Tampilkan postingan dengan label profesional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profesional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Desember 2013

MAKA NIKMAT TUHANMU YANG MANA LAGI YANG KAMU DUSTAKAN?

MAKA NIKMAT TUHANMU YANG MANA LAGI YANG KAMU DUSTAKAN?
(Q.S. Ar Rahman)

Teman di tempat kerja sy (bukan di Jakarta), masih ada (guru) yang mengatakan Rp. 8 juta sebulan masih kurang/belum layak. Terus saya tanya: "apa yang membuat anda merasa layak dibayar pemerintah sebesar Rp 8 jt / bulan? Spt nya tidak ada." Saya Tegur ybs.

Soalnya (sy terangkan padanya):
- Anda masih ingin masuk ke sekolah saat mengajar saja, lalu pulang
- Anda PNS, punya kewajiban jam kerja 37,5 seminggu
- Anda PNS mendapat uang makan sehari Rp 600an ribu sebulan
- Anda Wali Kelas mendapat tunjangan Honor Rp 500an ribu sebulan
- Anda Guru, dapat transport Rp. 200rb perbulan
............
- Anda Guru, mengetik soal pakai komputer saja belum bisa
- Anda Guru, membuat media power point saja juga belum bisa (sm sekali)
- Anda Guru, menggunakan Excel untuk evaluasi belajar jg blm bisa
............
Jadi anda ingin bekerja masuk ke sekolah tiap hari hanya 3 jam, dan dibayar Rp. 200-300rb perhari??? atau Rp. 8-9 jt perbulan (termasuk TPP)

Lalu saya bilang: "Lihat teman2 kita yang Honorer, mereka masih Rp 500 rb -1,2 jt sebulan, dan tanggungan hidup sama ! Syukuri apa yang telah kita terima, perbaiki kinerja kita."
................

Apakah di tempat Bpk/Ibu mengajar masih ada guru yg berpikiran spt ini?
Jika masih ada, semoga cepat berubah. Aamiin.

Kamis, 12 Desember 2013

WORKSHOP PTK DAN MULTIMEDIA - LPPKM EXPANDIA

Salam Pendidikan !!!

PELATIHAN PENUNJANG KINERJA PROFESI GURU


oleh: LPPKM EXPANDIA - Komplek BBC Jl. Bromo Medan




[caption id="" align="aligncenter" width="191"] diklat guru[/caption]

>>> Bidang pelatihan ada 2 pilihan:

A. Pelatihan PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

- Peserta: Guru atau Mahasiswa Kependidikan
- Jumlah Peserta dibatasi 20 orang
- Lokasi:
---- LPPKM EXPANDIA, Kompleks BROMO BISNIS CENTER
---- Jl. Bromo (simpang Jl. Pancasila) Medan
- Jadual Pelatihan:
---- Kamis-Jum'at, 26-27 Desember 2013
---- Pukul 08.30-12.00 WIB (pagi)

- Instruktur & Asisten:
---- Bpk. Muhammad Nuh, S.Pd., M.Pd.
---- Bpk. Pandapotan Harahap, S.Pd., M.Pd., M.P.Fis.

Yang anda peroleh:
- Pengantar PTK (teori & praktik)
- Pembuatan PTK praktis dan mudah
- Hal-hal yang berkembang

- Snack + Modul + Sertifikat
- DVD eBook & Multimedia terbaru senilai Rp. 100.000,- terdiri dari:
---- BSE (buku sekolah elektronik: SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK)
---- Video pembelajaran
---- Animasi pembelajaran
---- Contoh RPP/Silabus
---- Contoh Powerpoint pembelajaran

>>>>> Investasi untuk Pelatihan Rp. 135.000,- perorang
---- Transfer ke Rekening BRI 005301038240504
---- A.n Pandapotan Harahap (Koordinator Diklat LPPKM eXpandia)
---- Jika sudah transfer, ketik SMS kirim ke 087-868-959-818
---- SMS format: DAFTAR+PTK+NAMA+ASAL.SEKOLAH

Untuk info lanjut, bisa SMS/telepon Ibu Dewi Arisanti: Hp. 085276199903
Batas waktu pendaftaran: 25 Des 2013.

