Tampilkan postingan dengan label peluang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peluang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juni 2020

EKONOFISIKA: Peluang & Judi Dalam Al Qur'an

Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. 

Q.S Al-Ma'idah [5] : 3

Assalamualaikum wr wb

Mengundi Nasib, pakai anak panah dll, merupakan penerapan peluang yg tidak benar. Mirip bermain Dadu yg mengambil harta org bagi pemenang, dengan ragam akibatnya.

Peluang disini bukan peluang bisnis yg berbasis pemikiran, kreativitas & kerja keras,    namun peluang secara empirik yg sdh menjadi teori mapan dalam matematika & sains lainnya.

Jika dulu zaman Nabi SAW mereka menggunakan anak panah dalam mengundi Nasib, kini banyak yang menggunakan coin, Dadu, lingkaran dll dalam menggundi nasib/perjudian.

Pada coin terdapat Angka A dan gambar G di masing-masing sisinya. Saat dilayangkan, ada 2 kemungkinan yang muncul. Karena peluang munculnya sama yakni 1/2, maka perjudian menggunakan  pelayangan coin tunggal jarang dilakukan bandar, mengingat peluangnya hanya 1/2 (setengah). Bandar dan pemain akan selalu berujung seri.

Mereka (para bandar) mengakalinya dengan menggunakan 2 coin yg sama, sehingga ragam peluang muncul menjadi  AA, AG, GA, GG ada 4 jenis. Dengan peluang AG=GA menjadi 2 bagian.

Sayangnya para penjudi kebanyakan orang bodoh yg melihat keuntungan sesaat, sehingga jadi korban "perekonomian sekuler".

Selanjutnya, bandar membuat Dadu sebagai alat utk memperkecil peluang, yakni 1/6 mengingat ada 6 sisi dadu berbentuk kubus  tersebut. Terdapat juga dadu berbentuk balok, dengan pelemparan menggelinding pada sisi panjang, sehingga hanya 4 sisi yg diberi marka dengan peluang 1/4.

Selanjutnya dilakukan pula pelayangan dadu ganda, bisa dihitung semakin kecil peluangnya: 1-1, 2-2, 3-3, 4-4, 5-5, 6-6, 12, 1-3, 1-4 dan seterusnya. Akhirnya peluang bagi penjudi dadu ganda semakin kecil dengan ragam 36. 

Karena ganda, pasangan tersebut menghasilkan peluang tiap pelayangan menjadi 1/18 untuk tebakan si penjudi. Artinya, jika penjudi menaruh taruhannya 18 kali, maka untuk menang hanya 1 kali dengan kekalahan 18 kali.

Sayangnya, banyak yang sudah kehabisan modal judi sebelum mendapatkan kemenangannya yang 1 kali itu.

Enakan yang menjadi bandar, pemain dibodohi (terzholimi), yang berujung pada keputusasaan (lihat hubungan terjemah berikutnya).

Itulah sebabnya Allah SWT mengharamkan perjudian.

Masjid Khadijah, 
Bandar Setia, 30/06/2020

Jumat, 26 April 2019

Peluang, Matriks dan Tele-Aroma

Pada tulisan saya yang lalu (13 juni 2008), dibahas bagaimana TV/Internet atau Gadget bahkan Smartphone masa depan bisa mengirimkan aroma (bau) seiring dengan tampilan yang ada di layar. Tulisan yang saya tulis dengan Tele-BAU, Bau yang Ditunggu-tunggu ini secara garis besar bagaimana upaya negara hebat penghasil gadget (gawai) Korea Selatan berupaya mewujudkannya.



Kali ini, terkait dengan tulisan sebelumnya (24/04/2019) Peluang di Ekonofisika Menyinggung TV Beraroma yang awalnya disinggung saat menjelaskan Teori Peluang dalam Ekonofisika dapat dengan dijelaskan jika memadukan materi peluang, matriks, warna dasar, aroma dasar, digitalisasi dan blower.



Setidaknya menurut ilmuwan, terdapat 10 aroma dasar yang dapat dispesifikasikan secara ilmiah. Hasil dari perpaduan ini dapat dibuat kombinasi beragam aroma yang dapat kita nikmati lewat hidung. Kesepuluh aroma ini: Harum, Kayu/resin, Buah-buahan (bukan golongan sitrus), Bahan kimia, Mint/peppermint, Manis, Popcorn, Lemon, Tajam dan Busuk yang dinyatakan para ilmuwan sebagai dasar.



