Tampilkan postingan dengan label TIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Agustus 2013

GURU BERGUMUL DI SEKOLAH, MAU?

GURU BERGUMUL DI SEKOLAH, MAU?


Oleh: Pandapotan Harahap


Di akhir abad 20 yang lalu, masih sulit menemukan seseorang yang menggunakan ponsel (HP) di jalanan. Jikapun ada hanya beberapa saja, yakni pengusaha atau pejabat. Padahal penggunaan saat itu masih berupa telepon (voice/suara) dan pesan singkat (SMS/short message service).


Sejalan dengan waktu, perkembangan Teknologi Informasi & Komunikasi tidak hanya pada perangkat, namun juga sistem operasi dan konten (isi) nya. Di bidang perangkat (gadget),

Rabu, 10 Desember 2008

Rehat - Cari di Tong Sampah !

Rudy seorang pemuda desa baru saja membeli seperangkat komputer. Tanpa basa-basi, Ia pun langsung menyuruh penjual merangkaikan komputer tersebut di rumahnya.


Sambil melihat penjual komputer merangkai Rudy pun dengan seksama mendengarkan kata-kata penjual tentang cara mengoperasikan komputer.


Usai merangkai komputer, si penjual pun pamit meminta izin dan meninggalkan komputer tetap menyala. Kebetulan program yang sedang dinyalakan adalah program pemutar musik Winamp.


Rudy yang dikenal sok tahu itu pun langsung mengklak-klik mouse tersebut. Tanpa sadar ia pun menekan Rem all (Remove all) pada tampilan winamp. Seketika itupula ia langsung kaget melihat daftar lagu yang ada di layar winamp hilang.


Merasa lagu-lagunya hilang, ia pun segera mengambil motornya dan bergegas ke tempat ia membeli komputer.


"Mas, gimana masa lagunya hilang semua," ujar Rudy kepada penjual komputer.


Penjual komputer yang sedang sibuk melayani pelanggan, pun menjawab seperlunya.


"Nggak mungkin hilang, coba aja cari di tong sampah dulu," kata penjual itu.


Rudy yang merasa tak diperhatikan pun langsung pulang ke rumahnya dan mengikuti anjuran penjual tersebut dan mencari� ke tong sampah di sekitar rumahnya. Satu jam tak menemukan lagu-lagu itu, ia pun kembali ke toko komputer dengan emosi yang membara.


"Mas, kalau ngasih tahu yang benar dong masa lagu saya hilang suruh nyari di tong sampah, sebodoh-bodohnya saya, tapi saya tahu nggak ada hubungan komputer sama tong sampah," kata Rudy


Mendengar kata-kata Rudy, bukannya kaget si penjual komputer pun malah tertawa keras.


"Mas Rudy, maksud saya cari di tong sampah itu, tong sampah di komputer, recycle bin, lagipula lagu itu tidak hilang cuma terhapus dari playlist di winamp," kata si penjual.


Rudy pun langsung tertegun malu, sekaligus bingung.



"Lha kalau playlist itu carinya di mana? di tong sampah juga ya? kata Rudy.

Sumber: OkeZone



Quote:

"Tak ada rahasia untuk menggapai sukses, sukses itu terjadi karena persiapan, kerja keras dan mau belajar dari kegagalan". (Jenderal Collin Powell)




Senin, 18 Agustus 2008

Perubahan di Dunia Pendidikan Nasional, Dimulai dari Guru

Tulisan ini merupakan diskusi di milist Guru-Tendik@yahoo.com. Untuk penyebaran informasi, saya muat di blog pribadi, siapa tahu bermanfaat.



Perubahan merupaan suatu yang alami. Manusia jika tidak berubah pasti akan tertinggal. Terkait dengan pendidikan, minimal berubahlah secara pribadi. Salah satu tolok ukur belajar adalah terjadinya perubahan, dimana terjadi perubahan dari tidak tahu menjadi tahu.

Bagi guru, yang penting adalah terus belajar. Saat ini kecenderungan belajar siswa berubah secara drastis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa lebih senang membaca SMS ketimbang membaca buku. Ini menunjukkan bahwa, kita sebagai guru mesti menyikapi perkembangan yang ada. Kita tahu bahwa ponsel merupakan teknologi yang pasti memiliki dampak positif dan negatif. Jika guru (pihak2 terkait) tidak berubah, maka pembelajaran yang diharapkan oleh seorang guru dari siswanya akan menghasilkan kenihilan.