-------------------------------------------------------------

B. Pelatihan POWER POINT PROFESIONAL

- Peserta: Guru atau Mahasiswa Kependidikan
- Jumlah Peserta dibatasi 20 orang
- Lokasi:
---- LPPKM EXPANDIA, Kompleks BROMO BISNIS CENTER
---- Jl. Bromo (simpang Jl. Pancasila) Medan
- Jadual Pelatihan:
---- Kamis-Jum'at, 26-27 Desember 2013
---- Pukul 13.30-17.00 WIB (sore)

- Instruktur & Asisten:
---- Bpk. Pandapotan Harahap, S.Pd., M.Pd., M.P.Fis.
---- Bpk. Drs. Haris Al Fuadi

Yang anda peroleh:
- Membuat PRESENTASI PROFESIONAL 7 SLIDES
- Pembuatan HYPERLINK ANTAR SLIDES/BOOKMARK
- Pembuatan HYPERLINK ANTAR FILES
- Pembuatan BACKGROUND PRIBADI
- Pembuatan DASAR" ANIMASI (roda, ayunan, lainnya sesuai MAPEL)
- Pembuatan NARASI GURU untuk slides
- Pembuatan VIDEO GURU Presentasi pada Slides yang aktif
- Pembuatan Auto Run CD/DVD powerpoint
---- (link tetap jalan saat file ppt dimasukkan ke CD/DVD)

- Snack + Modul + Sertifikat

- DVD eBook & Multimedia terbaru senilai Rp. 100.000,- terdiri dari:
---- BSE (buku sekolah elektronik: SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK)
---- Video pembelajaran
---- Animasi pembelajaran
---- Contoh RPP/Silabus
---- Contoh RAPORT OTOMATIS

>>>>> Investasi untuk Pelatihan Rp. 120.000,- perorang
---- Transfer ke Rekening BRI 005301038240504
---- A.n Pandapotan Harahap (Koordinator Diklat LPPKM eXpandia)
---- Jika sudah transfer, ketik SMS kirim ke 087-868-959-818
---- SMS format: DAFTAR+PTK+NAMA+ASAL.SEKOLAH

Untuk info lanjut, bisa SMS/telepon
Ibu Dewi Arisanti: Hp. 085276199903
Batas waktu pendaftaran: 25 Des 2013.

Selasa, 08 Desember 2009

Guru dan Tingkatan Kualitasnya


Sangat sedikit guru yang mau menulis seperti Bu Rani Pardini, tulisan yang menggugah ini mudah-mudahan membuat semangat kembali tenaga kependidikan. Aamiin.




Salam Wrwb

SUATU hari seorang guru dipanggil menghadap kepala sekolah untuk berbincang tentang perkembangan siswanya. Perlu diketahui, usia kepala sekolah ini lebih muda daripada guru tersebut. Ketika ditanya sejauh mana perkembangan anak-anak didiknya, ia menjawab dengan santai, "Sejauh ini perkembangan siswa biasa-biasa saja pak, tidak mengalami kemajuan dan juga tidak mengalami kemunduran, semuanya berjalan apa adanya."


Mendengar jawaban itu sang kepala sekolah kembali bertanya, "Sudah berapa tahun bapak mengajar di sekolah ini?"


"Sudah 15 tahun saya mengajar di sekolah ini pak, selama itu pula saya tetap setia menjadi guru."


Mungkin kita bisa mengatakan betapa tinggi loyalitas sang guru tersebut, tapi dari sisi kualitas dan produktivitas, sesungguhnya ia baru bekerja satu tahun, yang 14 tahun lagi hanya mengulang yang satu tahun tersebut. Artinya, dia bekerja 15 sebagai guru tanpa efek, tanpa pengaruh dan tanpa membawa perubahan di sekolahnya.


