningkatkan kompetensi yg ada pd diri agar memang dianggap layak mendapatkan sertifikasi tersebut.......begitu sudah dapat malah bkn semakin meningkatkan diri tapi malah semakin hancur kemampuannya.......saya kasihan dengan teman2 lain yg memang bekerja dng baik dan punya kemampuan yg baik bahkan setelah mendapat sertifikasi bekerja dengan baik pula...namanya jd ikut jelek karena guru2 sertifikasi yg tidak punya kemampuan yang baik......

    BalasHapus
  29. Nah bagamana dengan nasip guru yang sudah pensiun,karena keterbatasan pedalaman sehingga tidak bisa ikut sertifikasi, apa kah bisa mengurus sertifikasi nya lagi sedangkan jasanya mengajar sudah lama sekali tapi tidak bisa ikut sertifikasi dimana keadilan buat guru guru yang seperti ini

    BalasHapus
  30. mudah2an amal mereka semua mendapat balasan yang LUAR BIASA... tidak semua balasan alam bentuk MATERI.

    Dalam al Qur'an Surat Yasin, "Ikutilah orang2 yang tidak meminta balasan kepadamu, dan mereka mendapat petunjuk."

    BalasHapus
  31. Saya Ucapkan Terima Kasih kepada Seluruh Guru yg Mengabdi dgn sungguh-sungguh untuk memperjuangkan Generasi Muda Indonesia..
    Semoga Allah SWT membalas semua kebaikannya..

    Aminn

    BalasHapus
  32. aku mau jadi guru pns yang baik dan profesional sehingga apabila penghasilannya besar itu layak dan pantas aku terima untuk mencukupi kebutuhan dan kebahagiaan keluargaku, semoga Allah memberikan kesempatan itu kepada kita yang memiliki cita cita luhur dan bangsa indonesia memiliki generasi penerus yang cerdas dan berbudi pekerti luhur sehingga bangsa ini bisa menjadi bangsa yang hebat. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa dan berapa pun penghasilannya adalah layak apabila sesuai dengan keberhasilannya.
    TERIMAKASIH GURUKU YANG SUDAH MENCURAHKAN ILMU NYA SEHINGGA KAMI BISA MENJADI SEPERTI INI, SAMPAI KAPANPUN ENGKAU ADALAH PAHLAWANKU, PAHLAWAN TANPA TANDA JASA.
    BERAPAPUN NOMINAL PENDAPATAN YANG ENGKAU TERIMA TIDAKLAH SEBANDING DENGAN APA YANG TELAH KAMI DAPATKAN DARIMU, SEMOGA SEMUA GURU YANG PINTAR, TULUS, IKHLAS, BAIK, PERHATIAN, DAN PENUH KASIH SAYANG MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN DUNIA DAN AKHERAT, SEMOGA BANGSA INDONESIA AKAN MENJADI BANGSA YANG BESAR DAN HEBAT KARENA SUDAH SADAR MENJADIKAN GURU SEBAGAI PROFESI YANG DI CITA CITAKAN.
    SALAM BUAT SEMUA GURU

    BalasHapus
  33. TERIMA KASIH..

    Mereka para guru (profesional) pantas menerima Lebih, semoga pemerintah semakin serius.
    Jika guru dipandang mulia, maka tidak semua orang bisa menjadi guru. Untuk itu sudah selayaknya pemerintah berupaya untuk mengarahkan manusia-manusia Indonesia yang terbaik mau menjadi guru (Alumni ITB, UI, UGM, dll dijadikan Guru). Jadi guru bukan pilihan ke-3, 4 atau bahkan "daripada gak ada kerja".

    Semoga,
    Salam ww

    BalasHapus
  34. jaman almarhum bapa saya (guru pns), berangkat jam 6 pulang jam 9 malam gajinya segitu-gitu aja, masih kalah jauh ama gaji ibu saya (pns bukan guru), itupun bapa saya ngajar di 1 sekolah negeri dan 3 sekolah swasta, sampai akhirnya meninggal karena kena penyakit hepatitis B (mungkin karena kecapean). Itu baru namanya pengabdian. kalo liat guru sekarang kayaknya jauh deh semangat dan pengabdiannya, bahkan yang keliatan "lebih materi" di masyarakat omongannya udah kayak pedagang.