Untuk kasus di atas (SMS), mungkin ada baiknya para guru memikirkan bagaimana menggunakan SMS untuk pembelajaran. Ini masih satu contoh, ke depan sejalan dengan perkembangan teknologi Informasi dan komunikasi, mungkin anak2 akan di depan internet (seperti di depan TV skrg) berjam-jam. Untuk itu pola pembelajaran pun harus diubah.

Dengan perkembangan yang ada, seyogianya pemerintah memperhatikan ini semua. Sailing Wen (penulis buku "Masa Depan Media") bahkan menyatakan pada Dekade ke-2 abad 21 ini, kemungkinan sekolah2 di negara maju akan didatangi siswa paling2 cuma 2 kali seminggu. Ini dapat dipahami, karena kecenderungan anak balajar online saat ini saja sudah mulai nampak. Tingkat SD saja masing2 sudah menggunakan laptop dan terhubung ke internet.

Jadi, meskipun kita "masih jauh panggang dari api" dalam hal penggunaan teknologi untuk pembelajaran, namun setidaknya sudah meramu dasar-dasar sistem dan metode pembelajaran untuk ke depan, jika tidak mau terus tertinggal jauh.

Lantas, apa yang harus kita lakukan sebagai guru?
Yang pasti, kita harus terus belajar, berubah dan terus berinovasi, meskipun untuk diri sendiri. Jika perubahan ke dunia luar belum bisa kita lakukan, namun untuk kebutuhan pendidikan anak2 kita dalam keluarga pasti sangat bermanfaat.

Salam Pendidikan,
Maaf jika kurang berkenan.

Rabu, 02 Juli 2008

Memanfaatkan SMS Untuk Pembelajaran

Jika dilihat perkembangan sehari-hari, ponsel terus berkembang baik dari segi bentuk,



teknologi, fitur danlainnya. Namun yang pasti, pemanfaatan ponsel dalam kehidupan sehari-hari tidak jauh dari SMS dantelepon yang merupakan fungsi asalnya.



Ponsel bukan merupakan barang mewah seperti di zaman saat pertama keluarnya (1990an), namun sudah seperti kacang goreng, sehingga anak sekolahan tingkat SD sudah banyak yang menggunakannya. Namun yang disayangkan, dengan semakin banyaknya siswa pengguna ponsel tetapi belum termanfaatkan untuk pembelajaran.

Dengan adanya perkembangan ponsel saat ini, ditambah dengan persaingan harga oleh beberapa operator, sebenarnya ponsel dapat digunakan untuk media pembelajaran. Hasil penelitian di Yogyakarta, siswa lebih senang membaca SMS di ponsel ketimbang membaca buku pelajaran. Dari sini dapat diambil suatu pelajaran, jika konten suatu SMS dimodifikasi, dengan isi berupa pelajaran, maka secara tidak langsung siswa akan membaca pelajarannya.

Saat ini operator seluler berlomba memberikan fasilitas SMS murah, mulai dari harga per-karakter sampai biaya SMS perbulan cuma Rp. 5000,- sesama operator. Jika fasilitas ini dapat digunakan, sebuah sekolah dapat mengirimkan SMS secara gratis kepada siswa-siswanya. Misalkan jumlah siswa 500 orang, maka dapat dikirimkan SMS berupa konten pendidikan kepada semua siswa (khususnya yang memiliki ponsel dan kartu sejenis). Dari pengalaman/keyakinan penulis, terdapat beberapa konten (isi) SMS yang dapat dikirimkan lewat SMS, diantaranya:

1) Kata-kata mutiara atau kalimat motivasi

Jika suatu sekolah mengirimkan 1 SMS di tiap pagi (katakanlah jam 05.30 WIB), maka SMS ini akan berfungsi sebagai ALARM kepada siswa (akibat/jika berbunyi). Selanjutnya, dengan membaca SMS yang mungkin berisi kata mutiara "SELAMAT PAGI, TIADA KATA SEINDAH DOA" atau "ASSALAMU ALAIKUM, TIDAK SATUPUN MAKHLUK DICIPTAKAN SIA-SIA, KAMU HARUS BERBUAT BAIK HARI INI", dan sebagainya dipastikan motivasi siswa akan bertambah.