Bekerja dengan berprofesi sebagai guru merupakan bagian dari aktivitas kehidupan yang tidak saja menghasilkan nafkah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga untuk menikmati hidup, membangun relasi dengan guru, staf,  karyawan sekolah, dan masyarakat agar dinamika kehidupan menjadi lebih berwarna, serta agar kualitas pengembangan diri meningkat ke arah yang lebih baik.


Jika dilihat perspektif kualitas dan produktivitas sebagai seorang guru, kita akan melihat beberapa kriteria sekaligus level seorang guru dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di sekolah. Pertama, kita akan melihat sosok seorang guru yang menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru occupational. Profil guru seperti ini ditampilkan oleh mereka yang memaknai profesi guru hanya untuk memperoleh sejumlah uang dan gaji berkala yang cukup.


Baginya, yang penting gaji berkala tiap bulan lancar, sudah cukup. Metode pembelajarannya tidak mengalami perkembangan kemajuan dari tahun ke tahun, dia enggan untuk mencoba metode-metode baru karena dianggap mempersulit dirinya dalam beraktivitas. Mereka yang berada pada level ini, menjalankan profesi sebagai guru hanya sebagai rutinitas tanpa diimbangi dengan kreativitas, bahkan ia tidak peduli dengan perkembangan siswa-siswanya di kelas.


Baginya, menyampaikan materi di kelas sudah sukup, siswa mau mengerti atau tidak, tak jadi masalah, yang penting materi tersampaikan. Guru sperti ini cocok dikatakan sebagai guru yesterday-today and tomorrow podo wae.


Lain halnya dengan guru-guru yang menjalankan aktivitas kerjanya di sekolah sebagai guru profesional. Mereka mengajar tidak hanya menunaikan kewajiban dan rutinitas harian, melainkan juga berpikir bagaimana agar apa yang dilakukannya setiap hari meningkatkan kualitas dirinya dan mengembangkan profesinya.


Guru yang masuk dalam tingkatan ini terus menerus menempa keahliannya dan memiliki prinsip bahwa hari kinerja hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Baginya tidak ada waktu yang kosong, bahkan ketika tugas mengajarnya selesai, dia bersedia meluangkan waktunya untuk melayani siswanya yang membutuhkan bantuan dan bimbingannya, ia sangat peduli terhadap perkembangan kemajuan belajar siswanya di kelas.


Profil guru seperti ini menjadi dambaan dan teladan bagi sekolah. Berkat loyalitas, dedikasi dan prestasinya yang tinggi, ia menjadi sosok guru yang keberadaannya di sekolah membawa kegembiraan dan kebahagiaan bagi warga sekolah.


Panggilan profesinya sebagai guru bukan hanya untuk sekedar mendapatkan gaji berkala dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, melainkan berusaha secara terus menerus meningkatkan kompetensi diri, bahkan hingga di luar disiplin ilmunya.


Bagi sebagian guru, mungkin sudah merasa cukup jika berada pada level professional. Tapi tidak bagi guru vocational. Guru yang masuk dalam level ini tidak lagi terlalu mementingkan apa yang akan mereka dapatkan, tetapi lebih pada apa yang mereka bisa berikan untuk kemajuan siswa dan perkembangan sekolahnya. Bagi mereka, profesi sebagai guru bukan lagi suatu pekerjaan (working), melainkan sudah merupakan panggilan hidup (calling) sehingga mereka dapat merasakan bahwa mengajar bukanlah suatu beban melainkan tanggung jawab yang penuh kenikmatan. Keberadaan mereka di sekolah tidak hanya membawa pengaruh positif dan kegembiraan bagi semua warga sekolah, tetapi ketiadaannya pun membawa kerinduan tersendiri bagi siswa dan guru-guru lain di sekolah.