    BalasHapus
  35. Wah klo masalah tulisan sih sya stuju kalo msalnya judulnya bukan 5 bulan gaji 25 bulan. Tapi 10 bulan gaji 25 bulan. Karena hari kerja walaupun cuma kerja 6 jam dhtungnya tetep 1 hari kerja pa, bukan 1/2 hari kerja.

    Trus di judul harusnya bukan "GURU", tapi "OKNUM GURU", karena ga semua guru seperti itu pa. Jangan coba untuk menggenelarisir keadaan sebagian untuk semua kalo probabilitasnya tidak sama. Karena akan menimbulkan persepsi yang berbeda di setiap pembaca yang akan menggiring ke persepsi tertentu.

    Wah yg dibawah yg mnyebutkan "Untuk itu sudah selayaknya pemerintah berupaya untuk mengarahkan manusia-manusia Indonesia yang terbaik mau menjadi guru (Alumni ITB, UI, UGM, dll dijadikan Guru). Jadi guru bukan pilihan ke-3, 4 atau bahkan “daripada gak ada kerja”. Saya kurang sependapat pa, karena mereka dididik bukan untuk menjadi seorang guru, sedangkan guru yg ideal menurut sya adalah guru lulusan dari universitas keguruan. Akan berbeda dalam hal mengjadapi murid, menjiwai profesinyapun akan berbeda. Oke ada PPG untuk yg nondik, tapi apakah akan sama bobotnya antara PPG yg cuma setahun dengan pendidikan d unibersitas keguruan yg 4 tahun? Pasti akan berbeda. Biarkanlah kewajiban menjadi seorang guru dilakukan oleh ahlinya yaitu sarjana keguruan, tinggal kualitasnya aja yg diperbaiki.
    karena menurut rosulullah juga berikanlah tugas kepada ahlinya, kalau pada bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya.

    Haturnuhun.
    mf saya cuma orang bodoh yg ikut berkomentar.

    BalasHapus
  36. Guru sertifikasi yang benar itu ndak ada liburnya Dul....., Kerja 24 jam di rumah juga masih kerja. Jangan asal cerita. Ini lho yang yang kerja ngos-ngosan Rumah tangga kurang terurus, anak diajak kerja sampai sore di kantor karena ndak temen di rumah. Ndak selesai di kantor masih harus dilanjutkan di rumah. Bahkan tidak jarang tengah malam bangun tuk ngerjakan kerjaan kantor. Jangan anggap guru itu hanya ngoceh di depan kelas saja. Libur sekolah yang libur Siswanya Dul, Gurunya ya masuk. enak aja ngomong di publik, ra nglakoni.

    BalasHapus
  37. Biar saja guru makmur, klo penghasilan guru lebih baik daripada pegawai lain pasti nantinnya banyak para lulusan terbaik berminat menjadi guru sehingga menjadikan guru-guru di indonesia guru yang memiliki prestasi akademis yang hebat.

    BalasHapus
  38. "Ndak selesai di kantor masih harus dilanjutkan di rumah. Bahkan tidak jarang tengah malam bangun tuk ngerjakan kerjaan kantor"

    Ini menunjukkan guru yang tidak profesional, masa' kerjaan sampai dibawa ke rumah. Umumnya kebanyakan guru, setelah mengajar di kelas banyak yang ngerumpi, bukan menyiapkan evaluasi. AKhirnya terbawa-bawa sampai ke rumah. Dengan beban 24 jampel seminggu, berarti mengajar cuma 4 jam pelajaran (= 4 x 45 menit = 180 menit = 3 jam) seharinya. Nah masih ada sisa 3,5 jam dalam seharinya, karena tiap hari beban kerja PNS Guru adalah 6,5 jam. Aneh jika kerjaan sampai dibawa ke rumah.

