Selasa, 29 April 2008

Orang Munafik dan Fisika (Rotasi Benda Tegar)

Setelah membaca Qur'an surah al munafiqun:

QS. Al-Munafiqun, Ayat 4:

Apabila engkau melihat mereka, tubuhnya mengagumkanmu. Jika mereka bertutur kata, engkau mendengarkan tutur katanya (dengan saksama karena kefasihannya). Mereka bagaikan (seonggok) kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan (kutukan) ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya). Maka, waspadalah terhadap mereka. Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?

Terdapat kalimat: "Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar".



olimpiade10

Dari apa yang termuat di ayat ini, jika suatu kayu/balok disandarkan pada dinding, akan memenuhi mekanika Newton untuk keseimbangannya. Keseimbagan ini dipengaruhi oleh variabel:

  • sudut kemiringan kayu

  • koefisien gesek statis dengan lantai

  • koefisien gesek statis dengan dinding

  • berat kayu/balok

  • panjang balok

yang jelas, jika dilihat dari sifat-sifat orang munafik yang disampaikan nabi, ternyata tidak jauh berbeda dengan apa yang dianalisa dengan mekanika.

Implikasinya, semakin miring/besar sudutnya  maka  kecenderungan untuk jatuh lebih besar, sebaliknya  kondisi tegak merupakan sikap yang diinginkan untuk menjadi muslim sejati.


Benda-setimbang-stabil-labil-netral.

Ada 3 kesetimbangan benda, yakni: Stabil, Labil dan Netral. Ketiganya dapat dianalogikan dari tempurung kelapa yang telah dibersihkan.

Tempurung kelapa yang utuh (masih bulat belum dibelah) dapat dimisalkan sebagai kondisi Netral. Tempurung yang dibelah dua dan ditelungkupkan sebagai contoh untuk Stabil. Kondiri belahan tempurung yang ditelentangkan (spt kuali) sebagai contoh Labil.

Dalam Fisika SLTA, fenomena ini terdapat dalam Pokok Bahasan Momentum Sudut & Rotasi Benda Tegar.

Semoga terinspirasi dan bermanfaat,...

Vandha for Qur'anophysics 

Wassalam wr wb.

Gara-Gara Ntar

Rahasia Kuno Nusantara: Kenapa Kita Ngukur Waktu Pake Kedipan Mata? Pernah gak sih lo mikir, dari mana asalnya kata "sebentar" ata...