2) Kosa kata (vocabulary)

Bahasa asing (Inggris) merupakan salah satu momok bagi sebagian besar siswa. Jika sekolah mengirimkan 1 SMS disiang hari (katakanlah jam 14.00 WIB), berisi kosa kata bahasa Inggris, maka 1 SMS (yang terdiri l.k. 160 kata) dapat dibuat 3-4 kosa kata. Misal isi 1 SM: archipellago = kepulauan; island = pulau, gulf = teluk. Tentunya isi SMS dapat disesuaikan dengan Pokok Bahasan Bahasa Inggris kelas I, II dan III. Dapat dibayangkan jika seorang siswa membaca 3 kosa kata perhari, maka sedikitnya ada 90 kosa kata sebulan. Dan tidak salah jika sekkolah (guru) mengirimkan 10 kosa kata perharinya.

3) Nasehat, Kata Hikmah, Ayat, Hadits

Mungkin, sejalan untuk meningkatkan akhlak (pendidikan nilai) mengirimkan kata-kata nasehat, ayat atuapun hadits sangat membantu mengontrol siswa. Meskipun tidak 100% menjamin, membaca suatu yang baik sedikitnya akan memberikan bekas kepada siswa, bahkan komponen sekolah.

Selain memberikan kata nasehat, SMS dapat pula berisi pelajaran yang tidak berbau matematis, semisal Biologi, Bahasa Indonesia dan lainnya.

4) Pengumuman dan Informasi

Selain konten di atas, SMS dapat pula digunakan untuk mengumumkan Hasil Ujian Siswa, Penerimaaan Siswa Baru, Informasi Alamat instansi dan individu. Jika SMS ini dipadukan dengan teknologi komputer, maka komunikasi tidak lagi searah, namun menjadi interaktif.

5) Kemungkinan Ujian Online via SMS

Tingkat lanjut SMS ini bisa digunakan untuk ujian online (kasus tertentu), hal ini tentunya mengaitkan database komputer dan jaringannya. Jika komputer digunakan untuk pengriman SMS massal (seperti Server Dealer Pulsa online) dan penggunaan keyword-keyword tertentu untuk SMS interaktif, maka pemanfaatan SMS untuk pembelajaran semakin efektif dan efisien. Cukup menempatkan 2-3 pegawai yang mahir untuk operator dan adminnya.

Terdapat kemungkinan lain penggunaan SMS untuk pembelajaran, sejalan dengan perkembangan teknologi telekomunikasi itu sendiri, namun yang paling penting adalah bagaimana melihat peluang yang ada untuk kepentingan pembelajaran.

Peluang dan Tantangan

Tidak semua siswa memiliki ponsel, namun dari kondisi yang ada di lapangan, siswa tingkat SD saja telah memiliki ponsel. Jika melihat aktivitas mereka, penggunaan ponsel masih seputar chatting yang tidak jalas ujung pangkalnya. Jika sekolah melihat peluang ini, terdapat banyak inspirasi agar siswa semakain "belajar".

Suatu sekolah yang memiliki l.k. 1000 siswa jika 65% nya (sekitar 650 siswa) bisa membuat SMS pendukung pembelajaran ini, maka secara tidak langsung membantu operator selular, jika operator bisa memberikan keringanan kepada para siswa dalam memliki ponsel dan kartu perdananya, maka kerjasama "mutualisme" anatara pendidikan (sekolah) dan operator seluler akan terwujud. Bagaimana jika seandainya mayoritas sekolah di Indonesia menerapkan SMS pembelajaran ini? Mungkin kita sudah tahu jawabannya.

Penutup

Tidak semua pelajaran dapat diungkapkan lewat SMS, namun adanya peluang untuk SMS "sangat murah" dari suatu operator, dapat dimanfaatkan untuk pembelaran lewat SMS. Tidak hanya materi ajar saja, kegiatan konsultasi dan bimbingan dapat pula menggunakan SMS. Adanya keberatan guru/individu/siswa menggunakan SMS untuk diskusi, pada dasarnya diberatkan pada pulsa SMS yang mahal. Namun dengan peluang yang ada, hambatan SMS mahal ini sudah dapat diatasi. SMS sangat murah untuk semua operator belum tersedia saat ini, tapi setidaknya telah membantu komunikasi murah (seperti email) lewat SMS meskipun kontennya tidak bisa sepanjang email.

DZIKIR & EMPTY

  When we understand quantum physics, at the atomic level, there is empty space between the nucleus and the electrons.  And... Our bodies ar...