    Untuk itu para guru harus bisa menggunakan TI, agar pekerjaan semakin mudah. Tapi kalau cara manual, ya harus berjam-jam dalam evaluasi dan dibawa ke rumah. Saya juga guru, dan melakoni serta terus berupaya untuk lebih baik.

    Ada baiknya bacalah tulisan ini secara utuh, agar tidak menulis komentar apa adanya dengan emosional. Semoga hidup guru menjadi lebih baik dan sejahtera. Amiin !!!

    BalasHapus
  39. Gaji gede,....masih saja kurang,dedikasi dipertanyakan.guru sekarang banyak gaya+ mata duitan

    BalasHapus
  40. ha..ha..ha.. oh guru juga to! jadi tidak pernah membawa pekerjaan pulang ke rumah?..jadi semua tugas-tugas peserta didiknya diperiksa disekolah to...bagaimana dengan pembuatan administrasi remedial dan pengayaanya, analisis ulangan hariannya dan analisis butir soal dan bahkan bank soalnya ...anda buat di sekolah juga to...ketika keluar dari kelas berapa banyak nilai yang telah anda petik pada peserta didk anda? pada KTSP saja ..setahu saya ada 3 ranah penilaian yaitu penilaian kognitif , afektif dan psikomotor pada saat proses belajar yang harus dipetik dikelas per 1x pertemuan...PENILAIAN KURIKULUM 2013 lebih gila lagi! anda mengajar berapa kelas? jika anda penerima sertifikasi pasti jam anda 24 jam perminggu.dan jumlah peserta didik yang anda hadapi pasti ratusan.sungguh anda sempat mengimput semua nilai nilai itu disekolah? saya tidak yakin kecuali anda bermalam di sekolah mengerjakan itu semua dan tak perlu membawa pekerjaan pulang kerumah .ATAU...jangan-jangan anda tidak melakukan penilaian pada peserta didik anda dengan benar...hingga anda tidak begitu repot! sepertinya anda tak butuh lagi bersosialisasi dengan teman kerja anda di kantor! ingat hlo guru profesional adalah guru yang memiliki kompetensi kepribadian yang baik dan dapat besosialisasi!

    BalasHapus
  41. Saya bukan guru, tapi tetap bagi saya judul tulisan ini menyesatkan, setidaknya gebyah uyah. Menyakitkan bagi guru yang kerjanya benar. Baru berapa tahun guru dihargai layak, sudah dipandang seperti ini. Penginnya guru dibuat sengsara terus kali...

    BalasHapus
  42. saya mahasiswa keguruan, sudah menjadi guru sebagai pekerjaan sampingan sambil kuliah. saya sangat senang untuk menjadi guru, namun saya masih berpikir apakah kedepannya akan menjadi guru. saya tahu guru itu mulia, tapi saya tidak mau anak saya kelak hanya hidup dengan sekedar (hal ini dinyatakan melihat gaji sebagai guru swasta atau honorer). makanya sebenarnya saya sedang mencari info tentang gaji guru PNS.. apakah mendapatkan gaji sebesar itu membutuhkan waktu bertahun-tahun pak?

    BalasHapus
  43. Aku dah baca utuh. Tapi tetep saja judulnya provokatif, cari sensasi. Kalau mau ngungkit2 jangan tanggung2 mas. Hitung juga waktu yang habis untuk jalan kaki dari satu kelas ke kelas lain, itu menghabiskan 5 menit. Jadi sehari bisa 40 menit hilang. Dasar nyinyir. Baru berapa tahun dikasih sejahtera, sudah diungkit2. Penginnya guru dibuat sengsara terus kali yaaa?

    BalasHapus
  44. Jadi untuk itulah kalian di gaji bro !
    Profesi lain jg tidak jauh beda, malah tidak ada sertifikasi.
    Kerja aja yang bener

    BalasHapus
  45. Thanks Abd Lubis,
    Untuk mendapatkan gaji diatas 5 jt perbulan, alumni keguruan tidak harus menunggu lama.

    Ingin cepat?
    Ikuti progam SM3T, setelah selesai maka langusung mendapat Sertifikat sertifikasi dan mendapat gelar baru gr. (singkatan dari guru, seperti dokter dr.)

