Tampilkan postingan dengan label buang waktu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buang waktu. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Desember 2014

SAATNYA MULAI MENJAUH DARI TV, INI 11 ALASANNYA, MAU?

Tulisan (dari blog sebelah) ini sangat berarti bagi saya, karena masih sering menonton TV. Tapi saya suka berimajinasi dengan acara TV yang saya tonton, mungkin harus dikurangi agar waktu tak terbuang percuma.



Seberapa sering sih kamu menonton televisi setiap hari? Menurut aneki.com, ternyata orang Indonesia itu rata-rata menghabiskan 19,7 jam di depan layar televisinya lho per minggunya. Samakah jumlahnya dengan jam yang kamu habiskan tiap minggu untuk olahraga atau membaca buku?



Menonton TV memang tidak selamanya buruk, tapi terlalu banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan itu juga tak ideal untuk hidupmu. Jika kamu masih butuh diyakinkan, di bawah ini Hipwee akan memberikan 11 alasan kenapa kamu harus menjauhkan diri dari televisi mulai sekarang!




  1. Waktu yang Kamu Hamburkan Untuk Menonton Belum Tentu Sepadan Dengan Manfaat yang Akan Kamu Genggam



Nonton TV itu racun! Kalau sudah ketemu serial favoritmu, kamu bahkan bisa menghabiskan sehari-semalam di depan TV. Berbeda dengan mendengarkan lagu, saat kamu menonton TV kamu tidak akan dapat melakukan sambil lalu. Indra pendengaran dan penglihatan kamu “tersita” fokusnya sehingga kamu tidak bisa melakukan hal-hal penting lainnya hari itu pada saat bersamaan.

Coba deh ukur lagi berapa jam yang kamu habiskan per hari untuk menonton serial TV. Manfaat apa sih yang kamu dapatkan dari situ selain perasaan ketagihan? Apakah dengan menonton acara itu pengetahuanmu jadi bertambah signifikan? Belum tentu, ‘kan?




  1. Kadang Kamu Sengaja Memelototi Acara yang Nggak Kamu Sukai Cuma Supaya Bisa Marah-Marah ke Pemain Acaranya



Kamu tahu kamu sebenarnya kesal sama sinetron dan jalan ceritanya yang kurang logis. Tapi bukannya menjauhi acara itu, kamu justru memelototinya — terutama yang ratingnya tinggi. Tujuannya? Supaya kamu bisa marah-marah ke pemainnya!

Selasa, 16 Desember 2008

Nonton TV = Membuang Waktu?

Bagi banyak orang, menonton TV itu tidak merugikan karena kita bisa terhibur. Tapi pernahkah anda sadari, dengan menghabiskan waktu menonotn TV, anda telah menyia-nyiakan aset yang sebenarnya bisa produktif.


Bagi orang yang memiliki jiwa wirausaha, membeli suatu barang yang tidak produktif dianggap sebagai kerugian, dan ini rata-rata dilakukan semua orang. Banyak orang membeli perabot hanya untuk hiasan, pajangan yang belum tentu dilihat orang (family, ekluarga, teman dll) dalam setahun. Meski termasuk perabotan, agak berbeda halnya dengan TV.


Sebagian lagi, jika ingin memulai usaha, pasti yang pertama diungkapkan adalah halangan tidak ada modal, tapi dia memiliki TV dan selalu di depannya ! Sebaiknya jual saja televisi anda !!!. Uang hasil penjualan itu bisa untuk investasi bisnis, khususnya Bisinis berbasis internet. Yakinlah, kita pasti mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. Jika anda keberatan menjual TV anda, paling tidak singkirkan dia dari pandangan anda.


Tapi, mengapa televisi yang kita singkirkan? Kenapa bukan barang yang lain? Dengan adanya TV di rumah, setiap hari kita memiliki peluang untuk membuang waktu secara percuma. Nonton TV selama 5 jam setiap hari, sama dengan menggunakan waktu 5 x 30 = 150 jam setiap bulan. Sama dengan 1800 jam setiap tahun. Berarti anda telah membuang 75 hari waktu yang sebenarnya bisa anda gunakan untuk produktif. Tanpa TV, anda bisa gunakan waktu anda untuk mengurusi bisnis/usaha baru anda di internet.


Satu lagi yang sering luput dari perhatian kita adalah efek iklan. Iklan-iklan yang membombardir kita setiap hari bisa membuat kita bertindak boros. Ada iklan produk baru dan tempat makan baru, kita pasti ingin coba. Dan, sudah pasti kita mengeluarkan biaya tambahan untuk ongkos coba-coba ini. Biaya ini saya sebut biaya kesempatan. Semakin sedikit Anda membuka kesempatan, semakin sedikit pengeluaran Anda.


Nah, gambaran tentang tv di atas berguna bagi anda yang akan memulai bisnis internet. Mengapa Anda melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak banyak bermanfaat? Padahal, di waktu yang sama Anda bisa menghasilkan uang. Setuju?


Saya menghasilkan 75 juta per bulan, hanya dengan menggunakan waktu produktif 2-4 jam per hari. Waktu yang hampir sama dengan yang orang gunakan untuk menonton TV.


Agar waktu Anda lebih efektif, saya punya cara menyeleksi kegiatan-kegiatan bermanfaat. Sebelum melakukan suatu hal, sebaiknya kita pikirkan,




  • Apakah pekerjaan ini mulai menghasilkan uang?

  • Berapa banyak yang bisa dihasilkan?

  • Berapa lama waktu yang diperlukan?

  • Pekerjaan penting apa yang juga bisa kita lakukan bersamaan dengan pekerjaan ini?

  • Efektikah jika kita serahkan pekerjaan ini pada pihak lain?

  • Pengeluaran apa saja yang kita keluarkan untuk pekerjaan ini?

  • Apakah pekerjaan ini termasuk berjangka panjang?


Kadang saya sengaja tidak menyapa teman-teman blogger saya. Soalnya, menulis dan mengomentari blog orang lain itu menyita banyak waktu dan energi. Padahal saya harus mengurusi blog dan website saya sendiri. Agak egois memang. Memang benar saya menjalin relasi online, memasarkan situs, dan memberi masukan untuk blogger lain. Tapi, ini hanya demi membuat situs saya lebih terekspos dan populer. Tidak ada yang gratis!


Anda mesti ingat, sumber penghasilan dalam bisnis internet itu tidak terbatas, tapi sumber daya yang anda miliki sangat terbatas, misalnya waktu anda, tenaga anda, dan sebagainya. Prioritaskan apa yang dapat Anda lakukan dan aturlah sebaik mungkin. Nonton TV? No way!


Bagaimana dengan anda? Setuju jika waktu berharga dipakai untuk kegiatan yang lebih produktif?


Inspirasi dari : JokoSusilo.Com


+++


Nonton TV sebaiknya yang bermanfaat aja, lihat perkembangan dan berita terkini. Tapi di Internet info sebenarnya lebih update ketimbang TV. Ya kan?



Quote:
"Kegagalan dapat dibagi menjadi dua Sebab. Yakni, orang yang berpikir tetapi tidak bertindak dan orang yang bertindak tetapi tidak berpikir."

DZIKIR & EMPTY

  When we understand quantum physics, at the atomic level, there is empty space between the nucleus and the electrons.  And... Our bodies ar...