Minggu, 25 Oktober 2009

Hari Gini Masih Task Based Paper?

Kemarin saat sharing dengan mahasiswa,  alangkah kagetnya saat mendengar harga 1 lembar fotokopi = Rp. 200,- padahal ini di kota Kabupaten. Dari sini saya berpikiran agar para mahasiswa tidak tergantung lagi pada kertas, atau setidaknya mengurangi volumenya.


Di sisi lain, untuk penghematan biaya fotokopi, dapat dilakukan dengan cetak sendiri dengan printer dan scanner. Dengan modal sekitar 1 juta rupiah, tugas-tugas dan fotokopian dapat dilakukan dirumah saja. Mengingat harga kertas HVS cuma Rp. 65/lembar (jika beli 1 ream), dan biaya tinta (hitam/warna) sekitar Rp 25/halaman, maka seharusnya fotokopi di rumah hanya seharga Rp. 90/lembar baik warna maupun hitam putih.


Nah, yang menjadi masalah mungkin alatnya (komputer, scanner dan printer inpus). Namun dari kondisi yang ada, jumlah mahasiswa yang banyak ini dapat meminimalisir biaya tersebut. Ada sekitar 30an mahasiswa tiap kelasnya, jadi jika dana yang dibutuhkan Rp. 1,2 jt maka tiap mahasiswa hanya terbeban Rp 40.000,-. Padahal jajan mereka tiap hari rata-rata lebih dari Rp. 10.000,-  jadi kendala uang sebenarnya bukan menjadi alasan.


Untuk pemeliharan, dapat dilakukan bersama saja, teman yang memiliki domisili terdekat dapat dengan kampus dapat dijadikan "markaz" untuk cetak mencetak ini. Begitu juga dengan kebijakan pemeliharaan ini, dapat didiskusikan bersama.


Selain fotokopi, makalah-makalah mahasiswa dapat pula di cetak di satu tempat (markaz), jd teman lainnya bisa titip cetak via email. Dengan cara ini sharing cetak dan penghematan waktu akan semakin gampang. Beban waktu dan kerja si teman harus jangan dilupakan.


Bagaimana menurut anda?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TITIK TEMU BERBUKA PUASA & PENCIPTAAN LANGIT

Sejenak terpikir setelah membaca Kitab Fadhilah Ramadhan, mengapa kata berbuka = IFTHAR, yang arti asalnya pecah dan orang Inggris menyebutn...