    Jika anda melamar/tes CPNS dan lulus, setelah PNS langsung dapat sertifikasi +1 x Gaji pokok.

    Semoga bermanfaat.

    BalasHapus
  46. Jangan bingung2, judul itu untuk meningkatkan kompetensi guru yg telah mendapat serti. Karena dilapangan 90% yg sudah dapat tunjangan masih berkinerja sama seperti dulu. Jadi gak usah negatif thinking. Jangankan untuk melanjutkan S2 pendidikannya, setelah dapat serti pun jarang guru yg menyisihkan 100-200rb untuk membeli buku, atau beli modem, langganan internet, apalagi ikut kursus komputer yang berbayar.

    Semoga terbuka wacananya.

    BalasHapus
  47. Ya, saya guru.
    Yang sering saya bawa pulang adalah kerjaan tambahan (jika ada).

    Untuk evaluasi, itu banyak caranya. Usahakan siswa belajar berbasis proses, jangan berbasis tujuan. Nanti mereka akan mengejar nilai-nilai dan nilai. Perbanyak menggunakan komputer, shingga mempermudah pekerjaan (yg manual).

    Yang terbaru saya buat album Quiz, yang tiap lembarnya membahas 1 soal dan jawaban.
    Dengan album Quiz ini, evaluasi semakin mudah.

    Selama 2 Tahun terakhir (2014-2015), menulis kembali apa yang di papan tulis sudah saya larang. Jadi siswa langsung memotret tulisan (baik guru maupun rekan mereka/siswa), dan menganjurkan menulisnya di waktu lain. Bukan menghabiskan waktu di kelas dengan menulis kembali di buku, itu cukup menyita waktu guru dan siswa.

    Semoga kita bisa berbagi.

    BalasHapus
  48. Gak papa, lebih baik berbuat, ketimbang tidak. Salah itu biasa... yang penting mau belajar.

    BalasHapus
  49. Itulah tampak guru saat ini.
    Mudah2an tulisan dengan judul di atas menggugah guru PNS yg sertifikasi untuk berubah setelah mendapatkan kesejahteraan yang lebih.

    BalasHapus
  50. bukan hal baru jika gaji guru sangat besar padahal kerjanya ah sudahlah. membuat kurikulum dan segalam macamnya itu mah gampang metode kuantitatif cuma bagiin kuesioner. coba lihat gaji profesi lainnya pekerja sosial yang selalu di lapangan panas terik 2,4jt. perawat 2,5, pegawai kantor 2,4 juta. dokter PNS 3,5 juta padahal biaya kuliahnya mahal. Bayangkanlah. sampai kapan harus seperti ini.

    BalasHapus
  51. Salam hormat,,,
    Perkenalkan sy adalah anak seorang guru SD, beliau (Ibu) sy sudah mengajar lebih dari 25 tahun. Saya sendiri sekarang seorang Public Relation (Alhamdulillah berkat beliau yg setia banting tulang tanpa megenal lelah). Kalo dilihat secara sekilas memang tulisan ini kritis tapi tidak komprehensif, tahu kenapa? karena gaji layak dan namanya sertifikasi datang pd tahun2 belakangan lalu bagaimana dengan 10 tahun lalu atau 20 tahun lalu? Apakah anda juga berhitung, memikirkan sampai kesana?
    Jika saya harus jelaskan secara rinci akan terlalu panjang. Intinya jika anda penulis adalah juga seorang guru. Mungkin anda adalah guru yang baru "jadi" di era modern saat ini yg lebih siap dengan terupdatenya cara kerja dan gaji "tinggi". Lalu bagaimana dengan guru yang sekarang sudah hampir pensiun? yang bahkan menggunakan gadget saja masih gagap apalagi komputer untuk mengefektifkan kinerjanya. Orang awam jika membaca tulisan ini akan terkejut karena tulisan ini sangat dangkal dan terkesan membuat gaji guru itu tinggi, kerja guru sebentar , kerja guru enak. Pernah main ke Dinas?, Kantor pemerintah? yang pada jam kerja mereka bisa ngopi, merokok santai ngobrol2 dan bahkan tidak ada di kantor "saya tahu karena bagian dari pekerjaan saya bisa mempertemukan saya dengan mereka" ok skip saja walau stereotipe itu nyata dan hanya sebagian. Saya hanya ingin memberitahu penulis jika memang anda pandai bercerita haruslah pandai mencari fakta. Kurang bersyukur? cobalah berkaca sebelum seolah olah hanya gaji dan jam kerja saja. Ibu anda seorang guru? Mungkin anda kurang mengerti apalagi cara merangkum cerita hidup Ibu anda sendiri.

