Tampilkan postingan dengan label radio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label radio. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Desember 2008

INFO Bencana Alam Berbasis Telematika

Mendengar berita tentang Presiden ingin memasukkan Tsunami dalam Kurikulum, saya menjadi geli dan senyam-senyum. Sebelumnya juga digagas Korupsi agar masuk ke dalam kurikulum. Kalo begni, otak siswa bisa pecah menerimanya !!!


Sebagai perbandingan, di Madrasah Aliyah sekarang saja sudah ada 20an Mata Pelajaran (M.P.), padahal materi dan pemanfaatannya juga gak optimal. Banyak materi yang dinilai tumpang tindih, kurang bermanfaat bagi kehidupan siswa kelak dan mubazir serta mahal.



Terkait dengan Bencana Alam ...

Dengan Telematika (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sekarang, pemerintah bisa menggunakan berbagai macam media untuk penyebaran info penting khusunya untuk tanggap terhadap bencana alam. Salah satu yang paling mudah adalah SMS konten kepada masyarakat. Jadi bukan hanya SMS iklan melulu, ringtone, terkadang membodohi dengan segala macam Quiznya.


Registrasi 4444 bisa dioptimalkan ...


Andai saja pendaftaran 4444 saat registrasi kartu perdana dibuat sedemikian rupa, dan pemerintah telah memetakan kota untuk seluruh penduduknya (se-Indonesia) "bila perlu", maka pemerintah tinggal berikan info saja via SMS (atau saat cek saldo) untuk berhati-hati, untuk waspada, dsb bagi penduduk di sekitar pantai. Pemerintah bisa membuatnya, pasti tidak susah.


Kota-kota (kecamatan+desa/kelurahan) di sekitar pantai se Indonesia bisa dibuat databasenya, jadi jika pendaftaran mengikutsertakan kecamatan/desa saat pendaftaran di 4444 tersebut, maka bisa diinfokan kepada pengguna HP yg bermukim di tepi pantai, meskipun penduduk  tersebut tidak sedang di tempat tinggalnya, tapi yang pasti ybs pasti punya keluarga.


Tower/BTS memposisikan Ponsel ...


Cara lainnya bisa dari Tower (BTS) operator selular. Sejatinya bisa terposisikan letak sebuah HP. Mungkin kita sering melihat di layar ponsel/HP saat kita memasuki kota lain, kelihatan nama kota tempat posisi kita berada. Dengan metode ini, bisa langsung diinfokan, saat seseorang memasuki kota tepi pantai, daerah mudah longsor/gempa, info Tsunami, serta bahaya dan kepentingan lainnya yang bisa dikirimkan.


TV, Media dengan Pemirsa Terbanyak ...


TV juga bisa dimanfaatkan sebagai info terkini jika dalam keadaan darurat. Mungkin kita pernah melihat/mendengar siaran TV bisa disabotase (siaran  sebuah stasiun TV diambil alih orang lain, maaf bukan menganjurkan).  Jika dalam keadaan darurat, info terkini Bencana Alam bisa saja langsung di Top Up di Layar TV, orang Indonesia termasuk pintar-pintar kalau soal yang beginian, apalagi kondisi darurat, pemerintah bisa aja membuat UUnya.


Selain media di atas, radio juga tidak kalah pentingnya. Dengan cara yang sama, radio bisa menjadi Alarm Peringatan bagi pemirsanya.


Info jg bisa jg diupdate di internet, begitu ada gejala Bencana Alam, tinggal infokan ke seluruh milist di dunia ... Apa sulitnya?


Ada cara lain atau ada yang mau menambahkan?

Sabtu, 27 September 2008

Cahaya Dalam Al Qur'an & Kajian Fisika

Salah satu nama surat dalam al Qur'an adalah an Nuur yang berarti "cahaya". Cahaya bukan merupakan fenomena aneh dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi yang sudah mempelajari IPA dari sejak SD, telah mengerti sifat-sifat cahaya ini. Lalu al Qur'an memuat surat "cahaya", apa keistimewaannya?

Dalam Qur'an surat an Nuur : 35 disebutkan:

35. Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.


