Kamis, 25 April 2019

Peluang di Ekonofisika, Menyinggung TV Beraroma

Rabu 24/04/2019 kemarin ....

Begitu seriusnya membahas peluang di Ekonofisika, mahasiswa akhirnya mencoba kembali dari awal contoh-contoh sederhana tentang Peluang. Mulai dari coin yang dilemparkan dengan peluang 1/2 sampai dadu dengan peluang 1/6.

Keseriusan mahasiswa makin bertambah saat contoh peluang dikomplekskan sedikit-demi sedikit, seperti coin dibuat 2 buah atau lebih, sehingga peluangnya berubah.

Contoh lainnya diberikan pula dengan dadu yang jumlahnya lebih dari 1. Kesulitan sudah mulai nampak dan dahi mulai mengerut. Akhirnya kembali ke pemanfaatan matriks untuk memudahkan perhitungan peluang yang muncul untuk jumlah coin atau dadu yang lebih dari 1 tersebut.

Eeee.... muncul lagi pertanyaan, bagaimana kalo ada 5 bola merah dan 5 bola kuning dimasukkan ke dalam karung, kemudian diambil 2 buah bola. Berapa peluang munculnya pasangan bola Merah-Merah atau Kuning-Kuning? Wah makin ramai nih pembahasan.

Di akhir contoh bola-bola ini, ditutup dengan pertanyaan, bagaimana kalo bola yang sudah diambil, tidak dikembalikan lagi ke dalam karung? Andai tak pakai matriks, kesulitan/komleksitas makin besar.

Salah satu mahasiswa bertanya, apakah bermain bola Bowling juga memiliki peluang? Setidaknya berapa peluang semua bola tumbang?

Dari sini dapat dijawab dengan melihat susunan botol pada bola bowling, melempar bola (apakah dari pinggir, tengah atau lainnya). Penggunaan matriks sangat-sangat membantu.

Sampai akhirnya menyinggung: apa bisa kita menonton TV yang tayangannya berisi iklan Parfum, pemirsa di rumah dapat menikmati aromanya?

Wow, ternyata dengan menerapkan peluang dan matriks serta aroma dasar, TV jenis ini akan terwujud nantinya.

Mau?
Akan kita bahas di tulisan berikutnya.

1 komentar:

  1. […] ini, terkait dengan tulisan sebelumnya (24/04/2019) Peluang di Ekonofisika Menyinggung TV Beraroma yang awalnya disinggung saat menjelaskan Teori Peluang dalam Ekonofisika dapat dengan dijelaskan […]

    BalasHapus

TITIK TEMU BERBUKA PUASA & PENCIPTAAN LANGIT

Sejenak terpikir setelah membaca Kitab Fadhilah Ramadhan, mengapa kata berbuka = IFTHAR, yang arti asalnya pecah dan orang Inggris menyebutn...