Minggu, 11 Oktober 2009

Guru SMA DKI Mata Pelajaran UN Wajib Mengikuti Ujian Online

Kali ini terlihat kemajuan, jika tiap provinsi memulai inovasi ini, maka tak lama lagi Pendidikan kita tidak akan kalah dengan negeri jiran. Tapi sayangnya, banyak guru yang tak mau tahu kalau yang bersangkutan tidak tahu. Berikut petikan berita yang memberi semangat untuk telematika bagi guru.


++++++++++++++++++++++++++


Semua guru SMA mata pelajaran (Mapel) Ujian Nasional (UN) diharuskan mengikuti Ujian Online yang diadakan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Ujian dilakukan dalam upaya pemetaan dan evaluasi kualitas akademik para guru mata pelajaran Ujian Nasional, kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Dr H Taufik Yudi seusai meninjau pelaksanaan Ujian Online Guru Mapel UN di SMA Negeri 26 Jakarta, kemarin.


Menurut dia, pelaksanaan ujian tersebut untuk para guru SMA, baik SMA Negeri maupun Swasta. Jadi jaringan internet sudah ada di SMA, kata Taufik. Taufik menegaskan, langkah ujian bagi guru Mapel UN diperlukan untuk evaluasi diri dan potret diri karena seiring dengan waktu kualitas itu seringkali mengalami perubahan, Apakah naik apa turun. Hasil potret diri ini untuk melihat dan mempersiapkan ke depan dalam upaya meningkatkan hasil nilai Ujian Nasional. Muaranya pada hasil dari kualitas siswa itu sendiri, ujar Taufik.



Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP/SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Budiana mengatakan ujian bagi guru Mapel UN dilakukan secara Online karena era perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pesat. Perkembangan TIK ini membawa manfaat bagi efesiensi dfan efektifitas pembelajaran juga menjadi tantangan.
Guru SMA yang ikut tes online 8500. Karena itu, setiap guru harus terus belajar dan meningkatkan kompetensinya. Tes diagnostik online ini sebagai salah satu upaya sistemik dalam meningkatkan kompetensi akademik, ujarnya.


Menurut dia, tes online dilakukan oleh guru di sekolah masing-masing melalui komputer dengan akses internet, meliputi 9 mata pelajaran Ujian Nasional, yakni matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi dan Geografi.


Khusus bagi guru yang mengalami gangguan internet pada pagi hari bisa mengulang pada siang hari. Hasil tes ini akan menjadi bahan untuk pemetaan, evaluasi dan pembinaan. Ia mengatakan pada tahun 2008 juga sudah dilakukan tes diagnostik online yang implikasinya dapat memicu peningkatan kualitas pendidikan. Hasil tes diagnostik dimanfaatkan oleh Dinas, Sudin, Pengawas, MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) dan kepala sekolah untuk peningkatan kompetensi guru.


Sementara itu, Kepala SMA 26 Dra Hj Radhiyati Soehaili, Mpd mengaku bangga dengan kunjungan Kepala Dinas Pendidikan DKI terhadap para guru yang tengah mengikuti Ujian Mapel UN Online. Para guru tentu termotivasi dengan kunjungan tersebut, ujarnya. Menurut dia, SMA 26 membangun manajemen pengelolaan sekolah secara sistemik dan konsisten. Dan, alhamdulillah telah memperoleh sertifikat ISO 9000 : 2001 tahun 2008, ujarnya.

2 komentar:

  1. saya setuju , namun yang tidak kalah pentingnay adal komitmen guru itu sendiri untuk meningkatkan kualitas diri dalam melaksanakan tugas pokoknya dan itupun mennyeluruh tidak hanya mapel un saja, semoga kualitas pendidikan terus meningkat

    BalasHapus
  2. Test online itu bagus, tapi perangkat test nya harus benar benar siap..pastikan perangkat test harus di rancang tidak boleh dikeroyok rame rame oleh sang guru, dan kalau boleh soal yang di ujikan adalah soal yang belum pernah di ujikan.

    Test online yang lalu pada saat enter serempak detik yang sama soalnya kelihatan sama, jadi boleh dikeroyok rame rame, sehingga validitas soal tidak terukur.

    BalasHapus

TITIK TEMU BERBUKA PUASA & PENCIPTAAN LANGIT

Sejenak terpikir setelah membaca Kitab Fadhilah Ramadhan, mengapa kata berbuka = IFTHAR, yang arti asalnya pecah dan orang Inggris menyebutn...