Ternyata disebutkan bahwa cahaya berlapis-lapis/bertingkat. Dalam fisika telah dimaklumi bahwa cahaya putih dari sinar matahari jika dilwatkan pada sebuah prisma akan terurai menjadi warna-warni seperti pelangi. Warna-warni ini menunjukkan spektrum cahaya sekaligus tingkat energinya. Semakin ke arah warna merah, energinya semakin tinggi. Jika cahaya memasuki air laut, maka uraian warna tadi (pelangi) tersebut akan hilang satu persatu sesuai tingkatannya. Pada kedalaman tertentu, warna merah tidak bisa menembus lagi, sementara warna lainnya masih terus masuk ke dalam air. Begitu seterusnya sampai warna terakhir yang masuk ke kedalaman tertentu secara berurutan ke warna violet.

Fenomena ini cukup jelas bagi kita bahwa cahaya memiliki tingkatan seperti disebutkan dalam al Qur'an. Makna tersembunyi lainnya adalah bahwa pernyataan al Qur'an (an Nuur : 40) tentang adanya lapisan di dalam lautan tidak pula dipungkiri.

40. Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.

Karakter lainnya dari cahaya adalah memiliki massa diam m0 = 0. Ini berarti bahwa cahaya tidak memiliki energi jika dalam keadaan diam. Energi cahaya dapat dinyatakan dengan perkalian frekuensinya dengan konstanta Planck (h), jadi E = hf dengan f = frekuensi cahaya. Dengan kata lain, cahaya tidak pernah diam kapanpun. Sifat cahaya ini tidak lain adalah sifat Allah Swt, yaitu Nur 'alan Nuur.


Dalam ayat lain (ar Rahmaan: 29), Allah senantiasa dalam keadaan menciptakan, menghidupkan, mematikan, memelihara, memberi rezki dan lain lain.

29. ... Setiap waktu Dia dalam kesibukan.

Allah tidak pernah tidur, Dia selalu sibuk, bergerak, berinovasi, menciptakan baik benda langit dan makhluk hidup di bumi selalu mengalami perubahan karena kehendak Allah. Sifat cahaya yang tidak pernah diam ini merupakan sifat Allah. Jika cahaya diam, berarti tidak memiliki energi, tidak memiliki kreativitas (daya cipta), tidak memiliki inovasi. Ini bertentangan dengan sifat Allah yang Maha Pencipta.

Hasil penelitian Astro-Fisika terbaru menunjukan bahwa di langit selalu tercipta bintang-bintang baru dalam bentuk Asap, asap-asap ini membentuk jaringan materi antar galaksi, menggumpal, membentuk bintang-bintang baru, seterusnya sampai wujud bintang yang kita lihat setiap malam. Surat Fushshilat : 11 menjelaskan:


11. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa." Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati."

Ayat di atas menunjukkan bahwa kepatuhan langit ini diimplementasikan dalam bentuk taat azas berupa tetapnya Hukum-Hukum Alam di Jagad Raya ini. Sedikit saja terjadi pergeseran/melenceng dari Hukum Alam yang ada, dapat dibayangkan benda-benda langit akan keluar dari garis edarnya. Begitu pula, sedikit saja frekuensi cahaya tampak digeser ke arah tinggi atau rendah, maka hal-hal yang indah dalam penglihatan kita, bisa terhapus selamanya.

Manusia hanya bisa melihat pada frekuensi cahaya tampak, di luar rentang frekuensi ini, cahaya tidak dapat dilihat. Frekuensi diluar rentang cahaya tampak adalah sinar X, sinar gamaa, infra merah, gelombang radio, dan lainnya. Kesemuanya, termasuk cahaya merupakan gelombang elektromagnetik (GEM). Meskipun tidak terlihat, cahaya/sinar-sinar (GEM) ini semua bermanfaat bagi manusia, seperti penggunaan Rontgen dalam kedokteran, komunikasi radio dan lainnya.

Tulisan ini mungkin bisa menjadi inspirasi sejalan dengan Nuzulul Qur'an Ramadhan 1429 ini, dimana Ayat-ayatnya tidak sekedar dibaca di bulan Ramadhan, dilupakan di bulan lainnya. Ada banyak hal dalam Qur'an terkait dengan Sains-Tekno yang belum kita gali. Satu ayat mungkin bisa menjadi inspirasi dalam perkembangan Sains-Teknologi dan sebaliknya pula kita dapat menjelaskan ayat Qur'an lewat Sains-Tekno.

DZIKIR & EMPTY

  When we understand quantum physics, at the atomic level, there is empty space between the nucleus and the electrons.  And... Our bodies ar...