Rabu, 27 Maret 2019

Ekonofisika: Informasi & Intensitasnya

Salam wr wb...



Lama juga tak menulis,
Tadi (Rabu pagi) saat mengajarkan Ekonofisika di kelas Fisika S-1 Fakultas Saintek UINSU Medan, ada yang menarik dalam mencari model fisika yang bersesuaian dengan fenomena ekonomi di masyarakat oleh mahasiswa S1.



Maklum aja, mereka juga baru dengar tahun ini ekonofisika tersebut. Salah satu pertanyaan dari mahasiswa kepada presenter di depan kelas adalah: "apa contoh yang berkaitan dengan model eksponensial?"



Wah ... kelabakan juga presenter dibuatnya, meskipun sama-sama kurang paham mereka. Namun akhirnya kerumitan tersebut terpecahkan dengan mengingat persamaan perubahan Intensitas gelombang saat melalui benda yang memiliki tebal dan penyerapan tertentu.



media2fc7f2fc7f47640-4cab-455a-9067-64d986fe5a4b2fphpincnyg



menunjukkan adanya perubahan intensitas dari sumber setelah melewati ketebalan tertentu dari media.



Jika sebuah intensitas cahaya Io memasuki udara (atau media lainnya) yang tebalnya x, maka intensitasnya menjadi I'.



Intensitas akhir ini dalam ekonomi dapat dianalogikan sebagai (kejelasan) informasi yang diterima pelanggan dari sumber aslinya yang terus berubah secara eksponensial sejalan dengan hebatnya gangguan terhadap informasi itu dan banyaknya gangguan.



Dengan kata lain, jika ingin informasi yang lebih jelas dari sumber (Penjual, Perusahaan, Marketing dll), ada baiknya langsung dijumpai.



Bentuk analogi lainnya adalah kejernihan sesuatu tergantung dari kedekatan dengan sumbernya, ini juga berkaitan dengan ilmu hadits (sahabat Nabi Saw pasti lebih jelas infonya, ketimbang kita) tentang memahami agama Islam.

Dengan minimnya penghalang (x = 0), maka nilai I' akan menjadi sama dengan Io. Ini mirip dengan kita yang bertransaksi langsung dengan para pedagang tradisional di pasar, karena kebanyakan mereka adalah pemilik langsung dagangannya. Sangat berbeda dengan swalayan-swalayan yang pramuniaganya hanya merupakan perpanjangan tangan, dimana informasi bisa berbeda sampainya ke kita.



Apalagi kita menanyakan informasi bisnis/dagang kepada tetangga yang belum tentu benar akurasi dan kebenarannya, bahkan bisa jadi hoax pula.



Apa bedanya dengan model Fisika yang linear tapi banyak variabel? Untuk contoh ini Diskon 30% + 20% + 10% mungkin contoh yang menarik, tapi bukan berarti diskon 60% kan?



Akan kita bahas lagi ya... OK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TITIK TEMU BERBUKA PUASA & PENCIPTAAN LANGIT

Sejenak terpikir setelah membaca Kitab Fadhilah Ramadhan, mengapa kata berbuka = IFTHAR, yang arti asalnya pecah dan orang Inggris menyebutn...