Jumat, 13 Juni 2008

Tele-BAU, Bau yang Ditunggu-tunggu

Sinyal yang dikirim jarak jauh dimulai di awal abad ke-20, dimana Morse telah berhasil mengirim sinyal radio dari jarak ribuan kilometer. Saat itu dimulailah abad radio, dengan ciri komunikasi jarak jauh menggunakan Gelombang Elektromagnetik(GEM) dalam bentuk "telegraph".


Setelah telegraph, manusia mampu membuat komunikasi dengan siaran radio dan telephone, dimana pengiriman suara jarak jauh telah berhasil dilakukan. Perkembangan ini ditandai pula dengan siaran radio ditiap2 negara sampai ke kota2.


Selanjutnya, manusia mampu pula mengirim gambar jarak jauh, yang ditandai dengan munculnya siaran televisi (TV) bahkan TV berwarna. Sejalan dengan ini, faksimile, internet, cetak jarak jauh, bahkan telekonferensi telah berhasil dilakukan secara langsung.


Dilihat dari perkembangan perangkat telekomunikasi yang telah ada, semua gambar, suara, kegiatan dapat terpantau secara nyata. Namun ada yang tertinggal, apa? Kenapa seorang koki yang atraksi/menampilkan cara memasak suatu menu di TV, menyatakan masakannya harum, baunya enak dan lainnya tidak bisa dirasakan oleh pemirsa di rumah? Apakah ada kemungkinan BAU (penulis menyebutnya tele-BAU) bisa dikirim jarak jauh?


Tele-BAU suatu Keniscayaan


Dilihat dari perkembangan perangkat teknologi yang ada, kemungkinan besar tidak lama lagi Tele-BAU akan menjadi kenyataan. Meskipun belum ada pihak yang mengklaim telah berhasil menemukannya, tetapi secara Fisika, konsep2 dasar ini telah dapat dipahami.


Nasa sejak tahun 1997 telah mengembangkan e-Nose, perangkat ini telah mampu mendeteksi keberadaan gas tertentu, kontaminan (zat-zat kimia) di udara. Meskipun perangkat ini masih difokuskan di bidang kesehatan, namun dari perkembangan ini menunjukkan bau suatu saat akan bisa terdigitalisasi.


Tele-BAU diperkirakan bisa ditransfer lewat Internet di tahun 2015.


Sebagaimana yang ditulis Shaun Nichols dalam http://www.itnews.com.au, internet masa depan bisa mengirim bau secara digital melalui koneksi internet broadband, hal ini merupakan hasil survey dari 3500 ahli teknologi Korea Selatan. Diperlukan sebuah perangkat yang mengubah bau menjadi informas digital dan dikirim via jaringan internet.


Salah satu kegunaan yang bias langsung diterapkan adalah promosi barang berbau seperti parfum dan makanan. Penelitian terkait digitalisasi bau telah dimulai sejak tahun 2000 di korea selatan.

1 komentar:

  1. […] mengirimkan aroma (bau) seiring dengan tampilan yang ada di layar. Tulisan yang saya tulis dengan Tele-BAU, Bau yang Ditunggu-tunggu ini secara garis besar bagaimana upaya negara hebat penghasil gadget (gawai) Korea Selatan berupaya […]

    BalasHapus

TITIK TEMU BERBUKA PUASA & PENCIPTAAN LANGIT

Sejenak terpikir setelah membaca Kitab Fadhilah Ramadhan, mengapa kata berbuka = IFTHAR, yang arti asalnya pecah dan orang Inggris menyebutn...