Dalam menghayati panggilannya sebagai seorang guru, dia juga menampilkan sosok sebagai seorang arsitek, yang bukan hanya mempunyai keahlian, keterampilan dan imajinasi yang diperlukan, tetapi juga berpikir siapa yang mau dilayani dan untuk siapa dia membuat desain itu. Secara sederhana, dia rela mengorbankan apapun yang melekat dalam dirinya demi untuk kepentingan siswa dan sekolahnya.


Profil guru yang ditampilkan dalam tiga karakter yang berbeda tersebut sesungguhnya memberikan gambaran bagi kita sebagai guru, sedang berada di posisi manakah kita sekarang. Jika berada pada level occupational, kita harus meningkatkan diri ke level profesional. Dan barang tentu jika kita terus menerus mengembangkan keahlian profesi kita, tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk melaju pada level guru vocational.


Kamis, 05 Februari 2009

Guru Sejahtera & Profesional mengantar Masa depan Bangsa

Beberapa tips dan masukan yang mungkin sangat berguna bagi para guru diuraikan oleh guru besar berikut, kepedulian untuk kesejahteraan guru dimuat dalam tulisan ini. Mari berbenah utk lebih profesional & sejahtera.



+++++++++

Guru Sejahtera & Profesional mengantar Masa depan Bangsa


Oleh : Prof. Dr. Achmad Mubarok, M.A.


Disampaikan dalam Seminar Pendidikan yang diselenggarakan oleh Kelompok KerjaPengawasPendid ikan Kandepag Jakarta Barat, Rabu 28 Januari 2009



Pendahuluan

Pendidikan bukan hanya transfer ilmu pengetahuan, tetapi justeru transfer kebudayaan. Transfer pengetahuan atau pengajaran hanya bisa melahirkan orang pintar, tetapi belum tentu berbudaya. Kepintaran yang dimiliki oleh orang yang tidak berbudaya atau berbudaya rendah bisa menjadi ancaman bagi kehidupan manusia. Budaya adalah konsep, gagasan dan ide yang dianut oleh masyarakat dalam waktu lama dimana konsep dan gagasan itu memandu tingkah laku mereka dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. Membudayakan manusia adalah memasukkan konsep dan gagasan agar dianut. Jika konsep berubah maka perilaku akan berubah. Pergantian orang tanpa perubahan konsep tidak akan mengubah perilaku.


Nah memasukkan konsep dan gagasan adalah pekerjaan pendidikan. Jadi pendidikan adalah kegiatan membudayakan manusia. Dalam perspektip ini maka guru menjadi sangat penting. Guru yang berbudaya tinggi akan efektip membudayakan manusia, sedangkan guru yang berbudaya rendah tidak akan efektip dalam membangun manusia yang berbudaya.


Konsep Peradaban


Kebudayaan yang bersifat kota disebut peradaban. Kota mengandung arti modern, praktis, dan efektip,sementara desa mengandung konotasi tradisionil, berliku yang oleh karena itu lambat. Nabi Muhammad s.a.w. membangun peradaban manusia dengan konsep al Madinah al Munawwarah, dari kata tamaddun dan nur. Madinah artinya kota yang penghuninya memiliki kebudayaan yang tinggi. Al munawwarah artinya yang disinari. Jadi konsep al madinah al munawwarah adalah masyarakat yang berkebudayaan tinggi yang disinari oleh wahyu.


Setiaphari dalam semua aspek kehidupannya, Nabi adalah guru, bukan hanya pengajar. Pengajar mengajarkan ilmu pengetahuan. Ukuran keberhasilan pengajar adalah jika murid yang diajar mengerti akan ilmu yang diajarkan. Tingkatan pengertian murid dapat diukur dengan nilai ujian . Guru mentrasfer perilaku kepada murid. Ukuran keberhasilan seorang guru adalah jika muridnya berperilaku seperti yang dicontohkan oleh guru.oleh karena itu guru yang berkualitas adalah yang bisa di gugu dan bisa ditiru oleh muridnya.