    BalasHapus
  52. Hadeeeh baca comment byk bgt, panjang lebar..., sakit, sedih, bpk saya pensiunan guru, dulu gaji kecil, sering nombok, skrg guru di derah sy (jogja) pada kaya raya dgn adanya sertifikasi tp masih merasa kurang..kurang..dan kurang, kalo di koreksi yg marah2 seperti komentar yg diatas ini, kinerja sama aja.. Pemerintah nyadar gak ya, sertifikasi sama gak sama aja kinerjanya... Duit duit dan duit yg kebanyakan guru skrg pikirkan, pengabdian kayak jaman bpk sy dulu mana?????? Kalian hanya emosi, marah, itu yg namanya pengabdian, kalo maarah2 comment masalah uang itu namanya kerja bukannya mengabdi...

    BalasHapus
  53. Balasan & komen yang bagus, tapi sayang tulisan tersebut tidak dipahami dengan baik.
    Tulisan spt itu memang disengaja, sehingga menarik pembaca untuk berkomen.

    Thanks atas komennya.

    BalasHapus
  54. gaji besar kualitas mlempem,guru skrg bukan pahlawan tanpa tanda jasa,yg dipikirin hanyalah duit bukan kualitas kerja. pendidikan makin hancur,. UKG saja bnyak yg tidak berkompeten apakah layak menerima gaji besarrr????

    BalasHapus
  55. Sebenarnya gaji guru yang riil itu perbulan berapa??? Dan berapa gaji sertifikasi setiap 3 bulan sekalinya

    BalasHapus
  56. Kalo gaji guru PNS dapat dirata-ratakan 3,5 juta perbulan "kotor",
    Tunjangan Profesi (Sertifikasi) = 1x gaji pokok, rata-rata tiap bulan 3,5 jt.
    Jika ada tunjangan lainnya spt wali kelas, uang makan dll = 0,5 jt.
    Ada lagi gaji ke-13 (setahun sekali) = 1x gaji kotor bulanan = 3,5 jt.

    BalasHapus
  57. Salam hormat,
    Yang merasa guru profesional ???
    Sepertinya anda harus kuliah lagi. Karena anda membuat artikel tanpa dasar. Referensi dari mana? Dapat data dari mana? Apakah anda sudah mengalami sebagai guru di SD paling terpencil, terluar, dan terdalam? Ruang lingkupnya kayaknya hanya di daerah anda sendiri tuh. Coba kalau referensi anda dari seluruh Indonesia. Pasti data anda tidak seperti ini. Kalau memang anda masih merasa benar, berarti anda memang orang yang keras kepala. Karena tulisan anda itu kontroversional, tidak memiliki referensi yang cukup untuk membuat sebuah artikel. MAKLUM SAJA KALAU ANDA DIHUJAT BANYAK ORANG. Coba kalo bisa terapkan di SD terpencil di pulau jawa ini saja.

    BalasHapus
  58. Terimakasih masukannya pak Eko Purnomo,

    Jika sudah membaca artikel ini secara lengkap, terimakasih.
    Referensi telah diterakan dalam tulisan ini. Jika ragu silahkan baca kembali

    BalasHapus

TITIK TEMU BERBUKA PUASA & PENCIPTAAN LANGIT

Sejenak terpikir setelah membaca Kitab Fadhilah Ramadhan, mengapa kata berbuka = IFTHAR, yang arti asalnya pecah dan orang Inggris menyebutn...