Kamis, 27 November 2008

DERET ARITMATIKA DALAM QUR'AN & STRUKTUR KOGNITIF

DERET ARITMATIKA & STRUKTUR KOGNITIF PENGHAFAL AL QUR'AN

Salam wr wb

Pasti dapat dipastikan, hampir semua muslim dewasa hafal yang namanya surah al Fatihah kecuali (sebagian kecil saja) yang belum hafal. Bacaan surah al Fatihah merupakan kewajiban dalam tiap rakaat sholat yang dilakukan baik wajib maupun sunnah.

Namun ada yang menarik, ternyata dalam penghafalan ayat-ayat al Qur'an terdapat fenomena matematika di dalamnya, khususnya Deret Aritmatika. Dalam tulisan ini akan diuraikan satu contoh saja, yakni Penghafalan Surah Al Fatihah.

  1. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
  2. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
  3. الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
  4. مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ
  5. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ
  6. اِھْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَـقِيْمَ
  7. صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ ۙ غَيۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا الضَّآلِّيۡنَ

terdapat 7 ayat dalam surah tersebut.

Misalkan seseorang dapat menghafal 1 ayat sekali baca dan secara umum orang menghafal ayat al Qur'an mengikuti langkah berikut:

  • Baca ayat ke-1, hafal,
  • Baca ayat ke-2, hafal,
  • Ulangi hafal ayat 1 dan 2
  • Baca ayat ke-3, hafal,
  • Ulangi hafal ayat 1, 2 dan 3
  • Baca ayat ke-4, hafal,
  • Ulangi hafal ayat 1, 2 dan 3
  • ...
  • ... 
  • Ulangi hafal ayat 1, 2, 4, 5, 6, dan 7

Jika dibuat dalam bentuk deret banyaknya ayat yang dibaca dalam proses penghafalan, maka diperoleh tampilan:

Urutan ayat yg dibaca (ayat ke .... + ayat ke ... )

1  = 1x (ayat 1 dibaca 1x)
1 + 2 = 2x (ayat 1 dibaca 2x)
1 + 2 + 3 = 3x
1 + 2 + 3 + 4 = 4x 
1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 5x 
1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 = 6x
1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 = 7x (ayat 1 dibaca 7x)


Jika dibuat ilustrasi, maka bentuknya seperti susunan bata di atas.

Simpulan perulangan:
Ayat 1 = diulang 7x
Ayat 2 = diulang 6x
...
Ayat 7 = diulang 1x


Total = 7 + 6 + 5 + 4 + 3 + 2 + 1

Sudah nampak kan deretnya?
Rumus Deret Aritmatika dinyatakan dengan:


Dari total deret di atas, 
a = 7
b = -1, 
n = 7, 

S7 = 7/2 {14 - 6}
S7 = 28
Jadi, jika seseorang yang menghafal surah al Fatihah dan sekali baca langsung hafal tiap ayatnya, maka saat menghafal 7 ayat, berarti dia telah membaca 28 ayat dalam penghafalannya.   

Bagaimana jika dia berulang2 baru dapat menghafalnya, tinggal kalikan saja, jika 5x baca tiap ayatnya, maka semuanya dikalikan 5, yakni menjadi 5x 28 = 140 ayat.

Dari sini maka terbentuk struktur kognitif si penghafal ayat Qur'an yang rapi, makanya para penghafal al Qur'an itu umumnya cerdas-cerdas apalagi jika dilakukan saat masih kecil bahkan bayi.


Ilustrasi di atas menunjukkan kompleksnya kemampuan manusia dalam berpikir, namun jika tersusun rapi (seperti deret) maka terlihat indah. 

Istilah “Cognitive” berasal dari kata cognition artinya adalah pengertian, mengerti. kognisi mengacu pada seluruh proses di mana input sensorik diubah, dikurangi, dimaknai, disimpan, diambil kembali, dan digunakan. Neisser (1967). Komponen kognitif menurut Aries (2012), terdapat beberapa komponen kognitif yang terdiri dari seluruh kognisi yang dimiliki seseorang mengenai objek dan sikap tertentu, yaitu berupa fakta, pengetahuan, dan keyakinan tentang objek. 

Pada dasarnya proses berfikir manusia sama halnya seperti proses kerja komputer yang terdiri dari 3 tahap, yaitu : 
  1. Input: untuk memasukan informasi yang ditangkap oleh panca  indera. 
  2. Storage: yaitu pemerosesan informasi melalui otak. 
  3. Output: pengeluaran informasi yang telah diolah berupa ide atau  perilaku. 


Semoga bermanfaat
Wallahu a'lam

6 komentar:

  1. terus terang aja saya sangat gembira bisa membuka situs ini, terima kasih yang sebesar-besarnya, semoga menjadi amal kebaikan di hari kemudian kelak

    BalasHapus
  2. makasih yah...
    membantu banget nie...

    BalasHapus
  3. bodoh....................bodoh sekali jika anda tidak terbantu setelah membaca isi situs ini.thanks bos, thats a kind of u

    BalasHapus

QUR'ANOFISIKA: Penggalian Ayat Inspirasi Dari Sederhana Sampai Kompleks

QUR'ANOFISIKA: Penggalian Ayat Inspirasi Dari Sederhana Sampai Kompleks oleh: Pandapotan Harahap* Sudah lama penulis ingin menuliskan Qu...