Selasa, 27 Mei 2014

Ada 13 Model Pembelajaran Inovatif

Pengertian Inovatif/Inovasi Pendidikan

Inovasi berasal dari kata latin, Innovation yang berarti pembaharuan dan perbuahan. Inovasi adalah suatu perubahan yang baru yang menuju kearah perbaikan yang lain atau berbeda dari yang sebelumnya, yang dilakukan dengan sengaja dan berencana (tidak secara kebetulan saja).



Ibrahim (1988) mengemukakan bahwa inovasi pendidikan adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Jadi, inovasi pendidikan adalah suatu ide, barang, metode, yang disarankan atau diamati sebagai hal yang baru bagi hasil seseorang atau kelompok orang (masyarakat), baik berupa hasil inverse (penemuan baru) atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk memecahkan masalah pendidikan.



Demikian pula Ansyar, Nurtain (1991) mengemukakan inovasi adalah gagasan, perbuatan, atau suatu yang baru dalam konteks sosial tertentu untuk menjawab masalah yang dihadapi.



Selanjutnya dijelaskan bahwa sesuatu yang baru itu mungkin sudah lama dikenal pada konteks sosial lain atau sesuatu itu sudah lama dikenal, tetapi belum dilakukan perubahan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa inovasi adalah perubahan, tetapi tidak semua perubahan adalah inovasi. Pembaharuan (inovasi) diperlukan bukan saja dalam bidang teknologi, tetap ijuga di segala bidang termasuk bidang pendidikan.pembaruan pendidikan diterapkan didalam berbagai jenjang pendidikan juga dalam setiap komponen system pendidikan.



Sebagai pendidik, kita harus mengetahui dan dapat menerapkan inovasi-inovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal. Kemajuan suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada outputnya sehingga akan muncul pengakuan yang rill dari siswa, orang tua dan masyarakat. Namun sekolah/ lembaga pendidikan tidak akan meraih suatu pengakuan rill apabila warga sekolah tidak melakukan suatu inovasi di dalamnya dengan latar belakang kekuatan, kelemahan tantangan dan hambatan yang ada.



Menurut Santoso (1974), tujuan utama inovasi adalah, yakni meningkatkan sumber-sumber tenaga, uang dan sarana, termasuk struktur dan prosedur organisasi.



Tujuan Inovasi Pendidikan



 Tujuan inovasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi, relevansi, kualitas dan efektivitas: sarana serta jumlah pendidikan sebesar-besarnya (menurut criteria kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan pembangunana), dengan menggunakan sumber, tenga, uang, alat, dan waktu dalam jumlah yang sekecil-kecilnya.





Tahap demi tahap arah tujuan inovasi pendidikan Indonesia:




  1. Mengajar ketinggalan-ketinggalan yang dihasilkan oleh kemajuan-kemajuan ilmu dan teknologi sehingga makin lama pendidikan di Indonesia makin berjalan sejajara dengan kemjuan tersebut.

  2. Mengusahakan terselenggaranya pendidikan sekolah maupun luar sekolah bagi setiap warga Negara. Misalnya meningkatkan daya tampung usia sekolah SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi.



Model Pembelajaran Inovatif

Berikut adalah model-model pembelajaran inovatif, yaitu:



A.  Model Examples Non Examples



Contoh dapat dari Kasus/Gambar yang Relevan dengan Kompetensi Dasar
Langkah-langkah :




  1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.

  2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP/In Focus.

  3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar.

  4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.

  5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.

  6. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.

  7. Kesimpulan.



B.  Picture And Picture
Langkah-langkah :




  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.

  2. Menyajikan materi sebagai pengantar.

  3. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi

  4. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis.

  5. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut.

  6. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.

  7. Kesimpulan/rangkuman.



C. Numbered Heads Together



Langkah-langkah :




  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.

  2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.

  3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya.

  4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka.

  5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain.

  6. Kesimpulan.



D.  Cooperative Script



Metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari
Langkah-langkah :




  1. Guru membagi siswa untuk berpasangan.

  2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.

  3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.

  4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar : (a) Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap; (b) Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.

  5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.

  6. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan guru.

  7. Penutup.



E.  Kepala Bernomor Struktur



Langkah-langkah :




  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.

  2. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai. Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya.

  3. Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka.

  4. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain.

  5. Kesimpulan.



F.  Student Teams-Achievement Divisions (Stad)/Tim Siswa Kelompok Prestasi (Slavin, 1995)
Langkah-langkah :




  1. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll).

  2. Guru menyajikan pelajaran.

  3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.

  4. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.

  5. Memberi evaluasi.

  6. Kesimpulan.



G.  Jigsaw (Model Tim Ahli)/(Aronson, Blaney, Stephen, Sikes, And Snapp, 1978)



Langkah-langkah :




  1. Siswa dikelompokkan ke dalam 4 anggota tim.

  2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda.

  3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan.

  4. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka.

  5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh.

  6. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi.

  7. Guru memberi evaluasi.

  8. Penutup.



H. Problem Based Introductuon (PBI)/(Pembelajaran Berdasarkan Masalah)



Langkah-langkah :




  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.

  2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.).

  3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.

  4. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.

  5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.



I. Artikulasi



Langkah-langkah :




  1. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

  2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa.

  3. Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang.

  4. Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya.

  5. Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.

  6. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa.

  7. Kesimpulan/penutup.



J. Mind Mapping



Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban
Langkah-langkah :




  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.

  2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban.

  3. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang.

  4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi.

  5. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru.

  6. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru.



K.  Make – A Match (Mencari Pasangan) (Lorna Curran, 1994)



Langkah-langkah :




  1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban.

  2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu.

  3. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang.

  4. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban).

  5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin.

  6. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya.

  7. Demikian seterusnya.

  8. Kesimpulan/penutup.



L. Think Pair And Share (Frank Lyman, 1985)



Langkah-langkah:




  1. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai

  2. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru

  3. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing

  4. Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya

  5. Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa

  6. Guru memberi kesimpulan

  7. Penutup



M.  Debat



Langkah-langkah :




  1. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yg lainnya kontra.

  2. Guru memberikan tugas untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas.

  3. Setelah selesai membaca materi. Guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.

  4. Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi.

  5. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap.

  6. Dari data-data di papan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.



Sumber: Indonesia Mengajar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TITIK TEMU BERBUKA PUASA & PENCIPTAAN LANGIT

Sejenak terpikir setelah membaca Kitab Fadhilah Ramadhan, mengapa kata berbuka = IFTHAR, yang arti asalnya pecah dan orang Inggris menyebutn...