Selasa, 16 Desember 2008

Nonton TV = Membuang Waktu?

Bagi banyak orang, menonton TV itu tidak merugikan karena kita bisa terhibur. Tapi pernahkah anda sadari, dengan menghabiskan waktu menonotn TV, anda telah menyia-nyiakan aset yang sebenarnya bisa produktif.


Bagi orang yang memiliki jiwa wirausaha, membeli suatu barang yang tidak produktif dianggap sebagai kerugian, dan ini rata-rata dilakukan semua orang. Banyak orang membeli perabot hanya untuk hiasan, pajangan yang belum tentu dilihat orang (family, ekluarga, teman dll) dalam setahun. Meski termasuk perabotan, agak berbeda halnya dengan TV.


Sebagian lagi, jika ingin memulai usaha, pasti yang pertama diungkapkan adalah halangan tidak ada modal, tapi dia memiliki TV dan selalu di depannya ! Sebaiknya jual saja televisi anda !!!. Uang hasil penjualan itu bisa untuk investasi bisnis, khususnya Bisinis berbasis internet. Yakinlah, kita pasti mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. Jika anda keberatan menjual TV anda, paling tidak singkirkan dia dari pandangan anda.


Tapi, mengapa televisi yang kita singkirkan? Kenapa bukan barang yang lain? Dengan adanya TV di rumah, setiap hari kita memiliki peluang untuk membuang waktu secara percuma. Nonton TV selama 5 jam setiap hari, sama dengan menggunakan waktu 5 x 30 = 150 jam setiap bulan. Sama dengan 1800 jam setiap tahun. Berarti anda telah membuang 75 hari waktu yang sebenarnya bisa anda gunakan untuk produktif. Tanpa TV, anda bisa gunakan waktu anda untuk mengurusi bisnis/usaha baru anda di internet.


Satu lagi yang sering luput dari perhatian kita adalah efek iklan. Iklan-iklan yang membombardir kita setiap hari bisa membuat kita bertindak boros. Ada iklan produk baru dan tempat makan baru, kita pasti ingin coba. Dan, sudah pasti kita mengeluarkan biaya tambahan untuk ongkos coba-coba ini. Biaya ini saya sebut biaya kesempatan. Semakin sedikit Anda membuka kesempatan, semakin sedikit pengeluaran Anda.


Nah, gambaran tentang tv di atas berguna bagi anda yang akan memulai bisnis internet. Mengapa Anda melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak banyak bermanfaat? Padahal, di waktu yang sama Anda bisa menghasilkan uang. Setuju?


Saya menghasilkan 75 juta per bulan, hanya dengan menggunakan waktu produktif 2-4 jam per hari. Waktu yang hampir sama dengan yang orang gunakan untuk menonton TV.


Agar waktu Anda lebih efektif, saya punya cara menyeleksi kegiatan-kegiatan bermanfaat. Sebelum melakukan suatu hal, sebaiknya kita pikirkan,




  • Apakah pekerjaan ini mulai menghasilkan uang?

  • Berapa banyak yang bisa dihasilkan?

  • Berapa lama waktu yang diperlukan?

  • Pekerjaan penting apa yang juga bisa kita lakukan bersamaan dengan pekerjaan ini?

  • Efektikah jika kita serahkan pekerjaan ini pada pihak lain?

  • Pengeluaran apa saja yang kita keluarkan untuk pekerjaan ini?

  • Apakah pekerjaan ini termasuk berjangka panjang?


Kadang saya sengaja tidak menyapa teman-teman blogger saya. Soalnya, menulis dan mengomentari blog orang lain itu menyita banyak waktu dan energi. Padahal saya harus mengurusi blog dan website saya sendiri. Agak egois memang. Memang benar saya menjalin relasi online, memasarkan situs, dan memberi masukan untuk blogger lain. Tapi, ini hanya demi membuat situs saya lebih terekspos dan populer. Tidak ada yang gratis!


Anda mesti ingat, sumber penghasilan dalam bisnis internet itu tidak terbatas, tapi sumber daya yang anda miliki sangat terbatas, misalnya waktu anda, tenaga anda, dan sebagainya. Prioritaskan apa yang dapat Anda lakukan dan aturlah sebaik mungkin. Nonton TV? No way!


Bagaimana dengan anda? Setuju jika waktu berharga dipakai untuk kegiatan yang lebih produktif?


Inspirasi dari : JokoSusilo.Com


+++


Nonton TV sebaiknya yang bermanfaat aja, lihat perkembangan dan berita terkini. Tapi di Internet info sebenarnya lebih update ketimbang TV. Ya kan?



Quote:
"Kegagalan dapat dibagi menjadi dua Sebab. Yakni, orang yang berpikir tetapi tidak bertindak dan orang yang bertindak tetapi tidak berpikir."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TITIK TEMU BERBUKA PUASA & PENCIPTAAN LANGIT

Sejenak terpikir setelah membaca Kitab Fadhilah Ramadhan, mengapa kata berbuka = IFTHAR, yang arti asalnya pecah dan orang Inggris menyebutn...