Jumat, 06 Juni 2008

PERLUNYA ANALISIS KEBUTUHAN DALAM PROGRAM PENGAJARAN & LATIHAN

Suatu program pada dasarnya dilandaskan atas beberapa hal sebelum dilaksanakan. Adalah program magister pengajaran/pendidikan di beberapa perguruan tinggi dibentuk atas suatu analisis program sebelum dilaksanakan. Hal ini sebagaimana suatu program pelatihan yang memerlukan Needs Assessment (Analisis Kebutuhan). Sudah saatnya mengubah paradigma atau pola top to down menjadi down to top, artinya pelatihan atau suatu progam dilaksanakan harus memenuhi kebutuhan peserta program.


Pogram magister pendidikan, pelatihan dan pengajaran haruslah memenuhi kriteria pengadaan studi kelayakan. Diantaranya entri behavior (dasar memasuki suatu program/prasyarat awal) peserta ajar yang harus sesuai. Dengan entri behavior ini, peserta didik harus memenuhi kriteria homogenitas, dalam artian para peserta harus memenuhi standar yang dibutuhkan. Sebagai bentuk nyata hal ini, dapat diadakan Tes Potensi Akademik (TPA), Tes TOEFL, dan kemampuan dasar semisal Statistika Dasar dan lainnya yang bersesuaian.


Setelah Needs Assessment dilakukan, barulah kemudian dilakukan tes untuk menyesuaikan entri behavior para peserta didik ataupun trainee. Selanjutnya kurikulum disusun sesuai kebutuhan. Sebagai contoh, dipahami abad ini merupakan Abad Informasi, maka untuk pelatihan keguruan, seyogianya pembelajaran/pelatihan mengarah kepada pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) yang mendukurung proses pembelajaran dan pengajaran guru-guru. Jika berkaitan dengan kemampuan praktik, peningkatan kemampuan dalam praktikum dan merancang praktikum, kemampuan metode ilmiah, metode pengajaran MIPA, kemampuan berpikir kritis sesuai filsafat keilmuan, serta presentasi imiah sangat diperlukan.


Namun, yang lebih pasti adalah dengan melaksanakan TNA, kebutuhan mayoritas calon peserta didik dan kebutuhan lapangan (lingkungan sekolah) akan terjawab. Program-program yang tidak up to date, lama kelamaan akan segera tersingkir, “mungkin” inilah sebabnya mengapa diklat-diklat yang dilakukan instansi negeri kurang berkembang.


Selain yang diuraikan di atas, mungkin terdapat kondisi-kondisi lain yang harus diperhatikan dalam program pengajaran dan pelatihan, seperti umur, lama program dan kemampuan berpikir logis. Namun yang pasti, perubahan adalah sesuatu yang mutlak, jika tidak berubah bersiap-siap untuk tertinggal.




1 komentar:

  1. Biaya pendidikan sekarang bertambah mahal, kasihan anak-anak yang tidak bisa bersekolah.
    Biaya masuk universitas juga pasti akan bertambah mahal. Apabila anggaran pendidikan tidak bertambah maka pendidikan Indonesia tidak akan maju.
    http://pendidikan.infogue.com/perlunya_analisis_kebutuhan_dalam_program_pengajaran_latihan

    BalasHapus

TITIK TEMU BERBUKA PUASA & PENCIPTAAN LANGIT

Sejenak terpikir setelah membaca Kitab Fadhilah Ramadhan, mengapa kata berbuka = IFTHAR, yang arti asalnya pecah dan orang Inggris menyebutn...