Senin, 18 Agustus 2008

Perubahan di Dunia Pendidikan Nasional, Dimulai dari Guru

Tulisan ini merupakan diskusi di milist Guru-Tendik@yahoo.com. Untuk penyebaran informasi, saya muat di blog pribadi, siapa tahu bermanfaat.



Perubahan merupaan suatu yang alami. Manusia jika tidak berubah pasti akan tertinggal. Terkait dengan pendidikan, minimal berubahlah secara pribadi. Salah satu tolok ukur belajar adalah terjadinya perubahan, dimana terjadi perubahan dari tidak tahu menjadi tahu.

Bagi guru, yang penting adalah terus belajar. Saat ini kecenderungan belajar siswa berubah secara drastis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa lebih senang membaca SMS ketimbang membaca buku. Ini menunjukkan bahwa, kita sebagai guru mesti menyikapi perkembangan yang ada. Kita tahu bahwa ponsel merupakan teknologi yang pasti memiliki dampak positif dan negatif. Jika guru (pihak2 terkait) tidak berubah, maka pembelajaran yang diharapkan oleh seorang guru dari siswanya akan menghasilkan kenihilan.

Untuk kasus di atas (SMS), mungkin ada baiknya para guru memikirkan bagaimana menggunakan SMS untuk pembelajaran. Ini masih satu contoh, ke depan sejalan dengan perkembangan teknologi Informasi dan komunikasi, mungkin anak2 akan di depan internet (seperti di depan TV skrg) berjam-jam. Untuk itu pola pembelajaran pun harus diubah.

Dengan perkembangan yang ada, seyogianya pemerintah memperhatikan ini semua. Sailing Wen (penulis buku "Masa Depan Media") bahkan menyatakan pada Dekade ke-2 abad 21 ini, kemungkinan sekolah2 di negara maju akan didatangi siswa paling2 cuma 2 kali seminggu. Ini dapat dipahami, karena kecenderungan anak balajar online saat ini saja sudah mulai nampak. Tingkat SD saja masing2 sudah menggunakan laptop dan terhubung ke internet.

Jadi, meskipun kita "masih jauh panggang dari api" dalam hal penggunaan teknologi untuk pembelajaran, namun setidaknya sudah meramu dasar-dasar sistem dan metode pembelajaran untuk ke depan, jika tidak mau terus tertinggal jauh.

Lantas, apa yang harus kita lakukan sebagai guru?
Yang pasti, kita harus terus belajar, berubah dan terus berinovasi, meskipun untuk diri sendiri. Jika perubahan ke dunia luar belum bisa kita lakukan, namun untuk kebutuhan pendidikan anak2 kita dalam keluarga pasti sangat bermanfaat.

Salam Pendidikan,
Maaf jika kurang berkenan.

2 komentar:

  1. Betul tuh! Setuju banget! Inovasi kebaikan dalam hal ini cara mendidik harus lebih dahsyat daripada inovasi kejelekan (contoh kasusnya SMS itu tadi)

    BalasHapus
  2. Inovatif dan Kreatif,ijinkan saya utk mengutip tulisan ini agar dapat kami diskusikan bersama.Terima Kasih sebelumnya
    http://www.pgsdzone.co.cc

    admin KMPI

    BalasHapus

TITIK TEMU BERBUKA PUASA & PENCIPTAAN LANGIT

Sejenak terpikir setelah membaca Kitab Fadhilah Ramadhan, mengapa kata berbuka = IFTHAR, yang arti asalnya pecah dan orang Inggris menyebutn...