Rabu, 06 Agustus 2008

Sekolah Tanpa Internet? Aneh!

Pendahuluan

Saat ini jika suatu sekolah belum terkoneksi dengan internet memang terasa aneh. Tapi mungkin itulah kenyataannya. Kenapa? Jawabnya, karena informasi ke daerah-daerah sangat lambat! Saat ini untuk memiliki koneksi internet tidak sesulit di awal2 dahulu, dimana dibutuhkan dana yang cukup besar.

Dengan adanya mobile internet Flash, StarOne, Axis, XL dan lainnya, maka koneksi internet dapat dilakukan dimanapun asalkan ada sinyal GPRS. Menurut saya saat ini hampir semua kecamatan berpenduduk cukup padat tercover sinyal GPRS (HP), apalagi Telkomsel yang sudah lama lalang-melintang (hilir-mudik) di Indonesia.

Atas dasar inilah saya mengatakan, aneh jika sekolah tidak konek ke internet. Ambil saja contoh koneksi internet Flash yang harganya cuma 125rb/bulan. Jika sekolah menggunakan HP GPRS (bekas seharga 300-400rb), dan koneksi Kabel Data/Bluetooth Rp. 40rb, maka sekolah sudah bisa koneksi internet unlimited (tanpa batas). Dengan kata lain, bermodalkan Rp. 400rb sekolah sudah bisa konek ke internet.

Manfaat Internet di Sekolah

Mungkin pertanyaan yang paling mendasar dengan adanya internet di sekolahan apa? Yang pasti dengan adanya internet di sekolah, para tenaga kependidikan bisa menikmati informasi online upto date. Dapat dibandingkan, jika sekolah membeli 1 koran tiap hari, biaya yang dikeluarkan Rp. 2000 x 30 hari = 60 ribu. Namun yang didapat hanya 1 koran, bukan? Coba saja dengan internet Rp. 125rb/bln, berapa koran yang bisa dibaca? Belum lagi lagu, bahan ajar, video, serta info lainnya. Bahkan saat ini, sudah banyak orang yang bekerja menghasilkan uang dari internet.

Secara teknis, dengan internet, pengiriman berkas/file dapat dilakukan dengan singkat. Misalkan ada informasi SK dari pusat/kanwil ingin dikirim ke sekolah2, maka dalam hitungan detik SK tersebut sudah nyampai. Cukup menscan SK yang dimaksud, jadikan PDF, kirim ke email masing2 sekolah, Maka dalam hitungan detik semua sekolah telah menerima SK tersebut.

Berita terbaru/pengumuman sekolah dapat pula dipajangkan di website sekolah, atau di Blog Sekolah bersangkutan. Misal: Tiap penerimaan siswa baru (PSB), hasil seleksi PSB dapat dipajang di weblog sekolah. Begitu juga dengan pengumuman2 penting lainnya.

Jika internet sekolah telah tersosialisasikan, maka tidak lama ke depan, materi/bahan ajar online oleh guru dapat pula dipajang. Guru-guru yang berhalangan datang sekalipun dapat memuat materi ajarnya kepada siswa-siswa. Dengan demikian, siswa-siswa dapat belajar dengan mudah sesuai urutan materi/kurikulum yang ada. Selain materi ajar, para guru dapat pula mengumumkan hasil ujian siswanya di Blog Sekolah atau Weblog masing-masing. Sebaliknya, siswa juga dapat mengirim tugasnya lewat email via internet, seperti makalah dan lainnya. Untuk tulisan tangan, siswa dapat men-scan-nya, lalu kirim via email dalam bentuk PDF misalnya.

Guru yang aktif menulis artikel sebenarnya bisa mengirim tulisannya ke suatu media tertentu, seperti majalah, koran dan bahkan percetakan. Misalkan Bagian Dikjar atau Diknas memiliki Situs sendiri, maka tulisan2 guru yang bermutu dapat dipajangkan di situ, tentunya yang bagus diberi penghargaan. Dengan demikian, gairah untuk berkreasi guru akan semakin tumbuh.

Ditingkat lanjut, interaksi ini akan berubah menjadi online, kok bisa? Secara manual saja, sekolah bisa menyiapkan petugas untuk menjawab pertanyaan2 tentang sekolahnya. Hal ini dapat berupa Yahoo Messenger sekolah. Artinya, orang tua atau siapa saja yang ingin bertanya, dapat dijawab oleh petugas denga YM ini, selain gratis, juga online.

Ke depan, YM dapat diformat untuk menjawab pertanyaan via YM atau SMS YM dari ponsel. Dengan demikian, tiap orang mengirim YM atau SMS ke YM sekolah, maka YM sekolah akan menjawabnya secara otomatis. Rincinya sbb: dari HP seorang mengirim kata PSB, maka YM sekolah langsung menjawab: "PSB dimulai tanggal dd-mm-yyyy, syaratnya: NEM, Ijazah dst...". Tentunya YM sekolah harus diformat terdahulu.

Masih banyak lagi manfaat yang bisa diandalkan dari koneksi internet sekolah, ketimbang selalu memikirkan dampak negatifnya. Semua teknologi selalu dihinggapi efek negatif, tinggal kita yang menentukan, klik kiri atau kanan? baik atau buruk? Ambil yang baik, tinggalkan yang buruk...

Penutup

Sekolah sudah saatnya memilik koneksi internet, meskipun yang paling sederhana dan murah. Minimal 2 hal dasar seperti email dan weblog dapat dibuat oleh masing2 sekolahan. Di masa depan, internet akan seperti TV, yang akan ada hampir di tiap-tiap rumah penduduk. Masih ingatkah kita dengan urutan ini: Radio --> TV HitamPutih --> TV warna --> Komputer --> Internet? Jika ya, maka bergegaslah untuk berubah. Berubahlah, jika tidak ingin tertinggal.

Salam Pendidikan

1 komentar:

  1. Ya memang itu yang kita harapkan.. Sayangnya kendala yang dihadapi sangat banyak (tak perlu saya jabarkan). Program buku gratis (eBook) yang diadakan pemerintah kemarin saja masih banyak sekolah yang tidak menikmati.

    BalasHapus

TITIK TEMU BERBUKA PUASA & PENCIPTAAN LANGIT

Sejenak terpikir setelah membaca Kitab Fadhilah Ramadhan, mengapa kata berbuka = IFTHAR, yang arti asalnya pecah dan orang Inggris menyebutn...