Terlepas dari penamaan A, B, C ... J (sebanyak 10 aroma) perpaduan kesemua ini dapat dibuat dalam bentuk matriks 3 dimensi (ruang). Ini sejalan dengan bentuk aroma tak lain berupa gas, yang mana selalu menempati ruang. Maka dapat dibuat sumbu x-y-z yang masing-masing terdiri dari Aroma A, B, C ... I, J (pada sb x), begitu juga sumbu y dan z. Maka kombinasi matrik dapat berbentuk aroma AAA, AAB, AAC dst ZZZ.



300px-coord_planes_color.svg_



Sebagaimana diketahui, penjelasan di atas analog dengan perpaduan warna yang kita lihat sehari-hari yang merupakan perpaduan 3 warna dasar (Merah, Biru dan Kuning). Untuk menghasilkan Hijau, kita bisa mencampurkan Biru dan kuning dengan perbandingan 1 banding 1. Dengan mengubah-ubah perbandingan, maka diperoleh hijau tua, hijau daun dst.



primarycolors



Dengan analogi yang sederhana dan sama dengan warna (anggap 2 dimensi), maka matriks 3 dimensi dan perbandingan proporsi aroma dapat membentuk ragam aroma yang diinginkan.



Analogi di atas dapat kita lihat dalam praktik printer warna saat mencetak warna-warni tulisan dan gambar. Kita lihat tangki tinta hanya 3 warna (+1 hitam, NB: dalam fisika hitam tidak termasuk warna), namu di kertas cetakan bisa puluhan warna yang muncul.



Kita masih ingat pewangi ruangan di dinding yang automatic, mampu menyemprotkan aroma tiap sekian menit dan tentunya bisa diatur waktunya tiap detik maupun mili detik jika diinginkan sedemikian rupa.



toilet-automatic-perfume-auto-fresh-matic-aerosol.jpg_350x350

Secara sederhana, jika masing-masing aroma dasar dibuat dalam tabung khusus dengan pengaturan semprotan secara digital, maka penyemprotan masing-masing tangki bisa diatur proporsinya dan perpaduan aroma kesepuluh aroma bisa sesuai dengan setting-an informasi yang datang ke microprocessor yang mengaturnya (wangi apa yang datang, misal: melati atau nasi goreng sekalipun).



Selanjutnya aroma paduan ini disemprotkan melalui blower ke ruangan, sehingga orang-orang akan mencium wangi yang ada di ruangan sama dengan (iklan) TV.

Kapan TV ini berada di pasaran?

Wallahu a'lam

Minggu, 08 Februari 2009

Ada Beasiswa untuk 10.000 Guru Sumut

Ada kabar gembira bagi kalangan Kependidikan di Sumut, mudah-mudahan kabar ini menjadi kenyataan di lapangan sebagaimana saya kutip dari Waspada Online. Bagi para guru, berbegas, berubah & berbenahlah ! Jika ingin maju dan sejahtera.


++++++++++++++++


Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan menyalurkan beasiswa untuk 10 ribu guru di provinsi itu sebagai upaya meningkatkan kualifikasi pendidikan guru di daerah itu.


Beasiswa tersebut dapat diberikan kepada  guru yang sedang kuliah ataupun belum tapi berniat untuk kuliah, mulai dari guru SD hingga SMA/sederajat baik negeri maupun swasta.


Dalam penyaluran dan pendataan guru yang berhak mendapatkan besiswa tersebut, kata dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan Disdik kabupaten /kota.


Rencananya pada maret nanti, akan memulai pendataan dan pada April beasiswanya sudah dapat disalurkan. Besaran beasiswa yang diterima tiap guru adalah Rp2 juta per tahun.


Untuk syarat pengajuan beasiswa tersebut, menurut dia, tetap sama dengan pengajuan ketika penyalurannya melalui disdik.


Guru yang dapat mengajukan adalah guru PNS/non PNS yang berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional, mengajar di sekolah yang mendapatkan izin operasional dari pemerintah.


Kemudian harus menempuh pendidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi, tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain, mempunya Nomor Unik Pendidik Tenaga Kependidikan (NUPTK) atau sedang dalam proses, telah memiliki rekening tabungan, tidak sedang menjalani hukuman serta sehat jasmani dan rohani.


Guru yang mendapatkan beasiswa ini, juga harus menempuh pendidikan pada bidang studi yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya, atau dengan mata pelajaran yang diajarkannya di sekolah.


++++++++++++++++++++++++



Quote: "Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah" (Thomas Alva Edison)

SUMBER ENERGI

SUMBER ENERGI Oleh: Lubna Davira Barus Sumber energi adalah segala sesuatu yang dapat menghasilkan energi dan dimanfaatkan untuk berba...