Proses Berlangsungnya Pendidikan



Dalam ilmuKomunikasi dikenal istilah komunikasi intra personal. Seorang murid dalam menerima informasi dari gurunya melalui tahap-tahap sebagai berikut;
a.    penerimaan stimulus informasi,disebut sensasi
b.    pengolahan informasi, menjadi persepsi
c.    penyimpanan informasi di dalam memori, dan
d.    menghasilkan kembali informasi, melalui proses berfikir.

Jadi proses komunikasi intra personal itu meliputi sensasi, persepsi, memori dan berfikir.


Tingkatan berfikir


Ada empat tingkatan berfikir, yaitu :



a.    melamun
b.    Berfikir
c.    Tafakkur
d.    Tadabbur

Penarik Perhatian


Tidak semua yang berharga menarik perhatian, terkadang yang tidak berharga jika disajikan dengan benar bisa lebih menarik dibanding sesuatu yang berharga. Seorang guru harus bisa menarik perhatrian.Jika guru tidak menarik perhatian maka efektifitas pendidikannya rendah. Ada empat faktor penarik perhatian



a.    Prinsip gerakan. Gagasan harus dinamis,yang statis tidak menarik. Sesuatu yang kecil yang bergerak lebih menarik dibanding sesuatu yang besar yang diam.
b.    Prinsip kebaruan. Terkadang barang lama tapi dengan kemasan baru sudah cukupmenarik. Metode harus selalu diperbaharui.
c.    Prinsip Kontras. Guru harus bisa lebih menonjol, suaranya lebih keras, kursinya lebih tinggi, penampilannya paling rapih.
d.    Prinsip perulangan. Sesuatu yang semula tidak menarik jika diulang-ulang bisa menjadi menarik.

Membangun Perilaku


Dari penelitian psikologi diketahui bahwa 83 % perilakumanusia dipengaruhioleh apa yang dilihat, 11 % oleh apa yang di dengar dan 6 % sisanya oleh berbagai stimulus. Jadi nasehat guru atau orang tua hanya memiliki efektifitas 11 %, nah contoh teladan yang diberikan oleh orang tua dan guru memiliki tingkat efektifitas 83 %.


Tiga Pilar Masyarakat Bermartabat



Masyarakat bermartabat adalah mereka yang dalamkehidupannya  menganut kebudayaan dan etika. Pilar masyarakat beretika adalah (a) hormat kepada orang tua, (b) hormat kepada guru, dan (c) hormat kepada pemimpin.  Jika dalam suatu masyarakat pemimpin tidaklagi dihormati (seperti sekarang)maka guru pun di demo olehmuridnya, dan nanti pada gilirannya orang tua juga tidak dihormati oleh anaknya. Kehormatan itu melekat pada diri setiap piorang. Orang yang terhormat tetap terhormat meski tidak dihormati. Kehormatan guru adalah mana kala hidupnya mencerminkan apa yang selama ini diajarkan kepada murid-muridnya. Guru yang terhormat tetap terhormat meski digaji kecil. Guru adalah guru,bukan sekedar instrumen pendidikan.

Guru Profesional

Masyarakat kota (peradaban modern) mengenal istilah profesional, dan guru juga dimasukkan sebagai profesi. Menurut standard Bank Dunia, ciri profesional ada tiga;




  1. Bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikannya

  2. Keahliannya menyebabkan ia menjadi rujukan dalam decision meaking sistem

  3. Waktunya untukbekerja membawa implikasi  nilai keuangan


Jadi guru yang profesional adalah guru lulusan sekolah guru atau fakultas pendidikan, yang diakui keahliannya oleh publik sehingga selalu menjadi rujukan setiapkali ada kasus2 yang berhubungan denganpendidikan. Karena dua hal itulah maka guru itu digaji dengan standard gaji profesional sesuai dengan golongannya. (Bandingkan gaji guru di Malaysia dengan di Indonesia).



