Sabtu, 23 Agustus 2008

Memiliki Domain Website Sendiri, Perlukah?









Sabtu, 26 Juli 2008

Di tengah blog yang terus bermunculan, keperluan untuk memiliki domain berbayar masih tetap penting. Berikut beberapa sebab yang menjadikan hal tersebut perlu dilakukan.


Apa perlu membeli sebuah domain internet? Pertanyaan itu barangkali pernah melintas di benak banyak orang. Untuk mendapatkan domain internet yang tergolong top level domain seperti com, net, dan org, juga domain Indonesia seperti co.id, or.id, web.id, tentu ada biaya sewa yang harus dikeluarkan per tahunnya. Padahal, ada cukup banyak domain gratisan yang bisa digunakan seperti tk, net.tc, co.nr, co.cc, dan lain-lain.

Memang ada plus minus dari masing-masing pilihan, namun saya cenderung menyarankan untuk membeli domain daripada harus menggunakan domain gratisan. Persoalannya jauh dari sekadar gengsi, lagipula seberapa naik gengsi kita kalau punya domain sendiri tapi situsnya kosong atau tidak digunakan sama sekali. Intinya, membeli domain adalah sebuah investasi!

Saya sampai letih berharap pengguna domain hardiman di com, net, dan org, kelupaan memperpanjang masa sewa mereka. Bahkan pengguna hardiman di biz dan info pun saya pantau. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda mereka mau melepas domain yang telah mereka kuasai itu. Untungnya, domain hardiman.or.id masih kosong.

Berapa harga sebuah domain? Domain “baru” punya tarif yang hampir seragam, kurang lebih 10 dolar AS per tahun atau kurang dari Rp100.000,- per tahun. Disebut “baru” bila saat kita ingin membelinya, domain itu sedang tidak dipegang oleh siapapun. Bagaimana mengeceknya? Tinggal cek apakah domain itu sudah ada pemiliknya, istilahnya cari tahu who is domain tersebut. Lalu apa domain “bekas” bisa lebih murah? Jangan salah, domain yang sudah ada pemiliknya hampir pasti akan memiliki harga lebih mahal daripada domain “baru”.

Tahukah Anda domain labalaba.com pernah ditransaksikan oleh orang Indonesia seharga Rp200 juta? Mengapa Gus Dur menggunakan domain gusdur.net? Karena domain gusdur.com disodorkan dengan harga Rp1 miliar! Mengapa Telkom Indonesia menggunakan telkom.co.id dan Telkom Afrika Selatan menggunakan telkom.co.za? Karena pemilik telkom.com belum mau melepas domain tersebut! Asep.com digunakan oleh American Sport Education Program.

Saya tidak bermaksud mengarahkan Anda untuk menjadi pengoleksi domain, tetapi kita tidak pernah tahu apakah nama diri atau nama perusahaan kita juga punya nilai penting juga bagi orang lain di dunia. Siapa yang sangka kalau ternyata “hardiman” adalah juga perusahaan telekomunikasi di negara seberang sana. Rp100.000,- mestinya tidak mahal untuk sebuah investasi. Itu sama dengan Rp8.500,- per bulan, kurang lebih sama dengan semangkok baso dan segelas teh manis membeli domain tidak selalu berarti Anda harus membuat situs web, portal, atau blog. Jika Anda tidak demen begitu-begituan, fungsikan domain itu untuk e-mail saja. Sekarang, tolong pilihkan mana alamat e-mail yang lebih mudah diingat oleh Anda, username dengan akhiran @yahoo.com atau username dengan akhiran @hardiman.or.id?

Sumber:Riau Pos

1 komentar:

  1. tapi kalo domain itu di kasih website dan trafiknya tinggi bisa lebih mahal tuh.

    BalasHapus

TITIK TEMU BERBUKA PUASA & PENCIPTAAN LANGIT

Sejenak terpikir setelah membaca Kitab Fadhilah Ramadhan, mengapa kata berbuka = IFTHAR, yang arti asalnya pecah dan orang Inggris menyebutn...