Kamis, 09 Maret 2017

KOMPOR LISTRIK

​Kompor Listrik

Oleh:

Fadhilah Rizky Silaen
Tentang: Kompor Listrik

                  

Kompor listrik itu: salah satu peralatan rumah tangga yang berfungsi untuk memasak dan memanaskan makanan dengan sumber energi listrik

Pengertian:

Kompor listrik adalah kompor yang bekerja dengan prinsip induksi sehingga kompor tidak akan mengeluarkan panas tetapi masakan bisa cepat matang. Karena kompor listrik ini diatur oleh sebuah chip mikro kontroler yang menggunakan energi listrik. Teknologi ini diadaptasi dari teknik permanen elektromagnetik dari Jerman.

Kelebihannya:

Cara menggunakannya dengan mudah. Cukup dengan menghubungkan kompor listrik ini ke listrik. Meskipun temperaturnya panas, kompor listrik ini tidak akan berasa panas bila dipegang pancinya. Kenapa bisa cepat matang? Rahasianya terdapat pada panel yang terbuat dari bahan keramik. Sehingga bisa melawan suhu panas. Jadi meskipun dipegang dengan tangan tidak akan terasa panas. Kompor ini akan hanya akan berefek panas pada dasar logam tempat kita memasak. Adapun kelebihan lainnya adalah:


  1. Bertenaga (Powerful) dan Efisien



Pada kompor IH, energi yang terbuang hampir tidak ada, pengubahan energi listrik ke panas berlangsung dengan efektif. Sehingga dengan daya listrik lebih kecil, kompor IH mampu mendidihkan air lebih cepat dari kompor gas. Tetapi, jika dibandingkan dengan sistem pembakaran seperti pada kompor gas yang menyebabkan daerah sekeliling panci juga ikut panas, sistem IH hanya memanaskan daerah sekitar alas. Sehingga akan ada beberapa jenis masakan yang kurang cocok jika menggunakan sistem IH ini. Kesimpulannya adalah: efektifitas panas yang dihasilkan di sini tidak selalu disertai dengan efektifitas dalam proses memasak.


  1. Tidak mengeluarkan api



Berbeda dengan pemanasan yang menggunakan api, sistem IH yang tidak menggunakan api ini menghasilkan kemungkinan terjadi kecelakaan luka bakar yang rendah dan tingkat keamanan yang tinggi. Selain itu, proses ini juga tidak memanaskan udara di sekitarnya, sehingga orang  yang sedang berada di dekat alat masak IH tidak akan merasa kepanasan.


  1. Mudah dalam mengatur temperatur



Melalui pengaturan jumlah arus listrik yang mengalir di kumparan, tingkat kepanasan IH dapat dengan mudah disesuaikan dengan panas yang dibutuhkan.


  1. Tingkat keamanan yang tinggi



Hal ini sesuai dengan keuntungan no 2 di atas, karena tidak mengeluarkan api resiko luka bakar hampir tak ada. Resiko kebakaran karena jilatan api yang menari-nari karena angin juga bisa dikatakan mendekati nol. Selain itu, dalam keadaan kumparan teraliri arus listrik, permukaan IH tidak akan terasa panas jika disentuh dengan jari yang hanya akan teraliri listrik dalam jumlah kecil (dalam kondisi tidak sedang menggunakan logam seperti cincin, gelang, dkk). Tidak adanya proses pembakaran menyebabkan tidak adanya risiko terjadinya kekurangan oksigen dalam ruangan. Tapi ingat, menyentuh panci, wajan atau alat masak dalam keadaan panas tentu saja bisa menyebabkan luka bakar.


  1. Ekonomis



Kemampuan yang tak jauh berbeda dengan kompor gas, kompor induksi ini memerlukan lebih sedikit energi untuk keperluan yang sama sehingga tagihan listrik juga lebih murah. Tetapi, untuk panci berbahan aluminium yang bertahanan listrik rendah, kurang cocok untuk kompor jenis ini.