Konsep Sejahtera
Mungkinkah dari pekerjaan sebagai guru hidupnya sejahtera ? Standard sejahtera itu berbeda-beda, ada ukuran kalori, ukuran derajat kesehatan, dan ada ukuran psikologis. Ketika tahun 1965 saya menjadiguru SD dengan gaji yang sangat minim (di kampung) saya merasa hidup saya sejahtera, tetapi ketika awalmula menjadi guru pada golongan IIIA  (di Jakarta)  justeru merasa tidak sejahtera. Hidup sejahtera adalah ukuran terpenuhinya standar hidup minimal disertai apresiasi dalam sistem sosial dimana ia hidup. Sosok guru Omar Bakry itu orang miskin tetapi ia masuk golongan sejahtera.  Apresiasi sosial berhubungan dengan integritas guru, sistem pendidikan guru dan sistem birokrasi pemerintah. Sekarang guru belum didukung oleh sistempendidikan guru, sistem sosial dan sistem birokrasi, sehingga guru bergeser perannya dari guru menjadi instrumen pendidikan. Akibatbya banyakguru merasa hidupnya tidaksejahtera. Jika guru merasa tidak sejahtera maka
produktifitas pendidikannya rendah. Dampaknya terasa berupa demoralisasi masyarakat pendidikan, guru,orang tua dan murid.

Menggapai Masyarakat Cerdas dan Makmur


Konsep masyarakat makmur bisa diambildarihadis addunya bustanun, tuzuyyinat bikhamsati asyyaa. Jadi pilar masyarakat makmur ada lima atau enam, yaitu




  1. derngan ilmunya ulama, yaitu konstitusinya, peraturannya, strukturnya dan sistemnya  harus ilmiah

  2. dengan keadilan umara,maksudnya pemerintah harus menjalankan peranturan secara benar

  3. dengan kontribusi orang kaya, yakni berlakunya sistim sosial bahwa di dalam harta si kaya ada hak orang miskin. Wafi amwalihim haqqun lissaili wal mahrum.

  4. dengan kejujuran pengusaha, yakni trust harus terbangun melalui pengawasan yang ketat dari umara.

  5. dengan doa orang miskin, yakni orang miskin tidak dendamkepada orang kaya, tetapi malah mendoakan mereka.

  6. dengan disiplin para pekerja.


Menegakkan enam pilar ini syaratnya harus ada kepemimpinan (Umara) yang kuat atau sistem (budaya) yang kuat . Guru berada dalam posisi pahlawan takdikenal. Perannya penting tetapi sering terlupakan. Tetapi tidak ada kebenaran yang hilang.Pada akhirnya guru yang dedikatip akan memperoleh apresiasi hingga ke anak cucunya.


Guru Madrasah


Madrasah merupakan sistem pendidikan yang sudah tua di Indonesia, tetapi kurang bisa mengikuti dinamika zaman, karena warisan psikologis periode penjajahan dimana ulama melakukan konfrontasi budaya dengan Belanda yang mewakili budaya modern. Dibutuhkan kesadaran yang kuat untyuk kembali mengangkat mutiara-mutuara pendidikan madrasah dari lumpur modernisasi dan globalisasi Insyaaaaloh kita bisa asal mau bekerja sama karena hanya dengan bersama kita bisa.


Wallohu almuwaffiq ila aqwam al thoriq.


++++++++++++++++++++++++



Quote: Amat sedikit yang diperlukan untuk membaut suatu kehidupan yang membahagiakan, semuanya ada di dalam diri anda sendiri, yaitu di dalam cara anda berpikir dan bersikap. (Fredd Corbett)

Senin, 02 Februari 2009

Seluruh Guru Bantu Sumut akan Diangkat sebelum Pemilu

Mungkin ini kabar gembira bagi sobat-sobat yang berprofesi sebagai guru. Begitu juga, bagi adik-adik mahasiswa/calon mahasiswa yang kuliah di FKIP/Pendidikan. Profesi guru ke depan boleh dikatakan sangat menjanjikan dibanding profesi lainnya.


