Tampilkan postingan dengan label frekuensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label frekuensi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2024

PERULANGAN & MODAL BESAR, Bisa Sama Hasilnya?

Seorang pemilik modal Rp 10 jt membeli barang, kemudian menjualnya Rp 10,3 jt di hari itu juga. Berarti untung Rp 300rb sehari.

Pedagang lain hanya memiliki modal Rp 1 jt. Ia beli Saldo deposit pulsa lalu menjualnya dan habis dalam bbrp jam. Belanja lagi dan jual lagi sampai akhirnya setelah 6x belanja terkumpullah total untung Rp 300rb.

Hasil kedua orang tersebut sama, namun berbeda cara. Yang pertama 1x saja dengan dengan untung 300rb, sementara yg kedua butuh bbrp x belanja dan jual.

Dalam Ekonomi modal/uang = Daya Beli
Dalam Fisika Daya = Energi per satuan waktu.

Dalam Fisika, terdapat jenis energi mekanik, salah satunya Energi Pegas.

Energi Potensial pegas setara dengan kuadrat frekuensinya. Ditarik, lepas, lalu berayun berulang ulang (sesuai frekuensi).

Frekuensi itu sendiri banyaknya perulangan tiap satuan waktu.

Dengan kata lain kedua pedagang tsb pada dasarnya memiliki potensi yg sama. Jadi, modal kecil butuh perulangan transaksi utk hasil yg sama dgn pemodal besar.

Salam Ekonofisika

Kamis, 26 Juni 2008

JEMBATAN WIEN SEBAGAI FREKUENSI METER

..................


Jembatan Wien terdiri dari 2 pembagi tegangan, yaitu: Rangkaian Wien (R1, C1, R2, C2) dan sebuah rangkaian resistor murni R3 dan R4. Dalam penggunaan normal kesetimbangan jembatan DV’ = Vo – Vo’ = DV’ = 0, yaitu bila Vo = Vo’ se-fase dan se-magnetudo. Kedua kondisi tersebut harus dipenuhi secara serentak dengan menyetimbangkan jembatan AC.


Untuk mendapatkan kondisi setimbang, pertama tegangan keluaran Vo’ dari pembagi potensial bersifat resistif selalu sefasa dengan tegangan masukan Vi’. Kondisi sefasa ini dicapai jika w = wo’ (fasa setimbang). Nilai wo dinyatakan dengan oleh persamaan.



Dalam sebuah jembatan praktis, kapasitor Cl dan C3 adalah kapasitor tetap dan resistor R1 dan R2 adalah resistor variabel yang dikontrol oleh sebuah poros bersama. Dengan menetapkan R3 = 2R4, maka jembatan dapat digunakan sebagai alat pengukur frekuensi yang disetimbangkan oleh suatu pengontrol tunggal. Pengontrol ini dapat dikalibrasi langsung dalam frekuensi.


Sinyal masukan (Vi) dari sumber (function generator) yang dipilih (sinyal sinusoidal) dengan frekuensi (f) tertentu dilewatkan pada jembatan dan arus akan terbagi pada masing-masing lengan. Dengan memilih nilai-nilai resistor dan kapasitor tertentu sehingga R1 = R2 = R dan C1 = C2 = C sehingga diperoleh frekuensi sebesar.


..............



Download File Lengkap (Pdf)

Gara-Gara Ntar

Rahasia Kuno Nusantara: Kenapa Kita Ngukur Waktu Pake Kedipan Mata? Pernah gak sih lo mikir, dari mana asalnya kata "sebentar" ata...