  1. Kompor Tetap Dingin



Adapun pada kompor induksi, energi listrik digunakan untuk menciptakan medan magnet, yang menginduksi wajan atau panci. Akibat induksi magnetik, molekul saling bertabrakan pada frekuensi tinggi. Friksi antarmolekul ini menciptakan panas secara cepat. 

Di sini terlihat panci atau wajan itu sendiri yang berfungsi sebagai elemen pemanas. Ini lebih efisien karena memintas jalur perpindahan energi. Keunggulan lain, permukaan kompor tetap dingin saat digunakan. Yang memanas hanya wajan atau panci yang digunakan untuk memasak. Lebih aman, karena itu memperkecil risiko luka bakar akibat keteledoran pemakaian.

Berapa catu daya yang dibutuhkan? Relatif tinggi; bisa mencapai 1.700 watt. Tapi itu bisa diatur hingga batas minimal 200 watt; meski durasi memasak menjadi lebih lama.
KOMPOR LISTRIK HOT PLATE :

Kompor listrik  jenis ini mempunyai kepala kompor berupa piring panas (hot plate) di mana elemen pemanas kompor diletakkan. Berbeda dengan jenis kompor yang pertama, elemen pemanas pada kompor ini tertutup sama sekali sehingga dilihat dari luar hanya kelihatan kepala kompornya saja. Elemen pemanas dipasang melekat di bagian bawah piring panas. Kompor jenis ini ada yang biasa dan ada yang cepat (disebut kompor kilat). 

 

CARA KERJA KOMPOR LISTRIK : 

- Kalau kawat konduktor dialiri arus listrik, maka di sekelilingnya akan terbentuk garis gaya magnet.

- Jika kawat konduktor itu dibentuk kumparan dan di dekatnya diletakkan materi yang dapat menghantarkan listrik (biasanya logam), maka logam tersebut akan menerima pengaruh garis gaya magnet lalu di dalam logam tersebut akan mengalir arus eddy

- Jadi, setiap logam biasanya memiliki hambatan listrik, dan arus yang mengalir dalam logam tersebut akan menghasilkan joule heating sebesar P = I^2 × R,

Dimana P adalah daya, I untuk arus, dan R untuk hambatan, daya inilah yang keluar sebagai panas dan proses yang berlangsung dinamai pemanasan lewat induksi.
 

  

Besaran yang paling dominan adalah arusnya (karena secara perhitungan kuadrat)

Daya kompor menunjukkan kapasitas dari kompor. Semakin besar dayanya akan semakin besar pula kapasitas untuk memasaknya dan waktu pemanasannya juga akan semakin cepat.

 SKEMA KOMPOR LISTRIK

 
 

PENGATURAN SUHU PADA KOMPOR LISTRIK


  1. Kompor dihidupkan dengan memutar Saklar pengatur. Pemutaran saklar ini membuat kontak saklar tertutup (ON) dan dengan saklar ini pula diatur suhu yang dikehendaki.


  2. Ketika kompor ON dengan suhu tertentu, maka arus listrik mengalir ke elemen-elemen pemanas melalui kontak 1 dan 2.


  3. Kompor semakin lama semakin tinggi suhunya. Peningkatan suhu ini akan dideteksi oleh sensor suhu, dan panas disalurkan dari kepala kompor ke membran pemuaian.


  4. Dengan adanya peningkatan panas ini, membran memuai dan menggerakkan poros.


  5. Bila suhu yang dikehendaki tercapai, maka gerakan pemuaian membran tersebut akan memutuskan kontak 1 dan 2 sehingga kompor mati.


  6. Ketika suhu menurun kembali,




membran akan menyusut, dan pegas membawa poros sesuai arah penyusutan membran sehingga kontak 1 dan 2 On kembali. Demikian proses ini terjadi secara berulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TITIK TEMU BERBUKA PUASA & PENCIPTAAN LANGIT

Sejenak terpikir setelah membaca Kitab Fadhilah Ramadhan, mengapa kata berbuka = IFTHAR, yang arti asalnya pecah dan orang Inggris menyebutn...