+++++++++++++++++


Seluruh guru bantu di Sumatera Utara tahun ini akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil dan mulai ditempatkan sebelum pelaksanaan pemilihan umum. Penempatan guru bantu tersebut akan disesuaikan dengan permintaan pemerintah kabupaten/kota.


Menurut Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Utara (Sumut) Mahdi Ibrahim, saat ini jumlah guru bantu di Sumut mencapai 610 orang, dari total sekitar 12.000 guru bantu yang direkrut selama kurun waktu 2004-2005.


Sisa guru bantu yang belum diangkat menjadi PNS, menurut Mahdi, akan segera diangkat sebelum pelaksanaan pemilu.


"Mereka ini sebenarnya bagian dari 12.000 guru bantu yang direkrut di seluruh Sumut dalam kurun waktu tahun 2004-2005. Pengangkatan ini merupakan janji pemerintah yang pada tahun 2009 akan mengangkat semua guru bantu menjadi pegawai negeri sipil," kata Mahdi di Medan, tadi siang.


Tahun 2009 ini rencananya pemerintah pusat mengangkat total 13.000 guru bantu menjadi PNS di seluruh Indonesia.


Selama ini kata Mahdi, 610 guru bantu di Sumut digaji dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui dana alokasi umum (DAU) yang diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota. "Untuk itu, penempatan mereka setelah pengangkatan akan langsung diserahkan ke kabupaten/kota," katanya.


Mahdi mengaku belum tahu jumlah guru bantu yang selama ini digaji oleh pemerintah kabupaten/kota dengan dana APBD. "Kalau guru bantu yang digaji dengan APBN di Sumut akan diangkat seluruhnya pada tahun ini. Kami tidak tahu berapa banyak guru bantu yang digaji menggunakan dana APBD kabupaten/kota," katanya.


Ketua Forum Komunikasi Guru Bantu Sumut Adi Wijaya mengungkapkan, pengangkatan seluruh guru bantu yang digaji oleh APBN pada tahun ini merupakan janji pemerintah dua tahun lalu. Saat itu, menurut Adi, pemerintah pusat mengatakan akan memberikan kejelasan nasib terhadap guru bantu di seluruh Indonesia yang direkrut tahun 2004 dan 2005.


Menurut Adi, guru bantu yang telah memiliki masa kerja lebih dari satu tahun memiliki hak untuk diangkat menjadi PNS. Adi mendesak, setelah pengangkatan guru bantu menjadi PNS, pemerintah juga harus segera menyiapkan proses prajabatan agar mereka mendapatkan status kepegawaiannya secara pasti.


Hingga tahun lalu, ketidakjelasan kebijakan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah menyangkut kepegawaian guru bantu di Sumut telah mengakibatkan ribuan guru bantu sempat tak menerima honor selama beberapa bulan.


Guru bantu tak mendapatkan honor karena pemerintah daerah merasa mereka telah diangkat menjadi pegawai negeri sipil, padahal surat pengangkatannya keluar belakangan.


Sumber: Waspada Online


+++++++++++++++++++


Quote: Rayulah aku, dan aku mungkin tak mempercayaimu. Kritiklah aku, dan aku mungkin tak menyukaimu. Acuhkanlah aku, dan aku mungkin tak memaafkanmu. Semangatilah aku, dan mungkin takkan melupakanmu. (William Arthur)




Gara-Gara Ntar

Rahasia Kuno Nusantara: Kenapa Kita Ngukur Waktu Pake Kedipan Mata? Pernah gak sih lo mikir, dari mana asalnya kata "sebentar" ata...